Cara Efektif  Pemberian Pakan Ikan Lele Budidaya

Cara Efektif Pemberian Pakan Ikan Lele Budidaya

Urbanina.com – Dalam membudidayakan ikan lele, diperlukan banyak upaya agar mendapatkan ikan lele yang mempunyai bobot yang berat sehingga laku di pasaran dan menghasilkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Salah satu upaya yang mempengaruhi keuntungan adalah proses pemberian pakan ikan lele. Pemberian pakan ikan lele yang baik adalah pemberian yang dilakukan dengan pemilihan kualitas pakan yang baik. Terdapat banyak pilihan pakan yang dijual di pasaran dengan berbagai merek dan ragam pakan. Pakan yang baik tentunya pakan yang dapat dibeli dengan harga yang paling murah, namun dapat menghasilkan ikan lele yang berbobot. Adapun kualitas pakan yang baik adalah yang memiliki FCR(Food Convertion Ratio) yang lebih kecil dari satu. Semakin kecil nilai FCRnya, maka semakin baik pula kualitas pakan tersebut. Selain dari kualitas pakan pabrik ini, untuk membuat pakan dengan biaya minimalis dapat juga dilakukan dengan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara berimbang. Caranya adalah sebagai berikut.

pemberian pakan ikan lele

  1. Pemberian pakan utama

Pakan utama ini merupakan pakan yang diberikan kepada ikan lele agar ikan tersebut mendapat asupan gizi yang cukup. Harus diketahui bahwa ikan lele merupakan ikan berjenis karnivora, oleh karena itu salah satu nutrisi yang dibutuhkan adalah protein hewani. Selain protein hewani ini, beberapa nutrisi yang dibutuhkan adalah seperti karbohidrat, lemak, vitamin dan juga mineral. Dan pemberian pakan utama berupa pakan buatan pabrik biasanya sudah mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan ikan lele tersebut. Namun, harga pakan buatan pabrik ini kadang-kadang membebani pembudidaya dikarenakan harganya yang relatif mahal. Maka, pembudidaya dapat membuat ransum ikan lele sendiri dengan prosedur dan bahan-bahan yang sesuai.

Pemberian pakan ikan lele yang utama ini diberikan disesuaikan dengan kebutuhan ikan lele. Dengan begitu, tidak akan terjadi kelebihan pemberian pakan ikan lele yang dikhawatirkan akan mencemari kolam jika tenggelam ke dasar kolam. Ketika ikan lele sudah tidak agresif dalam menyantap pakan, itu berarti bahwa pemberian pakan segera dihentikan. Selain diberikan sesuai kebutuhan, pemberian pakan utama ini juga dilakukan secara teratur dan terjadwal. Dengan ditebarkannya pakan ke kolam lele, maka ikan lele yang sehat akan memakan dengan lahap pakan yang diberikan tersebut. Perlu diketahui bahwa ikan lele ini memiliki pergerakan yang lebih aktif ketika malam hari, maka hewan ini termasuk dalam kelompok hewan noktunal. Sehingga, pemberian pakan diwaktu malam diberikan dengan jumlah yang lebih banyak ketimbang di pagi maupun siang hari.

  1. Pemberian pakan tambahan

Pemberian pakan tambahan ini dilakukan sebagai pakan yang berfungsi untuk pakan tambahan saja. Artinya, pemberian pakan tambahan ini dilakukan untuk mendampingi pakan utama diatas. Pemberian pakan tambahan ini dilakukan karena dapat meminimalisir anggaran untuk pemberian pakan. Seperti yang diketahui bahwa anggaran yang digunakan untuk memberi pakan lele ini memang menghabiskan biaya yang lumayan banyak jika dibandingakan dengan biaya yang lainnya. Sehingga, dengan pemberian pakan tambahan ini dapat menghemat pengeluaran untuk biaya pakan.

Untuk memberikan pakan tambahan, dapat dilakkan dengan memberi ikan lele pakan berupa ikan rucah. Ikan rucah adalah ikan hasil tangkapan nelayan yang tidak layak dikonsumsi manusia karena cacat pada tubuhnya atau ukuran yang tidak sesuai. Tidak hanya dari ikan rucah, pemberian pakan tambahan dapat dilakukan dengan memberikan belatung yang diproduksi menggunakan ampas tahu. Ada juga pakan tambahan yang berupa keong mas ataupun limbah ayam. Kedua pakan tambahan ini baru dapat diberikan jika diolah terlebih dahulu, semisal direbus. Cangkang keong harus dipisahkan, serta bulu ayam juga tidak layak untuk ikut dimasukkan ke dalam kolam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *