Dua Teknik Budidaya Ikan Patin Yang Harus Diketahui

Urbanina.com - Ikan patin adalah jenis ikan yang memiliki potensi dapat menguntungkan jika dibudidayakan dengan baik. Harga jual di pasar juga relatif tinggi jika dibandingkan dengan jenis ikan lainnya. Selaini itu, berbagai kreasi menu olahan dapat dibuat dengan menggunakan bahan pokok berupa ikan patin. Berbagai menu olahan ikan patin tersebut telah meninggalkan rasa di lidah yang tentu disukai para konsumen. Namun, untuk memenuhi kebutuhan konsumen tersebut tidak bisa hanya mengandalkan hasil dari para nelayan saja. Seperti yang kami sebutkan tadi bahwa usaha membudidayakan ikan patin memiliki potensi yang bagus, dan salah satunya adalah untuk memenuhi kebutuhan pasar yang meningkat ini. Maka dari itu, kali ini Urbanina akan membahas tentang teknik budidaya ikan patin yang pembudidaya harus tahu. Sehingga, pembudidaya akan lebih mudah dalam memeliharanya dan juga akan mampu menghasilkan panen yang lebih berkualitas. teknik budidaya ikan patin Bila dilihat secara garis besar, hanya terdapat dua teknik saja untuk membudidayakan ikan patin. Kedua teknik budidaya ikan patin tersebut adalah teknik pembenihan dan teknik pemeliharaan. Namun, untuk dapat melalui dua teknik tersebut juga diperlukan beberapa teknik yang tepat agar dapat berjalan dengan lancar. Bagi pemula yang belum pernah melakukan budidaya, tentu masih asing dengan dua teknik yang bersifat dasar tersebut. Hal ini dapat dimaklumi karena mungkin orang masih terbiasa untuk menangkap ikan patin di sungai, situ, ataupun waduk untuk memenuhi kebutuhan ikan patin. Terlebih dahulu kita memperkenalkan tentang upaya teknik pembenihan ikan patin. Pembenihan termasuk teknik budidaya ikan patin yang dilakukan sebelum melakukan teknik pembesaran. Sehingga, kedua teknik ini sebenarnya adalah upaya yang dilakukan pembudidaya untuk melalui proses budidaya ikan patin dari awal hingga akhir. Dan dengan mengerti dua teknik budidaya ikan patin ini, proses budidaya akan lebih mudah untuk dilakukan sehingga menghasilkan panen yang lebih berkualitas. Pembenihan adalah proses yang dilakukan pembudidaya agar mendapatkan benih ikan patin yang baik. Ada beberap cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan benih ikan patin ini. Cara yang pertama dapat ditempuh dengan menangkap benih ikan patin di daerah yang menjadi tempat hidup ikan patin. Untuk menangkap benih di perairan dapat dilakukan dengan menggunakan alat tangkap jala atau jaring. Biasanya, waktu yang tepat unuk menangkap benih ikan patin adalah disaat menjelang musim kemarau di pagi hari. Sedangkan cara yang kedua untuk mendapatkan benih adalah dengan membeli benih ikan patin. Dengan membeli benih, pembudidaya tidak perlu lagi susah-susah menangkap benih di sungai. Untuk merawat benih yang dibeli, perlu waktu 2 pekan merawat di dalam suatu wadah yang terjaga kebersihannya, dan tidak terkena pancaran sinar matahari langsung. Selain dua cara diatas, pembudidaya juga dapat mendapatkan benih dengan melakukan pemijahan terhadap induk ikan patin di kolam milik sendiri. Dengan memijahkan induk ikan patin, pembudidaya tidak perlu lagi susah-susah mencari benih di sungai serta tidak perlu lagi membayarkan uang ke penjual benih ikan patin. Teknik budidaya ikan patin yang kedua adalah teknik pembesaran. Karena termasuk didalam rangkain proses budidaya, pembesaran dilakukan setelah proses pembenihan selesai. secara garis besar, pembesaran dilakukan untukmembesarkan benih ikan patin yang telah disiapkan agar dapat dipanen lalu dijual di pasar sehingga proses budidaya dapat terselesaikan. Itulah dua teknik untuk membudidayakan ikan patin yang harus diketahui secara garis besar. Untuk mengetahui teknik dan proses pembenihan dan pembesaran ikan patin secara detil, kami akan membahasnya di artikel berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *