Mengenal Ciri-Ciri Induk Ikan Patin Yang Siap Dipijahkan

Urbanina.com - Budidaya ikan patin merupakan adalah salah satu usaha yang dilakukan dengan berbagai tahapan yang sesuai dengan prosedur budidaya. Seorang pembudidaya tidak bisa melakukan budidaya hanya dengan teknik yang sesuai dengan kemauannya saja. Pembudidaya tentu harus belajar tentang budidaya ikan patin ini sebelum memulai budiayanya. Dalam upaya budidaya ikan patin, terdapat salah satu tahapan budidaya yang disebut dengan tahapan pemijahan ikan patin. Pada tahapan tersebut, pembudidaya wajib memahami ciri-ciri induk ikan patin yang siap untuk dipijahkan. Untuk dapat mengetahui ciri-ciri induk ikan patin yang siap untuk dipijahkan, dapat dibaca di artikel yang Urbanina tulis berikut ini. ciri induk ikan patin Pembudidaya dirasa perlu mengetahui dan paham tentang ciri-ciri induk ikan patin yang siap untuk dipijahkan agar proses pemijahan ikan patin mendapatkan hasil yang maksimal. Karena, tidak semua induk ikan patin adalah induk yang siap untuk dipijahkan. Sehingga, pembudidaya harus mengetahui cara membedakan yang mana  induk ikan patin yang siap untuk dipijahkan dan yang mana induk ikan patin yang belum siap untuk dipijahkan. Caranya adalah dengan memahami ciri-ciri induk ikan patin yang siap dipijahkan tersebut. Dibawah ini adalah pembahasan lebih jelasnya.
  1. Pada induk betina
Induk ikan patin yang sudah siap dipijahkan juga sering disebut dengan ikan yang sudah matang gonad. Berikut ciri-ciri dari induk betina yang sudah matang gonad. Pertama, jika dilihat secara umum induk ikan patin sudah berumur minimal tiga tahun. Pada usia tersebut, ikan memiliki bobot seberat 1,5-2 kg. Kedua, ciri-ciri induk betina yang sudah matang gonad dapat dilihat dari fisik tubuhnya sebagai berikut. Induk betina yang siap dipijahkan memiliki perut yang membesar ke arah anus. Perutnya tidak hanya membesar, tetapi juga terasa empuk atau lunak dan halus ketika diraba. Selanjutnya, induk ikan memiliki kloaka yang membengkak dan berwarna merah. Lalu, ciri selanjutnya adalah memiliki kulit pada bagian perut yang lembek serta tipis. Ciri yang terakhir adalah jika ditekan di sekitar kloaka, maka akan keluar beberapa butir telur yang berukuran seragam.
  1. Pada induk jantan
Setelah memahami ciri-ciri induk betina, berikut ini adalah ciri-ciri induk jantan ikan patin yang telah siap untuk dipijahkan. Induk jantan dapat dikatakan siap untuk dipijahkan hanya ketika induk jantan telah berusia minimal dua tahun. Pada usia tersebut, biasanya ikan patin memiliki bobot sekitar 1,5-2 kg. Selain ciri yang umum diatas, pembudiaya juga perlu mengetahui ciri fisik induk yang siap dipijahkan sebagai berikut. Ciri-ciri yang dilihat dari fisik induk jantan adalah memiliki kulit perut yang lembek dan tipis. Jika diperhatikan, kelamin induk jantan ini terlihat membengkak dan berwarna merah tua. Apabila perut induk jantan ini diurut dengan tangan, maka akan mengeluarkan cairan sperma yang berwarna putih. Bila ingin memilih induk ikan patin dengan ciri-ciri yang sesuai dengan deskripsi diatas, pembudiaya disarankan agar induk ikan dipelihara secara khusus terlebih dahulu. Dan selama pemeliharaan tersebut induk ikan patin diberi pakan yang banyak mengandung protein. Hal ini disarankan karena pernah dilakukan oleh Sub Balai Penelitian Perikanan Air Tawar Palembang. Sub Balai tersebut memelihara induk ikan patin dengan memberi pakan berprotein serta pakan tambahan berupa ikan runcah sebanyak 10% dari bobot ikan setiap dua pekan sekali. Dan dengan pemeliharaan khusus ini, didapatkan induk ikan patin yang lebih cepat tumbuh menuju induk ikan patin yang matang gonad.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *