Cara Pemeliharaan Benih Lobster Yang Telah Menetas

Cara Pemeliharaan Benih Lobster Yang Telah Menetas

Urbanina.com – Upaya budidaya lobster harus dilakukan secaar tekun agar pembudidaya mendapatkan hasil yang optimal. Pembudidaya harus berperan aktif dalam banyak langkah budidaya takterkecuali untuk langkah pemeliharaan benih lobster yang telah menatas. Pasalnya, sebelum menempun langkah pemeliharaan lobster ini, pembudidaya telah melakukan langkah pemijahan induk lobster dan mengawasi proses bertelurnya hingga telur menetas. Ketika proses pemijahan, lobster akan melakukan perkawinan secara alami, lalu setelah waktu tertentu akan bertelur dan dilalnjutkan proses pengeraman dan penetasan telur. Pembudidaya tentu sudah mengetahui bahwa benih atau anakan lobster yang baru menetas tidak dapat langsung dipelihara, karena masih memerlukan perlindungan dari induknya selama beberapa hari. Pemeliharaan benih lobster yang dibahas Urbanina kali ini adalah benih yang mulai tumbuh tanpa perlindungan dari induknya.

pemeliharaan benih lobster

Ketika semua benih yang berasal dari tetasan telus lepas dari tubuh induknya, benih tersebut masih membutuhkan perlindungan dari induknya untuk dapat bertahan hidup. Barulah ketika benih tersebut tumbuh hingga umur 8-15 hari, benih telah memiliki insting untuk hidup mandiri. Maksud dari istilah mandiri adalah bahwa benih pada umur tersebut sudah memiliki insting untuk mencari tempat berlindung dari gangguan luar atau gangguan dari sesamanya. Tak cukup sampai disitu, pada umur tersebut benih atau anakan lobster tersebut sudah dapat mencari pakan sendiri serta sudah mulai mengalami ganti kulit atau yang disebut molting. Oleh sebab itu, pembudidaya dapat memindahkan benih yang telah berumur 2 pekan dari aquarium induk ke tempat lain yang disebut kolam pembesaran.

Untuk mempermudah pemahaman, kami memisalkan untuk memiliki bak semen dengan ukuran 100 x 100 x 50cm sebagai kolam pembesaran tersebut. Tempat inilah yang digunakan untuk pemeliharaan benih lobster yang telah memiliki insting kemandirian tersebut. Pemeliharaan benih lobster yang dilakukan pada bak tersebut dilakukan dengan mengisi air pada kedalaman antara 25-30 cm, dengan tingakat kepadatan kolam sebanyak 20-30 ekor per meter persegi. Karena air yang telah diisikan pada bak semen tersebut bersifat tenang(tidak mengalir), maka sekalian dipasang aerator agar dapat menghasilkan gelembung udara. Dengan adanya gelembung udara, maka jumlah oksigen terlarut dapat dihasilkan sehingga baik untuk pertumbuhan benih udang didalamnya.

Bak semen tersebut juga memerlukan shelter yang dibutuhkan oleh udang sebagai tempat berlindung atau berdiam diri ketika siang hari. Didalam bak semen tersebut, kami tempatkan pipa peralon ukuran 5/8 inci, dengan panjang 4 cm, dengan jumlah sebanyak 100 buah. Karena hanya contoh, pembudidaya dapat menggunakan bahan lain untuk keperluan shelter bagi lobster yang dipelihara ini. Setelah menyediakan shelter bagi lobster, kolam juga perlu dilengkapi dengan batu kapur. Batu kapur tersebut memiliki peran penting bagi benih yang dipelihara didalamnya, yaitu untuk menyediakan kalsium yang cukup yang dibutuhkan benih lobster terutama untuk proses ganti ulit ayang disebut moulting. Karena, batu kapur akan menghasilkan zat kimia berupa kalsium didalam kolam.

Setelah bak semen tersebut siap dengan segala perlengkapannya, benih lobster yang hidup didalamnya dapat diberi pakan dengan jadwal pemberian setiap 2 kali sehari. Pakan yang diberikan pada benih lobster ini dapat berupa plankton, artemia, kutu air, tepung ikan, cacing sutera, pelet udang yang sudah dihaluskan dan juga bisa berupa biskuit bayi yang sudah dihaluskan. Biasanya, jika pemberian pakan terlalu banyak, dapat menjadikan kelebihan pakan sehingga pakan yang tidak termakan akan mengendap dan mulai mencemari air. Oleh sebab itu, perlu diperhatikan kebersihan air agar tidak terlalu banyak mengandung amoniak yang dihasilkan sisa makanan yang mengendap tersebut. Dengan begitu, benih tersebut akan dapat mencapai ukurang panjang yaitu 2,5 cm (1 inchi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *