Cara Lain Untuk Melakukan Pemijahan Ikan Patin

Cara Lain Untuk Melakukan Pemijahan Ikan Patin

Urbanina.com – Pemijahan ikan patin dapat dikatakan memiliki kerumitan tersendiri jika dibandingkan dengan proses pemijahan jenis ikan lainnya. Adakalanya seorang yang ingin membudidayakan ikan patin yang heran ketika mendengar penjelasan dari kawannya tentang pemijahan ikan patin ini. Sempat terpikir di benak orang tersebut, “kenapa menjadi serumit ini ya?”. Namun, sebagai seorang yang memiliki kemauan untuk maju yang teguh tentu tidak akan terus menyerah meskipun menemui sebuah kerumitan atau kesulitan. Justru dia akan menjadikan kerumitan atau kesulitan tersebut menjadi suatu tantangan seperti halnya tantangan untuk mencetak gol ke gawang yang dijaga temannya yang gemuk saat bermain sepakbola dimasa kecilnya. Meskipun takut kalau sampai terpental temannya yang gemuk tersebut, namun akan sangat menyenangkan ketika berhasil mencetak gol ke gawangnya.

pemijahan ikan patin

Kerumitan pada pemijahan ikan patin ini mungkin disebabkan oleh banyaknya tahapan yang perlu dilalui untuk dapat melakukan pemijahan. Selain itu, pemijahan pada ikan patin ini sedikit berbeda dengan pemijahan ikan lainnya sehingga terlihat seperti sesuatu yang baru. Untuk dapat melakukan pemijahan ikan patin, tahapan yang pertama yang perlu dilakukan pembudidaya adalah melakukan persiapan induk ikan patin yang berkualitas. Pembudidaya dapat memperoleh induk yang berkualitas tersebut dengan mencarinya di sungai-sungai atau di perairan lain, juga bisa dengan tinggal membelinya di tempat-tempat yang menjual induk ikan patin tentunya yang berkualitas. Induk ikan patin yang siap dipijahkan adalah induk ikan patin yang memiliki ciri-ciri tertentu. Urbanina telah menulis artikel tentang ciri-ciri induk ikan patin yang siap pijah di artikel sebelumnya.

Setelah mendapatkan induk yang berkualitas, induk harus dirawat agar tetap sehat. Caranya, dengan mengkondisikan kolam serta pemberian pakan yang berkualitas. Sebagai contoh, perawatan dilakukan dengan memelihara ikan patin di kolam dengan kepadatan kolam 4-5 kg per 1 meter persegi, lalu diberi pakan tambahan pelet berprotein 25% dengan jumlah 3%, juga 3 x pemberian pakan utama berupa keong mas serta pakan kijing sebanyak 10% 2 x sepekan.

Selanjutnya, msuk pada proses pemijahan ikan patin yang sebenarnya. Perlu diketahui bahwa ikan patin sulit dipijahkan secara alami, sehingga perlu cara lain untuk memijahkan ikan ini. Cara lain tersebut adalah dengan melakukan pemijahan secara kawin suntik yang dilakukan di kolam pemijahan. Pertama, ambil hormon perangsang dari kelenjar hipofise berwarna putih di bagian otak ikan mas menggunakan pinset dengan hati-hati. Lalu haluskan pada tabung kecil, kemudian campurkan dengan aquades yang bisa dibeli di apotik.

Kedua, suntikkan hormon tersebut ke tubuh ikan betina. Caranya, ambil cairan yang sudah disiapkan tadi kedalam tabung suntik, lalu suntikkan di punggung induk ikan patin betina. Nah, setelah proses pemiijahan ini, telur induk betina akan lebih cepat keluar dari perutnya sehingga bisa dibuahi oleh induk jantan. Setelah masa pembuahan tersebut, biasanya telur akan menetas dalam waktu kurang lebih satu pekan.

Tahapan selanjutnya pun siap untuk dijalankan. Inti dari tahapan selanjutnya ini adalah merawat anakan ikan patin yang baru menetas. Anakan yang berusia 1 hari dapat dipindahkan ke aquarium dengan ukuran misalnya 1×0,5 meter dengan kedalaman air 40 cm dan kepadatan satu aquarium sebanyak 500-700 ekor. Pengondisian aquarium dapat dibantu dengan pemberian aerator untuk menjaga ketersediaan oksigen terlarut. Juga dilengkapi alat pengukur suhu dan lampu neon untuk menjaga suhu ideal yaitu 28-30 derajat C. Jika sudah menginjak umur 5 hari, benih tersebut dapat diberi pakan berupa kuning telur ayam yang direbus. Dan sepekan kemudian diselingi dengan diberi pakan beupa jentik nyamuk. Jika anakan ikan patin tersebut telah cukup kuat untuk dipindahkan, ikan dapat dipindahkan di kolam untuk dilakukan pendederan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *