Budidaya Ikan Gabus Memanfaatkan Rawa Lebak

Urbanina.com - Ikan gabus merupakan salah satu ikan air tawar yang hidup di perairan indonesia. Ikan semacam ini dapat akan banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawaa dan Kalimantan. Berbagai menu olahan yang menggunakan ikan gabus sebagai bahan pokok telah banyak ditemui di Indonesia. Terutama di Sumatera Selatan, banyak menu olahan terkenal yang menggunakan ikan gabus sebagi bahan pokonya, seperti pempek, kerupuk dan lain-lain. Tak heran jika harga ikan gabus disana menjadi salah satu yang teringgi di Indonesia. Ikan yang disukai banyakorang tentu akan membuka peluang untuk dibudidayakan, tak terkecuali ikan gabus ini. Saat ini, budidaya ikan gabus sudah mulai digeluti oleh banyakorang seiring dengan meningkatnya permintaan pasar akan ikan gabus ini. budidaya ikan gabus Selain menu olahan terkenal yang ada di Sumatera Selatan diatas, ikan gabus juga dapat menjadi menu olahan lain dan dimanfaatkan dengan bentuk lain juga. Misalnya, benih ikan gabus dapat dimanfaatkan untuk menjadi pakan ikan hias, lalu ikan yang sudah besar banyak disukai untuk dijadikan menu olahan karena dagingnya yang besar dan rasanya yang khas. Dan juga, bentuk kering ikan gabus ini dapat dimanfaatkan sebagai ikan asin atau ikan asin. Dengan berbagai manfaat ikan gabus inilah budidaya ikan gabus banyak mendapat tempat di hati para konsumennya. Budidaya ikan gabus juga dapat dilakukan di rawa lebak. Rawa lebak adalah wilayah daratan yang memiliki genangan air minimal selama 3 bulan dengan tinggi genangan minimal 50 cm. Genangan yang terjadi dalam waktu yang lebih lama bahkan sampai sepanjang tahun. Rawa lebak ini memiliki dua fase yaitu fase kering atau teresterial dan fase berair atau akuatik. Lahan semacam ini sebenarnya sudah dimanfaaatkan untukkegiatan perikanan yaitu berupa kegiatan penangkapan. Namun, semakin lama kegiatan ini mengalami penurunan di bidang produtivitasnya. Maka dari itu, kegiatan budidaya ikan gabus dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan produktifitas ikan bagi para nelayan. Di lihat dari sudut pandang yang lain, hal ini juga dapat menjadi salah satu peluang usaha bagi petani maupun nelayan yang berada di perairan lebak. Adapun budidaya ikan gabus di rawa lebak ini bukannya dapat dilakukan tanpa kendala. Terkadang budidaya dapat terhambat karena sifat alami dari ikan itu sendiri yaitu kanibalisme. Ikan gabus memang memiliki sifat kanibal sehingga mau memakan hewan sejenis jika memang sedang lapar. Maka dari itu, agar budidaya terhindar dari kerugian yang disebabkan oleh sifat kanibalisme ini, perlu dilakukan upaya penebaran dengan kepadatan yang optimal. Kepadatan yang optimal pada budidaya ikan gabus akan mempengaruhi kecepatan pertumbuhan dan sintasan(suvival rate) yang layak bagi ikan gabus, sehingga resiko terjadi kanibalisme akan berkurang. Dalam melakukan pemeliharaan ikan gabus ini, juga dapat didukung dengan berpedoman pada banyak penelitian yang telah dilakukan oleh badan yang ada di bidangnya. Saat ini, badan yang ahli di bidangnya telah menemukan berbagai teori yang didapat dari riset dan penelitian. Adapun riset yang dilakukan juga akan bemanfaat untuk meningkatkan produksi ikan rawa sehingga penghasilan dari petani atau nelayan yang melakukan budidaya juga akan meningkat. Mengapa demikian? Karena penelitian yang dilakukan badan yang ahli di bidangnya tersebut adalah dengan penelitian pada pertumbuhan, sintasan, serta konversi pakan ikan gabus yang yang dilakukan di lahan rawa menggunakan wadah karamba. Sehingga, sangat cocok dengan langkah budidaya pada ikan gabus yang juga dilakukan di rawa, tepatnya rawa lebak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *