Berbagai Media Pemeliharaan Lobster Yang Dibutuhkan

Urbanina.com - Budidaya lobster ikan air tawar dapat dilakukan oleh siapa saja yang memiliki keinginan untuk membudidayakannya. Karena, meskipun memiliki banyak langkah yang harus ditempuh, upaya budidaya lobster air tawar ini memiliki tingkat kemudahan yang lebih tinggi dibanding dengan budidaya udang galah ataupun udang windu. Selain dengan proses budidaya yang lebih mudah, peralatan dan media pemeliharaan lobster yang digunakan pun juga mudah untuk didapatkan. Peralatan pemeliharaan lobster telah dibahas di artikel sebelumnya, maka kali ini Urbanina akan membahas tentang media pemeliharaan lobster. Ada beberapa media pemeliharaan lobster yang perlu disiapkan pembudidaya untuk memperlancar proses budidaya lobster ini, yang tentunya mudah ditemukan disekitar kita. Berikut adalah berbagai media pemeliharaan lobster yang dibutuhkan untuk budidaya. media pemeliharaan lobster
  1. Aquarium untuk pemijahan
Aquarium untuk pemijahan difungsikan khusus untuk tempat pemijahan atau perkawinan induk lobster. Nanti juga akan kita bahas mengenai aquarium lain yang juga digunakan untuk kepentingan budidaya yang lainnya. Ukuran aquarium ini bisa beragam, sebagian ada yang lebih memilih ukuran 100 x 50 x 25 cm, denga kedalaman air 20 cm. Jangan lupa untuk melengkapi peralatan pemeliharaan yang telah kami tulis di artikel sebelumnya.
  1. Aquarium untuk pengeraman
Sesuai judulnya, aquarium yang kedua ini difungsikan untuk tempat pengeraman telur, sehingga dikhususkanuntuk induk betina saja. Ukuran aquarium ini juga beragam sesuai keinginan pembudidaya, dan lama pengeraman telur oleh induk betina biasanya sekitar 30-40 hari.
  1. Aquarium untuk penetasan dan pembesaran
Aquarium ini difungsikan untuk proses penetasan telur dan pembesaran benih. Proses budidaya lobster air tawar yang baik memang dilakukan dengan banyak media yang beragam sehingga mempermudah pengelompokan lobster dan dapat menumbuhkan lobster degnan lebih optimal. Tahapan penetasan telur biasanya belangsung antara 10-12 hari, dengan sebagian anakan lobster sudah melepaskan diri dari induknya.
  1. Aquarium untuk karantina
Maksud dari karantina ini adalah untuk menyendirikan induk lobster yang telah menetaskan telur sebelumnya. Karena, biasanya induk lobster akan mengalami prosess moltin setelah menetaskan telurnya. Dengan disendirikan di aquarium karantina, diharapkan lobster terlindung dari sifat kanibalisme lobster yang lain dan dapat melakukan ganti kulit dengan lancar.
  1. Box fiber
Box fiber adalah media pemeliharaan yang dapat menjadi alternatif dalam memelihara benih lobster yang masih berukuran kecil. Bila memelihara menggunakan box fiber, pembudidaya dapat menghemat ruang karena box fiber dapat disusun secara bertingkat.
  1. Kolam tanah / tambak
Kolam tanah atau tambak dapat digunakan untuk membesarkan lobster yang telah siap untuk dibesarkan. Kolam tanah ini biasanya berukuran besar dan dapat menampung lobster dalam jumlah yang lebih banyak. Apabila hendak menggunakan kolam tanah untuk pembesaran, disarankan agar memasang karpet plastik disetiap pinggir kolam dengan tujuan agar lobster tidak dapat merayap dan pergi meninggalkan kolam. Selain itu, juga tetap memperhatikan kualitas air agar tetap terjaga seperti terdapat air yangmengalir sehingga pasokan oksigen dapat terpenuhi, dan lain sebagainya.
  1. Kolam semen
Kolam yang juga dbisa menjadi alternatif untuk pembesaran lobster adalah kolam semen. Seperti pada aquarium, untuk mendapatkan kadar oksigen terlarut yang cukup kolam air juga perlu dipasang aerator. Dan selain perlengkapan peralatan budidaya, kolam semen biasanya dibuatkan satu lubang buangan yang dapat secara otomatis dapat mengurangi debit air bila kolam penuh. Kemudian, untuk mengantisipasi agar lobster tidak keluar dari kolam, dinding kolam diperhalus agar lobster tidak dapat merayap melalui dinding tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *