Ternak belut di kolam terpal

Ternak belut di kolam terpal

Urbanina.com – Ternak belut di kolam terpal adalah salah satu ide brilian apabila ide tersebut dapat dilaksanakan dengan baik oleh seseorang. Budidaya atau ternak belut sendiri merupakan salah satu usaha ternak yang sudah dilakukan oleh beberapa peternak yang ada di sebagian wilayah di Indonesia. Ternak belut yang mereka lakukan tersebut berbanding lurus dengan kebutuhan konsumen akan daging ikan yang nampak seperti ular karena bentuknya yang memanjang ini. Hal ini tidak lepas dari perkembangan industri menu olahan belut yang sudah mulai bervariasi hingga saat ini. Seperti yang disebutkan diatas, bahwa membudidayakan belut menggunakan kolam terpal dapat menjadi salah satu alternatif untuk dilakukan. Dan berikut ini adalah cara yang dapat dilakukan untuk memulai budidaya belut di kolam terpal tersebut.

ternak belut di kolam terpal

Membuat kolam terpal

Langkah pertama yang perlu anda lakukan untuk memulai ternak belut di kolam terpal adalah dengan membuat kolam terpal itu sendiri. Membuat kolam terpal dapat andal lakukan dengan mudah apabila mengikuti prosedur yang telah ditentukan sebagai berikut.

  1. Anda dapat memulai dengan menggali tanah yang telah siap untuk dijadikan lahan untuk kolam terpal.
  2. Setelah itu, galian tersebut perlu anda diamkan sementara selama 4-5 hari.
  3. Baru kemudian anda dapat memulai memasang terpal sehingga sedikit lagi kolam akan selesai dibuat. Untuk menguatkan terpal yang terpasang, anda dapat memanfaatkan bambu yang dipasang disekeliling kolam.
  4. Kolam hampir selesai disiapkan. Untuk menyelesaikan persiapan kolam terpal tersebut, anda cukup mengisi kolam tersebut dengan media tanah liat dengan tebal 2-3 cm. Lalu, dilanjutkan dengan mengisi media air dengan kedalaman 20-30 cm.

Memilih bibit

Prosedur yang tidak boleh dilupakan ketika ternak belut di kolam terpal adalah memilih bibit. Bibit atau benih ikan belut dapat dengan mudah didapatkan di penjual bibit terdekat. Bibit yang baik dapat anda beli dengan memperhatikan terlebih dahulu cirri-ciri fisik calon bibit yang akan anda beli. Beberapa cirri-ciri utama bibit yang baik adalah bibit yang terhindar dari hama, memiliki gerakan yang lincah, serta memiliki warna yang cerah dengan kulit yang licin ketika dipegang.

Setelah mendapatkan bibit yang baik, anda dapat menebarkan bibit tersebut kedalam kolam terpal dengan hati-hati. Benih yang ditebarkan dengan kasar dikhawatirkan akan mengalami stess, sehingga pertumbuhannya dapat terhambat.

Pemeliharaan di kolam terpal

Langkah selanjutnya dalam ternak belut di kolam terpal adalah langkah pemeliharaan belut. Untuk pemeliharaan yang umum, biasanya dilakukan dengan memberikan pakan berupa bekatul, limbah ikan, debok pisang, dan lainnya. Pemberian pakan tersebut juga tidak harus dilakukan setiap hari. Sedangkan jika ingin mempercepat pertumbuhan belut, perlu dilakukan pemeliharaan khusus yaitu dengan secara konsisten dan teratur memberikan nutrisi EMP4.

Pemanenan di kolam terpal

Ternak belut di kolam terpal dapat menghasilkan panen yang baik setelah masa pemeliharaan selama 5-6 bulan. Namun, masa panen belut ini juga tergantung pada tingkat pemeliharaan yang dilakukan oleh peternak atau pembudidaya itu sendiri. Bukan tidak mungkin karena pemeliharaan yang kurang intensif, belut baru akan dapat dipanen lebih lama dari 6 bulan masa pemeliharaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *