Cara Budidaya Ikan Belut Di Kolam Semen

Cara Budidaya Ikan Belut Di Kolam Semen

Urbanina.com – Belut merupakan jenis ikan yang nikmat rasanya. Rasa khas sekali dan mengandung banyak gizi yang di dalamnya. Saat ini belut adalah salah satu sumber protein hewani yang amat digemari banyak orang. Kini tidak sedikit orang yang membudidayakan belut ini sehingga belut dengan mudah bisa ditemui di pasar. Budidaya belut ternyata cukup mudah dan tidak memerlukan lahan yang begitu luas. Selain dengan media tong/drum belut juga bisa dibudidayakan di kolam semen dalam jumlah yang besar.

Budidaya belut lebih mudah dilakukan ketimbang ikan, entah hanya sekedar ikan peliharaan atau sebagai ikan ternak. Umumnya kolam budidaya ikan ini dibedakan atas kolam permanen dan semi permanen. Tidak ada yang lebih baik diantara satu dengan yang lainnya. Apapun yang Anda pilih lebih baik disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lingkungannya.

Budidaya Belut Di Kolam Semen

Karena ukurannya mudah disesuaikan dengan luas lahan, Kolam semen, kolam bambu, kolam knock down, kolam terpal atau drum/tong cocok dipergunakan untuk budidaya belut di lahan sempit sebab ukurannya mudah sekali disesuaikan dengan luas lahannya.

Kolam semen tentunya terbuat dari bahan besi, batu kali, pasir, semen dan batu bata. Biasanya dibuat dengan bentuk persegi. Bentuknya seperti bak di atas permukaan tanah atau yang ditanam di tanah. Tak ada ukuran kolam yang baku karena sepenuhnya tergantung pada banyaknya belut yang akan dibudidayakan. Semakin banyak jumlah belutnya maka memerlukan kolam lebih luas lagi.

Sebagai patokan, setiap 2 kg benih memerlukan kolam seluas 1 m2. Kemudian seiring dengan pertumbuhan ikan belut itu sendiri mesti dilakukan penjarangan agar populasi belut jangan sampai berlebihan. Kedalaman kolamnya cukup 1 m saja. Nantinya dapat diisi dengan media dan air setinggi 60-80 cm.

Kolam semen umumnya lebih tahan lama dibandingkan dengan jenis lain, tetapi sekaligus lebih banyak tetek bengeknya. Kolam semen mesti dibersihkan berulang kali hingga bau semennya hilang sebelum digunakan. Kemudian direndam beberapa hari dengan diberi pelepah batang pisang untuk menetralkan racun yang tersisa.

Paling sibuk pada waktu panen, khususnya untuk kolam semen yang ditanam. Dibutuhkan kesabaran lebih untuk menguras lumpur serta mengeluarkan seluruh belut. Sebaiknya tidak mempergunakan kolam tanam,  buat saja kolam di atas permukaan tanah. Pada salah satu dari dinding kolam dibuat saluran keluar dari paralon/pipa PVC berdiameter 4 inci. Ketika panen tiba tinggal melepas penyumbatnya sehingga lumpur dan belut bisa dengan sendirinya langsung keluar.

Pada bawah bibir kolam diberikan lubang pelimpah dari pipa paralon berukuran 1/2 inci agar air tidak luber, khususnya saat musim hujan. Sementara itu pada sisi dalamnya dipasang penyaring, agar belut tidak bisa keluar. Ketinggian lubang pelimpah sebaiknya disesuaikan dengan ukuran  ketinggian media.

Kemudian berilah saluran untuk air masuk pada sisi yang bersebelahan dengan lubang pelimpah air. Alirkan air pada debit yang kecil agar air kolam terusa mengalir sehingga menghindari air kolam menjadi jenuh karena zat-zat yang mengandung racun hasil metabolisme belut dan sisa-sisa pakannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *