Cara Budidaya Belut Di Kolam Terpal

Cara Budidaya Belut Di Kolam Terpal

Urbanina.com – Cara budidaya belut di kolam terpal adalah cara lain yang dapat dilakukan agar budidaya belut menjadi lebih efektif. Meskipun sebagai cara lain atau sebagai cara alternatif, tetapi cara budidaya ini tetap dapat dilakukan untuk mendapatkan keuntungan yang masif. Bahkan cara ini dapat dilakukan dan akan lebih mudah untuk memulainya karen tidak membutuhkan banyak anggaran biaya sebagai modalnya. Anda dapat melakukan budidaya belut menggunakan kolam terpal dengan mengikuti beberapa prosedur dibawah ini.

cara budidaya belut di kolam terpal

Persiapan kolam terpal

Cara budidaya belut di kolam terpal diawali dengan persiapan kolam terpal. Kolam yang perlu dipersiapkan bukan lain adalah kolam terpal. Kolam terpal tersebut didesain untuk dibuat tanpa harus menggali tanah. Sehingga, terpal diletakkan pada bilah bambu yang disusun menjadi segi empat yang kokoh, sehingga cukup kuat untuk menampung air didalam kolam terpal nantinya.

Setelah kolam terpal selesai disiapkan, maka kolam tersebut perlu diisi dengan media pemeliharaan yang berupa jerami, pupuk urea, lumpur sawah, pupuk kandang, dan cicangan batang pisang. Media pemeliharaan tersebut kemudian ditambahkan air secara perlahan dan perlu didiamkan selama dua pekan agar terjadi proses fermentasi pada media tersebut.

Pemilihan bibit yang baik

Pemilihan bibit perlu diperhatikan dalam cara budidaya belut di kolam terpal. Pemilihan bibit tentu dilakukan agar didapatkan bibit yang baik. Dan untuk mendapatkan bibit yang baik tersebut, berikut ini adalah persyaratan bibit yang baik tersebut. Memiliki gerakan yang lincah, memiliki tubuh yang utuh, dan tubuhnya tidak lemas ketika dipegang. Selain itu, umur bibit yang disarankan adalah bibit belut yang berusia 2-4 bulan.

Pemeliharaan pembesaran belut

Cara budidaya belut di kolam terpal tidak luput dengan prosedur pemeliharaan yang tepat. Pemeliharaan pembesara belut ini menyangkut beberapa aspek yang perlu diperhatikan oleh pembudidaya. Yang pertama adalah aspek pemberian pakan. Untuk menggunakan kolam terpal yang sudah terdapat media pemeliharaan didalamnya, pemberian pakan tersebut cukup dilakukan dengan pemberian pakan 10 hari sekali berupa cacing tanah yang dipotong kecil-kecil terlebih dahulu, atau juga bisa berupa pakan alami lainnya berupa bekicot.

Aspek kedua yang perlu diperhatikan juga adalah aspek lingkungan. Aspek lingkungan yang perlu diperhatikan adalah temperatur dan ph air kolam. Temperatur atau suhu yang optimal untuk kolam belut adalah 25-30 derajat c, sedangkan untuk ph nya berkisar antara 5-7.

Untuk menjaga kandungan oksigen terlarut, pembudidaya tidak perlu khawatir. Karena, belut tetap dapat hidup dengan baik di tempat yang kandungan oksigennya ekstrim sekalipun.

Pemanenan belut

Setelah melalu berbagai langkah dalam cara budidaya belut di kolam terpal, maka saat panen adalah saat yang ditunggu-tunggu. Belut dapat dipanen kapan saja disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Dalam jangka waktu 3 bulan, belut sudah dapat dipanen dengan memiliki ukuran yang belum terlalu besar tentunya. Untuk membesarkan belut ini, diperlukan sekitar 3-6 bulan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *