Cara Budidaya Belut Di Drum

Cara Budidaya Belut Di Drum

Urbanina.com – Cara budidaya belut di drum dapat dilakukan dengan lebih sederhana jika dibandingkan dengan menggunakan kolam jenis lainnya. Karena, drum bekas yang dipakai dapat dijadikan kolam sederhana hanya dengan sedikit memodifikasinya. Ketahanan kolam sudah terjamin oleh drum bekas yang memiliki kekuatan yang cukup besar untuk menampung air. Dan masih banyak keuntungan lainnya dari menggunakan drum bekas untuk membudidayakan belut. Lalu, apa saja prosedur yang dilakukan untuk memulai budidaya?, berikut adalah ulasannya.

cara budidaya belut di drum

Membuat kolam drum

Cara budidaya belut di drum diawali dengan langkah yang pertama yaitu membuat kolam drum. Kolam drum hanya dapat diperoleh dengan membuat sendiri kolam tersebut menggunakan drum bekas yang tidak dipakai untuk menampung air lagi. Anda juga bisa mendapatkan drum bekas tersebut dengan membelinya di penjual rongsong dengan harga yang terjangkau.

Langkah pembuatan kolam drum dimulai dengan terlebih dahulu membersihkan drum bekas tersebut, terutama untuk membersihkan bagian dalamnya. Lalu, letakkan drum tersebut dengan posisi tidur sehingga berbentuk seperti tabung dengan penutupnya berada di kedua samping tabung. Lalu, buatlah lubang di sisi tabung dengan ukuran secukupnya. Setelah itu, maka jadilah kolam drum yang diletakkan dengan posisi tidur. Agar keseimbangannya terjaga, anda dapat meletakkan batu bata di samping kanan dan kiri kolam drum.

Namun sebelum digunakan, buatlah saluran pembuangan air kolam terlebih dahulu disalah satu bagian bawah kolam drum tersebut.

Menyiapkan media tumbuh

Menyiapkan media tumbuh perlu dilakukan untuk melanjutkan prosedur dalam cara budidaya belut di drum. Belut membutuhkan media tumbuh untuk dapat dibudidayakan di kolam drum ini. Oleh karena itu, siapkan media tumbuh tersebut yang dapat diperoleh dari campuran jerami, pupuk tsp, mikroorganisme starter dan lumpur kering yang kemudian dicampur dengan air secukupnya. Media tumbuh tersebut diletakkan didasar kolam drum yang sudah siap, kemudian didiamkan selama dua pekan dengan tujuan agar media tumbuh tersebut dapat mengalami proses fermentasi yang mana sangat dibutuhkan.

Memilih bibit belut

Langkah yang dapat dilakukan selanjutnya dalam cara budidaya belut di drum adalah memilih bibit belut. Pemilihan bibit menjadi salah satu langkah penting yang dapat mempengaruhi kesuksesan budidaya belut yang anda lakukan. Oleh karena itu, anda harus memilih bibit belut yang memenuhi persyaratan berikut ini jika ingin mendapatkan bibit belut yang berkualitas baik. Adapun ciri-ciri bibit yang baik tersebut diantaranya adalah memiliki gerakan yang lincah, serta memiliki tubuh tanpa cacat. Bibit yang baik ini biasanya memiliki ukuran tubuh sekitar 10-12 cm.

Pemberian pakan belut

Pemberian pakan tentu mejadi langkah selanjutnya dalam cara budidaya belut di drum. Pakan belut yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan yang optimal adalah sebanyak 2-20% dari bobot belut per harinya. Sedangkan waktu yang tepat untuk memberi pakan adalah sore atau malam hari, dengan pakan berupa bekicot, cacing tanah, atau juga bisa menggunakan ikan-ikan kecil.

Pemanenan belut

Belut dapat dipanen jika sudah berumur 3 bulan, tetapi dengan ukuran yang tidak terlalu besar tentunya. Jika ingin hasil yang lebih besar, maka diperlukan pemeliharaan dengan waktu pemeliharaan yang ditambah pula. Pemanenan dapat dilakukan dengan cara pengurasan air terlebih dahulu baru kemudian menangkap para belut yang bersembunyi didalam lumpur sekalipun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *