Cara Budidaya Belut di Dalam Drum Menguntungkan

Cara Budidaya Belut di Dalam Drum Menguntungkan

Urbanina.com – Beternak belut sudah banyak dilakukan oleh kalangan masyarakat desa dan kota, baik warga kelas menengah maupun kelas atas. Usaha pembudidayaan belut ini telah mulai gencar dilakukan sejak beberapa tahun silam. Cara budidaya belut di dalam drum merupakan salah satu upaya beternak belut yang dilakukan secara intensif dan telah merambah ke beberapa kota di Indonesia.

Belut yang dalam bahasa ilmiah disebut Monopterus albus ini ialah ikan yang tinggal di air tawar. Walaupun sosoknya kecil, tetapi karena banyaknya konsumen menyebabkan belut mempunyai nilai jual yang cukup tinggi. Belut saat ini merupakan ladang bisnis yang menguntungkan.

Cara Budidaya Belut Di Dalam Drum [[ ]]

Belut bukanlah jenis ikan yang sukar dibudidayakan. Ikan yang satu ini tidak mesti diternak di tambak-tambak/kolam seperti layaknya kebanyakan ikan sehingga orang yang mempunyai lahan sempit juga bisa memeliharanya dengan cara budidaya belut di dalam drum. Beternak belut di dalam drum/tong adalah sebuah inovasi pembudidayaan belut di Tanah Air.

Bekas drum/tong dapat dijadikan wadah/tempat untuk pemeliharaan belut yakni dengan memberi lubang pada bagian samping drum/tong dan lubangnya berbentuk persegi panjang. Lubang tersebut memiliki ukuran 40% dari tinggi dan lebar drum yang bermanfaat agar belut tidak gampang keluar dari drum.

Sebelum Anda melakukan hal yang lainnya, letakkan drum dalam posisi mendatar lalu diberi ganjalan di bagian samping agar drum tidak terguling dan berputar kesana-kemari. Selanjutnya membuat saluran pembuangan air agar gampang dibersihkan.

Pelindung dibuat pada bagian atas drum agar belut tidak terpapar sinar matahari langsung untuk keberlangsungan belut. Pasalnya pencahayaan berlebihan akan mengakibatkan belut kena siksa dan gagal dalam bereproduksi. Sesudah drum siap dipergunakan, masukkanlah tanah ke dalamnya untuk perkembangan belut.

Tanah yang dipersiapkan tadi jangan yang mengandung pasir, tidak begitu liat tetapi masih mempunyai kandungan hara yang lumayan tinggi. Dianjurkan sekali menggunakan tanah yang berasal dari sawah atau tanah bekas memelihara ikan lele.

Setelah itu tanah dibuat menjadi gembur dengan cara membasahinya dengan air dan memasukkan EM 4. Ukuran tanahnya kira-kira 40-50 cm. Disamping media tanah, Anda pun penting untuk menyediakan media bokashi yang disiapkan dengan cara terpisah.

Media tersebut dibuat dari jerami dan batang pisang yang sudah kering dan dicampurkan dengan bahan-bahan lainnya seperti air, EM 4, dan bekatul. Saat mencampur, pencampuran dilakukan sedikit-sedikit agar media tidak terlampau basah. Kemudian tutup, diamkan sekitar 4-7 hari dan dibolak-balik agar tidak membusuk.

Tahapan berikutnya dalam cara budidaya belut di dalam drum ialah dengan mencampurkan bokashi dan media tanah. Kemudian air dituangkan pada ketinggian 5 cm. Biarkan selama  kira-kira 7 hari. Pada hari berikutnya drum dibersihkan dengan menggunakan air yang baru, namun ketinggiannya sama.

Berikutnya vestin, ikan kecil, dan tumbuhan air dimasukkan dan tunggu sampai satu hari. Jika perlu, berilah vestin agar pertumbuhan belut menjadi baik. Bibit belut dimasukkan ke dalam drum dan tunggu hingga 21 hari. Nah, pada hari ke-24, barulah beri belut makanan.

Hal terpenting dalam cara budidaya belut di dalam drum ialah tidak boleh lupa untuk memberikan pakan dengan cara teratur. Pada intinya, tiap-tiap makhluk perlu makan, jadi kalau ingin mempunyai ternak sukses maka rawatlah secara baik.

Jika Anda mau memulai urban farming, menanam sayuran hidroponik, sayuran organik, mau menanam sistem akuaponik, sebaiknya Anda berkunjung ke www.store.urbanina.com di sini tersedia berbagai starterkit dan juga alat serta bahan untuk Anda yang mau mulai menanam. Atau bisa konsultasi ke 082227639118.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *