Cara Budidaya Belut Dalam Kolam Secara Mudah

Urbanina.com – Cara budidaya belut dalam kolam sesungguhnya cukup mudah, tidaklah sesulit seperti pada budidaya ikan. Adapun masalah utama di dalam budidaya belut yaitu masih adanya kesulitan dalam hal penyediaan benih/bibit.

Selama ini untuk memenuhi kebutuhan terhadap bibit biasanya para peternak atau pembudidaya belut mendapatkan langsung dari alam atau membelinya di tempat-tempat pembibitan. Sementara itu untuk pembibitan belut secara buatan hingga saat ini di Indonesia belum ada. Akibatnya penyediaan bibit secara langsung masih berdasarkan pada ketersediaan belut di alam.

Cara Budidaya Belut di Kolam

Akan tetapi keadaan ini tidak menyurutkan langkah masyarakat untuk memelihara atau membudidayakan belut. Dengan cara budidaya belum dalam kolam merupakan solusi praktis bagi yang ingin beternak belut secara intensif.

 

Berikut ini cara budidaya belut dalam kolam yang terbilang mudah dan murah.

 

Bahan-bahan dan alat yang dibutuhkan antara lain:

  1. Tanah yang mengandung lumpur, serupa dengan tanah sawah.
  2. Bambu
  3. Pelapah pisang
  4. Jerami
  5. Pupuk kandang (kerbau, sapi, kuda, dsb.)
  6. Air
  7. Cangkul, parang,

 

Langkah-langkah Cara Budidaya Belut dalam Kolam

Pertama-tama dasar bak diisi dengan tanah lumpur setebal kira-kira 10 cm. Lalu di atas tanah lumpur diletakkan jerami yang telah lapuk setebal 10 cm. Lapisan berikutnya adalah potongan-potongan pelepah pohon pisang yang telah layu setebal 10 cm. Setelah itu diberi pupuk kandang setebal 10 cm selaku lapisan ketiga. Sebaiknya gunakan pupuk yang telah jadi. Lalu taburkan kembali di atasnya tanah lumpur setebal kira-kira 5 cm dengan cara merata.

 

Lapisan paling atas upayakan disusun miring sehingga bagian bak yang terendam air hanya sekitar 2/3 bagian saja. Bagian bak yang tak terendam air merupakan tempat bertelur belut. Sebaiknya ketebalan keseluruhan lapisan kira-kira 50-60 cm.

 

Kolam untuk budidaya belut tidaklah perlu yang luas. Cukup dibuat sekitar 10 hingga 20 meter persegi saja. Sebelum kolam digunakan sebaiknya dasar-dasar tepi kolam dicangkul terlebih dulu selebar 1 mtr dari pematang supaya kelak gampang membentuk lumpur. Keberadaan lumpur akan memudahkan belut menggali lubang-lubang perkawinan. Tetapi sebelum kolam ditebar bibit belut dan diairi mesti diberi pupuk kandang yang sudah matang terlebih dulu sebanyak 30 kg untuk kolam dengan luas 10 m2.

 

Saluran air masuk diamankan terlebih dulu sebelum air dimasukkan dengan cara diberi saringan kedap untuk mencegah belut-belut pergi dari kolam. Air dialirkan hingga kedalaman 20 cm di bagian yang terdalam dan 15 cm di bagian yang terdangkal sehingga bentuk kolamnya mirip sawah.

 

Lumpur yang mesti dibuat paling dangkal sekitar 15 cm sebab dalam masa perkawinannya belut jantan senang menggali lubang sedalam 10 cm ke bawah kemudian membelok lurus datar lantas ke atas lagi. Lubang perkawinan ini umumnya akan membentuk huruf U. Pastikanlah air yang merendami kolam selalu dalam kondisi lancar/mengalir.

 

Sebaiknya gunakan air tawar yang tak memiliki kandungan soda (deterjen, bekas sabun), tidak memiliki kandungan racun (pestisida) maupun minyak seperti air sisa dapur yang tanpa kandungan sabun, air ledeng dan air sungai.

 

Demikianlah cara budidaya belut dalam kolam, mudah bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *