Bagaimana Prosedur Menyiapkan Bibit Belut?

Bagaimana Prosedur Menyiapkan Bibit Belut?

Urbanina.com – Ikan belut yang dibudidaya sudah berkembang di Indonesia sejak tahun 1979. Belut yang dibudidaya rupanya menjadi salah satu usaha yang dapat menjadi bisnis yang menguntungkan. Setelah sejak tahun tersebut dilakukan budidaya, rupanya tidak banyak yang mengikuti pembudidaya untuk ikut membudidayakannya. Sehingga, pembudidaya dapat menjadikan hasil budidaya untuk komoditas ekspor. Tentu belut dengan kualitas yang baik yang dapat memenuhi kebutuhan komoditas ekspor ini. Salah satu yang mempengaruhi kualitas belut ini salah satunya adalah terdapat pada proses menyiapkan bibit belut.

menyiapkan bibit belut

Dan kali ini, Urbanina akan membahas bagaimana prosedur untuk menyiapkan bibit belut. Hal ini dimaksudkan agar bibit belut yang dipersiapkan dapat hidup dengan sehat sehingga dapat dilanjutkan untuk dibesarkan melalui budidaya ikan belut. Jika proses menyiapkan bibit belut in dapat dilakukan sesuai prosedur yang benar, maka ketika sudah besar nantinya konsumen akan dapat menikmati belut yang berkualitas. Seperti yang diketahui, bahwa belut memiliki manfaat yang baik bagi tubuh yaitu sebagai sumber protein hewani.

Untuk meyiapkan bibit belut ini pertama-tama harus mengetahui bagaimana ciri-ciri bibit belu yang baik untuk dibesarkan atau dibudidaya. Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mengenali bibit belut yang baik ini, yaitu yang pertama bibit belut yang baik adalah bibit yang berukuran 5-8 cm. Jika bibit yang berukuran lebih kecil dari ukuran tersebut dibesarkan, dikhawatirkan akan rentan terhadap penyakit sehingga tidak dapat tumbuh dengan normal.

Setelah mengenali bibit belut yang baik, maka dapat dilanjutkan ke langkah berkutnya, yaitu pemilihan bibit. Pembudidaya diharapkan memilih bibit belut yang baik denga ukuran yang telah ditentukan diatas. Untuk memperoleh bibit belut, dapat dilakukan dengan memilih belut yang ada di kolam pembibitan jika punya. Jika tidak punya, pembudidaya dapat memilih bibit belut dengan membeli di pembudidaya yang melakukan usaha pembibitan. Selain dua cara diatas, pembudidaya juga dapat memperoleh bibit belut dengan mencarinya  di sarang-sarang bibit belut yang ada di alam.

Bibit belut yang diperoleh dari membeli di orang yang melakukan pembibitan ini sebenarnya didapat dari pemijahan induk belut yang dia usahakan. Usaha pembibitan ini sebenarnya juga bisa dilakukan oleh siapa saja, namun dengan usaha yang agak berbeda dibanding usaha pembesaran. Adapun usaha pembibitan atau pemijahan ini dilakukan dengan cara membuatkan kolam khusus untuk pemijahan.

Bila pembudidaya ingin mendapatkan bibit sendiri, kolam khusu untuk pemijahan ini diisi dengan 1 induk jantan dan 2 induk betina pada setiap 1 meter persegi. Adapun ukuran induk belut jantan yang baik untuk pemijahan adalah sekitar 40 cm, dan untuk induk belut betina berukuran sekitar 30 cm. Induk belut akan melakukan pemijahan selama 10 hari, lalu menetaskan telur selama 5-10 hari, kemudian dibesarkan hingga 3-5 cm selama 30 hari. Dan setelah itu barulah bibit belut ini layak untuk dibudidaya dengan dibesarkan.

Adapun jika bibit belut yang dipelihara ini masih berusia 1 bulan, harus dipelihara dengan sebaik-baiknya. Perawatan yang dilakukan harus dengan jeli agar tidak banyak bibit belut yang hilang. Selain harus menjaga keutuhan bibit belut ini, lebih baik juga bila kolam yang digunakan untuk memelihara adalah kolam yang airnya mengalir sehingga baik untuk mempercepat pertumbuhan benih. Tentu juga harus menggunakan air yang bersih jika ingin pertumbuhan benih belut menjadi lebih cepat dan sehat. Itulah beberapa hal yang perlu dilakukan dalam upaya menyiapkan bibit belut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *