Bagaimana Membangun Kemitraan Dalam Budidaya Ikan Lele?

Bagaimana Membangun Kemitraan Dalam Budidaya Ikan Lele?

Urbanina.com – Membangun kemitraan dalam budidaya ikan lele dapat mempermudah budidaya ikan lele itu sendiri. Maka, hal ini menjadi salah satu hal yang dicari-cari oleh para pembudidaya ikan lele untuk mengembangkan usaha mereka. Namun, ketika membangun kemitraan ini juga harus dilandasi dengan ilmu yang kuat tentang kemitraan dalam budidaya ikan lele. Oleh sebab itu, banyak pembudidaya ikan lele yang tidak melakukan kemitraan karena sedang hati-hati dengan langkah kemitraan ini.

kemitraan dalam budidaya ikan lele

Pada kesempatan ini Urbanina akan membahas tentang membangun kemitraan dalam budidaya ikan lele. Sebagai seorang yang melakukan budidaya ikan lele ini kami harapkan dapat meningkatkan usaha yang mereka geluti. Salah satu langkah kemajuan itu dapat dilakukan denga membangun kemitraan dalam budidaya ikan lele. Seperti yang telah disebutkan datas bahwa tidak banyak orang yang berani membangun kemitraan atau melakukan kerjasama dengan pihak lain dalam mengembangkan budidaya yang mereka lakukan. Oleh sebab itu, asalkan langakah membangun kemitraan dalam budidaya ikan lele ini dilandasi dengan keyakinan dan ilmu yang kuat, maka pastilah keberhasilan usaha dan keuntungan yang lebih besar akan didapatkan.

Berikut ini adalah beberapa bentuk kemitraan atau kerjasama yang dapat dilakukan di dunia budiday aikan lele. Denganmemahami bentuk-bentuk kerjasama ini diharapkan memberikan pengertian yang lebih mendalam agar dapat mengembangkan usaha dengan membangun kemitraan ini.

  1. Sistem Bagi Hasil

Mungkin ada yang menyebut sistem ini dengan sebutan kongsi, karena kedua nama kerjasama ini memiliki prinsip yang sama. Kerjasama sistem bagi hasil atau kongsi ini melibatkan dua pihak. Pihak pertama adalah sebagai pemodal dan pihak kedua adalah sebagai pelaksana. Kedua pihak tersebut memiliki perannya masing-masing untuk memperlancar budidaya ikan lele ini.

Peran pemodal dalam sistem bagi hasil atau kongsi ini adalah sebagai pihak yang menyediakan modal usaha budidaya. Modal dapat berupa lahan, bibit lele, pakan, obat-obatan, dan peralatan budidaya. Sedangkan peran pihak pelaksana adalah melaksanakan budidaya ikanlele ini dari awal sampai akhir. Dengan kata lain pelaksana menyediakan tenaga untuk membudidayakan ikan lele. Bagi mereka yang ingin membangun kemitraan ini, biasanya pembagian keuntungannya adalah 50:50, 50% untuk pemodal dan 50% untuk pelaksana.

Keuntungan dari sistem ini adalah bahwa kedua pihak mendapatkan keuntungan yang sama besar, apalagi ketika panen bertepatan dengan harga pasar yang mahal.

  1. Sistem Kemitraan

Sistem kerjasam yang kedua ini dilakukan juga diantara dua pihak, namun terdapat perbedaan jika dibandingkan dengan sistem bagi hasil. Kerjasama ini dibangun oleh dua pihak yang mana pihak pertama sering disebut dengan inti, sedangkan pihak kedua bisa disebut dengan plasma. Masing-masing dari pihak inti dan plasma memiliki peran yang berbeda serta dari awal telah melakukan perjanjian tentang pembagian hasil yang akan diterima.

Untuk lebih jelasnya, pihak inti memiliki kewajiban untuk menyuplai bibit lele, pakan, dan obat-obatan yang diperlukan. Dan pihak plasma memiliki kewajiban untuk menyediakan lahan dan tenaga kerja. Dan setelah mendapatkan panen yang didapatkan, harga panen sudah disesuaikan dengan harga awal ketika membuat perjanjian, sehingga tidak terpengaruh oleh harga pasar. selain itu, hasil panen yang didapat juga tidak boleh dijual ke pasar, melainkan harus dijual ke pihak inti.

Keuntungan dari kerjasama ini adalah bahwa harga ikan lele sudah disepakati sejak awal perjanjian. Dengan begitu, maka keuntungan sudah dapat diperkirakan selama ikan lelemendapat perawatan yang baik dan tumbuh sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *