Arti Pasca Panen Ikan Mujair Bagi Pembudidaya

Arti Pasca Panen Ikan Mujair Bagi Pembudidaya

Urbanina.com – Budidaya ikan mujair dapat dilakukan siapa saja bagi mereka yang ingin melakukannya. Seorang pembudidaya ikan mujair akan dapat menikmati masa panen dengan menghasilkan hasil panen yang laku di pasar sehingga menghasilkan keuntungan yang berlimpah bagi pembudidaya. Namun, di dunia budidaya ikan mujair ada masa yang disebut dengan pasca panen ikan mujair. Lalu, apakah arti pasca panen ikan mujair bagi pembudidaya? Berikut ini adalah penjelasan dari Urbanina.

pasca panen ikan mujair

Pasca panen ikan mujair adalah masa dimana panen ikan mujair telah selesai dilaksanakan oleh pembudidaya. Kolam yang dulunya penuh dengan ikan mujair yang sehat dan terus tumbuh, telah kosong tanpa ikan seekorpun. Itulah garis besarnya, yang mana kata pasca adalah nama lain dari kata sesudah, dan pasca panen adalah setelah panen.

Terdapat sebuah hal menjadi pekerjaan pembudidaya pada masa pasca panen ini. Hal yang pmenjadi pekerjaan ini adalah menangani ikan hidup dan ikan segar yang telah dipanen. Berikut kami rincikan satu per satu penangana kedua jenis ikan ini.

  1. Penanganan ikan hidup

Dalam menjual ikan mujair yang telah dipanen, ikan akan laku denga harga yang lebih mahal jika ikan mujair sampai ke konsumen masih dalam keadan hidup. Dan di masa pasca panen, tak jarang ada konsumen yang meminta ikan sampai di tempat mereka masih dlam keadan hidup.

Untuk menangani ikan hidup ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. Pertama, ketika proses pengangkutan ikan, harap menggunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20° C. Kedua, menggunakan waktu yang tepat ketika pengangkutan, yaitu pagi atau sore hari. Dan yang ketiga, dianjurkan agar memasukan ikan kedalam pengangkutan dengan kepadatan ikan yang tidak terlalu padat.

  1. Penanganan ikan segar

Salah satu faktor dari fakta bahwa ikan segar ini lebih murah dari ikan hiduup adalah karena ikan ini akan cepat turun kualitasnya. Ikan mujair yang banyak mengandung protein menyebabkan bau yang menyengat. Meski begitu, ada juga konsumen yang lebih menginginkan ikan segar dibandinga ikan hidup. Maka dari itu, perlu dilakukan penanganan yang tepat terhadap ikan segar ini yaitu sebagai berikut.

Pertama, harus dipastikan bahwa penangkapan atau pemanenan ikan mujair telah dilakukan dengan hati-hati sehingga tidak membuat ikan mujair yang dipanen terluka. Penanganan ikan segar inilah yang menjadi dasar mengapa pemanenan ikan mujair harus dilakukan dengan hati-hati. Kedua, ikan segar biasanya dikemas untuk dapat dipasarkan. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan pengemasan ini. Yaitu, sebelum dikemas ikan harus dicuci bersih agar terbebas dari lendir.

Ketiga, dengan memastikan kelayakan wadah untuk ikan segar ini. Pastikan bahwa wadah yang digunakan telah bersih dan tertutup. Berikut standar yang banyak disarankan untuk wadah tertutup ini. Jika pengangkutan ikan hanya emembutuhkan 2 jam perjalanan, maka diperbolehkan menggunakan keranjang yang dilapisi dengan daun pisang ataupun plastik. Dengan bahan-bahan sederhana ini, maka pengiriman jarak dekat tidak akan membutuhkan wadah yang terlalu mahal. Namun, jika pengiriman yang dilakukan adalah pengiriman jarak jauh, maka harus menggunakan wadah yang lebih berkualitas. Adapun wadah yang direkomendasikan adalah kotak seng atau fiberglass. Adapun berat maksimal adalah 50 kg, dan tinggi kotak maksimal adalah  50 cm.

Keempat, ikan segar yang diletakkan di wadah harus disusun dengan perpaduan es kecil-kecil bersuhu 6-7 derajat C. Dasar wadah dilapisi es setebal 4-5 cm, barulah diatasnya diletakkan ikan setebal 5-10 cm, kemudian es lagi, kemudian ikan lagi dan seterusnya. Demikianlah arti pasca panen ikan mujair unuk pembudidaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *