Apa Saja Alat Budidaya Ikan Kakap Putih?

Apa Saja Alat Budidaya Ikan Kakap Putih?

Urbanina.com – Di Indonesia, budidaya ikan kakap merupakan salah satu budidaya perikanan yang mulai berkembang. Budiaya ikan kakap putih ini dulunya pernah mengalami kesulitan dalam upaya menghasilkan penen yang banyak. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya suplai benih yang teratur secara berkelanjutan. Namun, masalah tersebut sudah mendapatkan solusi yang tepat sehingga budidaya ikan kakap putih ini dapat terus berkembang di Indonesia. Selain dari paskan benih ikan kakap yang tersedia, perkembangan perikanan ini juga dipengaruhi oleh sarana dan alat budidaya ikan kakap putih yang digunakan. Sarana dan alat budidaya ikan kakap putih juga memiliki peran penting untuk kelangsungan budidaya yang lancar. Karena, sarana dan alat tersebut memberikan kemudahan bagi pembudidaya untuk merawat ikan kakap putih yang dipelihara. Untuk mengetahui seperti apa sarana dan alat budidaya ikan kakap putih di Indonesia, simak penjelasannya berikut ini.

alat budidaya ikan kakap putih

Di negara Thailand, usaha budidaya ikan kakap putih ini menggunakan alat yang bernama floating net cage atau yang dijuga disebut keramba jaring apung. Dan di Indonesia pun rupanya tidak jauh berbeda. Pada umunya, pemeliharaan ikan kakap di Indonesia juga menggunakan keramba jaring apung. Dengan menggunakan alat budidaya ikan kakap putih tersebut, pemeliharaan dilakukan dengan metode mono kultur. Sehingga, satu keramba jaring apung difokuskan untuk memelihara ikan jenis kakap putih saja. Lalu, seperti apakah bahan yang menyusun alat yang bernama keramba jaring apung ini? Berikut kami jelaskan satu per satu.

  1. Jaring

Pada alat yang bernama keramba jaring apung, harus terdapat jaring yang dibuat dari bahan-bahan tertentu. Adapun jaring ini dibuat dari jaring PE 210 D/18 yang ukuran lebar matanya adalah 1-1,25 cm. Ukuran lebar mata jaring ini dimaksudkan agar ikan kakap yang dipelihara tidak lolos ke perairan. Jaring tersebut kemudian dirancang dengan ukuran 3 m x 3 m x 3 m. Untuk ukuran 1 unit pembesaran, perlu disiapkan 6 jaring, 4 jaring terpasang dan 2 jaring untuk cadangan.

  1. Kerangka atau Rakit

Kerangka atau rakit ini diperlukan pada alat keramba jaring apung. Keramba tersebut memiliki fingsi sebagai tempat untuk meletakkan kurungan. Rakit ini dapat dibuat dengan menggunakan bahan baku seperti bambu atau kayu. Adapun kerangka untuk kerangka ini adalah 8 m x 8 m.

  1. Pelampung

Pelampung diperlukan untuk membangun alat bernama floating net cage ini. Saat ini, pelampung pada keramba jaring apung ini didapat dari memanfaatkan drum. Adapun ukuran drum yang sesuai untuk kebutuhan adalah drum dengan volume 120 liter. Pelampung ini akan berguna untuk mengapungkan seluruh sarana budidaya ikan kakap putih. Sehingga, drum yang diperlukan ini kurang lebih 9 buah drum.

  1. Jangkar

Jangkar tidak hanya digunakan oleh kapal pelaut di Indonesia, namun juga bagi pembudidaya ikan kakap putih. Jangkar berfungsi untuk menguatkan seluruh sarana budidaya agar tidak bergeser akibat terhempas angin atau terseret gelombang. Jangkar yang baik terbuat dari besi atau beton seberat 40 kg, dengan jumlah 4 buah.

  1. Bahan lain

Selain dari empat bahan diatas, terdapat bahan lain yang melengakapi keramba jaring apung ini. Pertama adalah benih ikan kakap putih. Keramba jaring apung dapat menampung benih berukuran 50-75 gram per ekor untuk dibesarkan nantinya. Selain benih, keramba tersebut juga perlu mengangkut pakan ikan kakap putih, yang dapat berupa ikan runcah. Tidak lupa juga dengan peralatan lain yang perlu diangkut, seperti ember, serok ikan, keranjang, gunting, dll. Diperuntukkan kepada pekerja, juga bisa dilengkapi dengan sebuah perahu berupa jukung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *