Pupuk Kompos Dalam Pertanian Organik

Pupuk Kompos Dalam Pertanian Organik

Urbanina.com – Pertanian adalah salah satu kegiatan yang merupakan dasar kehidupan manusia. Dengan memalukan kegiatan pertania, manusia berusaha untuk membudidayakan tanaman dan mengkonsumsi hasil pertanian tersebut. Dalam pertanian itu sendiri, penggunaan pupuk sebagai suplemen nutrisi bagi tanaman tidak bisa dilepaskan. Berbagai jenis pupuk kini tersedia di pasaran untuk memenuhi kebutuhan petani dan pembudidaya tanaman. Meskipun demikian, dalam pertanian organik petani tentunya hanya akan menggunakan pupuk organik atau pupuk yang terbuat dari bahan alami seperti sisa-sisa tumbuhan atau pupuk kompos dan kotoran hewan yang lebih dikenal dengan sebutan pupuk kandang.

pupuk kompos

Apa itu Pupuk Kompos?

Salah satu keunggulan dari pertanian organik adalah penggunaan bahan alami sebagai pupuk misalnya kompos. Kompos adalah jenis pupuk yang terbuat dari sisa-sisa tumbuhan yang dibusukkan dan terdegradasi secara alami. Para ilmuwan sudah membuktikan bahwa pupuk kompos adalah sumber unsur hara dan materi organik yang dibutuhkan oleh tanaman. Selain itu kompos tidak hanya menyediakan materi organik tetapi juga udara dan mikroorganisme yang dibutuhkan oleh tanaman.

Apa manfaat pupuk kompos?

Setelah mengetahui apa itu pupuk jenis kompos mungkin anda akan bertanya, apa saja manfaat menggunakan pupuk jenisnkompos dan apakah menggunakan pupuk jenis kompos lebih baik dibandingkan menggunakan pupuk kimia? Jika tumbuhan memmerlukan bahan organik mengapa tidak langsung saja menambahkannya pada tanaman? Perlu diketahui sebelumnya bahwa sisa tumbuhan yang mengandung bahan organik tidak langsung dapat digunakan sebagai pupuk dan hal tersebut akan waktu lama. Pupuk jenis kompos adalah dedaunan atau sisa-sisa tanaman yang tidak dikonsumsi yang telah diuraikan dan dapat lebih mudah diserap oleh tanah. Selain itu, mikroorganisme yang ada dalam kompos tentunya sudah mulai melakukan aktifitasnya sejak awal masa penguraian. Inilah mengapa kompos akan lebih mudah diserap oleh tanah.

Selain itu, pupuk jenis kompos dapat dibuat sendiri dirumah dengan menggunakan beberapa cara. Jika tidak ingin membuatnya karena ingin lebih hemat waktu dan efisien sehingga bisa langsung ditambahkan pada tanah, anda bisa menggunakan pupuk kompos yang bisa dibeli di toko-toko yang menjual alat dan bahan pertanian.

Jenis Pupuk Kompos

Berdasarkan waktu dan cara membuat pupuk jenis kompos, pupuk ini dapat digolongkan dalam tiga jenis pupuk diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Fast composting

Yang dimaksud dengan fast composting adalah pupuk jenis kompos yang dibuat dengan waktu yang singkat dan lebih cepat dibandingkan pembuatan pupuk jenis kompos lainnya. Biasanya metode ini banyak digunakan oleh petani untuk mendapatkan pupuk dalam waktu dekat. Pupuk ini dibuat dalam suatu wadah yang telah disiapkan dan wadah tersebut dilapisi oleh tanah dan diisi oleh sisa-sisa dedaunan kemudian ditambahkan air. Pupuk ini akan siap setelah 6 hingga 9 minggu.

  • Slow Composting

Sesuai namanya, pupuk yang dibuat dengan metode slow composting akan lebih lama diproses dibandingkan dengan fast composting dan bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan. Metode ini dipraktekkan dengan cara mengisi wadah kompos dengan serbuk gergaji yang kaya akan material organik dan juga bisa dilapisi tanah. Setiap hari, sisa tumbuhan atau sampah organik yang merupakan limbah dapur akan ditambahkan pada wadah tersebut dan dibiarkan membusuk hingga menjadi kompos.

  • Worm Composting

worm composting adalah metode pembuatan pupuk kompos dengan memanfaatkan organisme pengurai seperti cacing tanah atau yang juga disebut dengan istilah vermiculture. Cara mebuat pupuk ini cukup mudah, tanah diletakkan dalam wadah penampung kemudian tambahkan limbah organik dapur atau dedaunan. Setelah itu cacing tanah dimasukkan dalam wadah tapi pastikan wadah tersebut haruslah lembab. Biarkan cacing membusukkan dan menguraikan limbah tersebut. Pupuk akan siap digunakan setelah beberapa minggu.

Demikian penjelasan mengenai pupuk jenis kompos, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *