Prinsip Pupuk Kompos Dalam Menyuburan Tanah Kembali

Prinsip Pupuk Kompos Dalam Menyuburan Tanah Kembali

Urbanina.com – Pupuk kompos merupakan pupuk yang sangat dicari-cari para petani untuk saat yang dibutuhkan. Hal ini karena kepopuleran pupuk kimia yang dulu sangat dibutuhkan apa petani dalam menghasilkan panen yang banyak. Namun, hasil panen yang banyak tersebut gagal diimbangi dengan kesuburan tanah yang berlanjut. Sehingga tanah yang tadinya subur, setelah penggunaan pupuk kimia dalam jangka waktu yang lama, tanah kemudian semakin menurun tingkat kesuburannya. Hasil panen yang mulai menurun semakin terasa di pundak petani sebagai beban. Ditambah penampilan fisik tanah yang juga membuat banyak petani prihatin dengan kondisi yang dialami mereka. Namun, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Untuk kembali mendapat tanah yang subur dan jumlah hasil panen yang melimpah, pupuk kompos menjadi solusi. Lalu, bagaimana prinsip pupuk kompos dalam menyuburkan tanah kembali? Berikut ulasannya.

prinsip pupuk kompos

Dalam mengubah sesuatu yang tadinya kurang bagus menjadi bagus, tentu berpegang pada suatu prinsip tertentu yang dapat dijadikan acuan. Sepertihalnya orang jahat yang ingin menjadi orang baik-baik, tentu dia memiliki alasan tertentu dan pedoman tertentu untuk dapat benar-benar berubah menjadi orang baik. Begitu pula pada prinsip pupuk kompos dalam menyuburkan tanah kembali. Ada sebuah prinsip yang dipakai sebagai dasar mengapa pupuk kompos dapat menjadikan tanah kembali menjadi subur. Pupuk yang pada zaman dahulu populer digunakan, sekarang menjadi kembali menjadi pupuk yang banyak diincar oleh banyak petani.

Prinsip pupuk kompos dalam menyuburkan tanah kembali adalah hasil dari studi yang telah dilakukan oleh para ilmuwan. Dan pada prinsip pupuk kompos yang dapat menyuburkan tanah ini adalah dengan melihat serta memanfaatkan kandungan senyawa karbohidrat (C) dan nitrogen (N). Pupuk kompos akan dibuat agar memiliki rasio C/N nya sama dengan rasio C/N pada tanah, sehingga bahan organik dapat diserap oleh tanaman. Dengan rasio C/N pada tanah adalah sekitar 10-12 (<20), dengan bahan rasio C/N pada bahan organik adalah lebih tinggi (>20), maka dalam proses pembuatan pupuk kompos diperlukan penurunan rasio C/N tersebut.

Pada bahan-bahan organik tertentu, memiliki rasio C/N yang cukup tinggi, seperti dedaunan (>50), cabang tanaman (15-60), jerami (50-70), bahkan kayu tua mencapai 400. Dengan demikian, kadang diperlukan perubahan rasion yang tinggi agar mampu menjadi pupuk kompos yang baik. Setidaknya, ada beberapa perubahan yang terjadi selama prosese pengomposan ini, yaitu:

  • Selulosa, karbohidrat, hemiselulosa, ilin dan lemak menjadi CO2 dan air
  • Zat putih telur menjadi amonioa, CO2 dan air,
  • Senyawa organik mengurai menjadi senyawa yang dapat diserap tanaman

Berkat perubahan-perubahan yang terjadi tersebut, maka diharapkan kadar karbohidrat akan menurun. Sebaliknya kadar nitrogen akan menaik. Sehingga, rasio C/N dapat menurun dan dapat mendekati rasio C/N tanah. Dengan demikian, bahan organik mampu diserap oleh tanaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *