Peran Pupuk Organik Untuk Pertanian Indonesia

Peran Pupuk Organik Untuk Pertanian Indonesia

Urbanina.com – Semakin banyak produk yang diminta oleh konsumen, maka produsen pertanian di Indonesia bekerja keras untuk menghasilkan produk yang dapat mencukupi permintaan dari konsumen tersebut. Sementara, para petani hanya memiliki tenaga yang tidak dapat dilipatgandakan. Maka dari itu, munculah yang namanya pupuk kimia ditengah-tengah para petani Indonesia. Seiring dengan munculnya pupuk kimia, maka pupuk yang dulu biasa dipakai memiliki klasifikasi sebagai pupuk organik. Dan selama ini, mereka telah bergantung pada peran pupuk organik ini dalam menumbuhkan berbagai tumbuhan pangan yang mereka tanam.

peran pupuk organik

Pupuk kimia yang muncul diakhir rupanya banyak menarik minat para petani. Hal ini dikarenakan pupuk kimia memiliki berbagai keunggulan dari pada pupuk sebelumnya yaitu pupuk organik. Harus diakui bahwa peran pupuk organik sebelum datangnya pupuk kimia adalah sangat besar. Terlepas dari itu, bebrapa keunggulan pupk kimia diantaranya mudah didapat dan menghasilkan hasil panen yang lebih bagus dari pada pupuk organik. Seiring dengan keuntungan yang didapat dari pupuk kimia, maka pupuk kimi menjadi pupuk yang selalu diidam-idamkan para petani yang hendak memupuk tanaman yang mereka tanam.

Namun, rupanya pupuk kimia semakin lama juga membuat para petani gelisah. Setelah mendapatkan hasil panen yang banyak dan bagus dari penggunaan pupuk kimia, rupanya dampak negatif dari pupuk kimia ini mulai nampak setelah penggunaan yang berulang-ulang. Satu per satu dampak negatif dari pupuk kimia ini mulai menggelisahkan para petani, seperti tanah yang dulunya digunakan untuk menanam tanaman dengan pupuk kimia mulai berkurang tingkat kesuburannya. Bagi negara Indonesia hal tersebut wajar terjadi, karena hal yang baru tidaklah selalu baik semuanya.

Akhirnya, dampak negatif yang dihasilkan oleh penggunaan pupuk kimia ini mulai ditindaklanjuti agar tidak berdampak semakin parah. Salah satu yang menjadi langkah untuk mengatasi dampak buruk pupuk kimia ini adalah dengan penggunaan kembali pupuk organik pada proses pertumbuhan tanaman dari para petani. Dalam hal ini, peran pupuk organik adalah untuk kembali menyuburkan tanah yang tingkat kesuburannya mulai terkikis akibat penggunaan pupuk kimia. Dan hasilnya, lahan yang penanamannya menggunakan pupuk organik kembali menemui kesuburannya kembali walaupun sedikit demi sedikit.

Dan pada tahun 2008, ketika pemerintah turun tangan dalam mengatasi masalah ini, pupuk organik menapat banyak subsidi. Pemerintah telah menganggarkan sekitar Rp 250 miliar untuk mendukung dikembalikannya peran pupuk organik agar dampak negatif yang didapat dari pupuk kimia tidak semakin parah. Sejak saat itu, upaya penggunaan pupuk organik yang dulu mulai luntur kini kembali digunakan kembali dan berharap memiliki peran baik untuk pertanian di Indonesia.

Meski dalam proses penggunaan kembali pupuk organik mendapat kendala, namun tetap terus dupayakan demi pelestarian pertanian di Indonesia. Kendala yang sering dijumpai misalnya, penggunaan pupuk organik bisa saja tidak disukai para petani karena memakan biaya yang cukup banyak bila kualitas pupuk organik yang diproduksi tidak memiliki standar yang bagus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *