Penggunaan Pupuk Dalam Suatu Pertanian

Penggunaan Pupuk Dalam Suatu Pertanian

Urbanina.com РPertanian adalah usaha manusia untuk menghasilkan makanan yang diperlukan untuk melangsungkan hidup dan merupakan salah satu dasar kehidupan manusia. Dalam menjalankan suatu usaha pertanian maupun perkebunan,  banyak faktor yang perlu diperhatian. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah nutrisi tumbuhan. Nutrisi didapatkan oleh tanaman dari tanah dan berupa mineral makro maupun mineral mikro. Selama ini para petani menganggap bahwa memberikan banyak pupuk pada tanah akan sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan. Akan tetapi, berdasarkan penelitian The Royal Horticultural Society di Inggris, menyebutkan bahwa pupuk yang kaya akan nutrisi sebaiknya ditambahkan pada tanah dalam jumlah yang kecil dan bukan dalam jumlah besar. Adapun lembaga komunitas pertanian tersebut juga menyebutkan beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menambahkan pupuk pada lahan pertanian. Hal ini menjadi perhatian tentang bagaimana penggunaan pupuk dalam pertanian.

penggunaan pupuk

  • Analisis Tanah

Sebelum menanam tumbuhan pada suatu lahan, tanah yang akan digunakan untuk budidaya harus dianalisis terlebih dahulu. Tujuannya untuk mengetahui kandungan mineral dalam tanah tersebut dan mengetahui apakah tanaman yang akan dibudidayakan cocok ditanam pada tanah tersebut. Apabila tenah tidak mengandung cukup nutrisi untuk tanaman yang akan ditanam maka petani bisa menentukan jenis pupuk apa yang akan digunakan untuk mengatasi masalah defisiensi mineral tersebut. Suatu hasil analisis tanah yang baik akan mengetahui unsur mineral yang terkandung, tekstur tanah, kandungan organik, dan pH tanah. Tidak hanya itu, analisis tanah juga sebaiknya mengetahuo perbedaan kandungan mineral misalnya kandungan magnesium, fosfor dan sebagainya serta mengetahui aktifitas mikroorganisme didalamnya. Analisis tanah dapat dilakukan melalui uji laboratorium yang akurat.

  • Waktu pemberian pupuk

Penggunaan pupuk dapat dianallisis melalui waktu. Waktu pemberian pupuk juga akan menentukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pupuk harus diberikan secara teratur dalam selang waktu tertentu. Hal ini bertujuan agar tanah memiliki waktu untuk mengurai pupuk terutama pada pupuk organik sehingga bisa diserap oleh tanaman. Waktu pemberian pupuk ini sangat penting terutama pada pertanian di Negara empat musim. Pupuk pada tanaman biasanya diberikan saat musim semi dan tidak diberikan di musim dimana tanaman sulit bertahan hidup seperti saat musim dingin. Di Negara dengan iklim tropis, waktu pemberian pupuk sebaiknya tidaklah jauh dari waktu persiapan untuk menanam tumbuhan.

  • Kuantitas pupuk

Penggunaan pupuk harus memperhatikan jumlah pupuk yang ditaburkan. Jumlah pupuk yang diberikan atau ditambahkan pada suatu lahan haruslah dalam takaran yang proporsional, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Apabila petani ragu tentang jumlah pupuk yang harus diberikan maka sebaiknya gunakan pupuk dalam jumlah yang sedikit agar lebih aman bagi tanah dan tidak menyebabkan masalah dikemudian hari.

  • Jenis Pupuk

Penggunaan pupuk juga harus memperhatikan jenis pupuk yang dipakai. Jenis pupuk yang digunakan dalam lahan pertanian juga akan mempengaruhi kondisi tanah dan tanaman. Sangat disarankan untuk suatu pertanian menggunakan pupuk organik yang lebih aman dan meninggalkan pupuk kimia sebisa mungkin. Pupuk organik yang terbuat dari bahan alami misalnya sisa-sisa tumbuhan dan kotoran hewan akan sangat bermanfaat bagi tanah dan mampu meningkatkan kesuburannya tanpa menyebabkan pencemaran. Pupuk organik saat ini banyak tersedia dipasaran dan jika ingin menghemat biaya, petani bisa membuat pupuk organiknya sendiri.

Perubahan iklim dan kondisi lingkungan yang semakin tercemar saat ini membuat masyarakat seharusnya lebih memperhatikan kelestarian lingkungan. Salah satu usaha untuk melestarikan lingkungan adalah dengan mendukung pertanian organik yang hanya mengandalkan bahan-bahan alami dalam pengelolaannya. Penggunaan pupuk dan pestisida kimia harusnya bisa dihindari sebisa mungkn agar tanaman yang dihasilkan lebih aman dan lebih sehat untuk dikonsumsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *