Metode Pembuatan Kompos yang Sudah Sering Diaplikasikan

Metode Pembuatan Kompos yang Sudah Sering Diaplikasikan

Urbanina.com – Pembuatan pupuk kompos sudah banyak dilakukan oleh para produsen pupuk kompos yang ada di Indonesia. Demi kemajuan pertanian Indonesia, hal ini tentu sangat baik karena penggunaan pupuk kompos terbilang baik untuk tanaman sekaligus ramah bagi lahan pertanian yang dipakai. Seiring dengan kebutuhan pupuk kompos yang semakin banyak, maka produksi pupuk kompos terus dilakukan dan ditingkatkan. Selama proses pembuatan pupuk kompos, ada beberapa metode yang dapat diaplikasikan oleh produsen. Metode pembuatan kompos ini terbagi menjadi tiga kelompok atau tiga metode. Diantara ketiganya, masing-masing telah banyak diaplikasikan oleh banyak produsen. Dan dari masing-masing metode, terdapat kelebihan dan kekurangnnya masing-masing juga. Berikut 3 metode pembuatan kompos yang dimaksud diatas.

metode pembuatan kompos

  1. Metode pembuatan kompos Sistem Windrow

Untuk memberikan gambaran, metode sistem windrow adalah metode paling mudah dan paling murah dibandingkan dengan dua sistem yang akan dibahas nanti. Pada sistem ini, pengumpulan bahan kompos dilakukan dengan ditumpuk kemudian disusun memanjang. Tinggi tumpukan bahan adalah 0.6 sampai 1 meter, dan untuk panjangnya dapat mencapai 40 – 50 meter. Dan untuk lebarnya dapat menggunakan ukuran 2 – 5 meter. Dengan pengumpulan bahan yang sudah cukup, maka proses selanjutnya siap dilakukan.

Dengan memanfaatkan sirkulasi udara alami, sistem ini dapat berjalan dengan baik. Agar sirkulasi udara dapat mencapai tengah, perlu dioptimalkan ukuran panjang, lebar, dan tingginya dengan keadaan bahan baku, kelembapan, dan ruang pori. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar bahan baku dapat mengeluarkan panas yang ditimbulkan oleh proses dekomposisi bahan organik yang terkandung oleh mikroba.

Dan untuk mengendalikan temperatur, kelembapan, serta oksigen perlu dilakukan proses pembalikan yang dilakukan secara terjadwal. Dan proses ini merupakan proses yang membedakan dengan metode yang lain. Sistem ini memiliki keuntungan karena kemudahan dan kesederhanaan untuk membuat pupuk kompos. Sedangkan berbicara mengenai kekurangan, metode ini memerlukan area yang cukup luas untuk dilakukan

  1. Metode pembuatan kompos Sistem Aerated Static Pile

Metode yang kedua adalah metode yang dinamakan sistem airated static pile. Sebagai gambaran, metode yang kedua ini merupakna metode pembuatan yang lebih maju bila dibandingkan dengan metode yang pertama, yaitu sistem windrow. Metode serated static pile ini memanfaatkan aliran udara yang menggunakan pipa sebagai perantaranya.

Dengan prinsip yang hampir sama dengan metode yang pertama, sirkulai udara pada metode yang kedua ini dilakukan dengan memasang pipa yang dilubangi, kemudian udara ditekan menggunakan blower. Sirkulasi udara buatan ini memungkinkan tumpukan bahan kompos dapat melebihi 1 meter. Proses ini dimaksudkan untuk mengalirkan oksigen demi menjaga temperatur. Bila temperatur terlalu tinggi, maka aliran oksigen kerangi, begitu pula sebaliknya.

Dengan kelebihan tidak perlu membalik bahan, kekurangan dari metode ini adalah diharuskannya mengatur bahan baku agar sama atau bersifat homogen pada saat penumpukan. Diatur pula agar ada rongga udara yang cukup, juga bahan yang terlalu besar harus dipotong-potong menjadi 4 – 10 cm.

  1. Metode pembuatan kompos Sistem In Vessel

Metode yang ketiga bernama sistem in vessel. Untuk melakukan metode ini, diperlukan kontainer, bisa berupa silo atau parit yang memanjang. Dan kontainer tersebut akan dapat mengurangi bau yag tidak sedap dari bahan kompos. Pengaturan sirkulasi yang digunakan adalah sama dengan sirkuasi pada metode nomor dua. Sedangkan untuk metode yang ketiga ini, memiliki pintu pemasukan dan pengeluaran bahan kompos secara sendiri-sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *