Hidroponik, Cara Membuat Nutrisi Organik

Hidroponik, Cara Membuat Nutrisi Organik

Urbanina.com – Media tanam hidroponik telah banyak diaplikasikan oleh petani diseluruh dunia begitu juga dengan di Indonesia. Metode tanam ini sering disbanding-bandingkan dengan metode pertanian organik yang ramah lingkungan. Meskipun demikian, ternyata prinsip dasar pertanian organik juga bisa diterapkan pada metode hidroponik. Dengan menggunakan bahan-bahan alami termasuk nutrisi dan pestisida alami, hasil pertanian hidroponik dapat diklaim sebagai produk organik. Metode pertanian hidroponik dengan menggunakan prinsip organik juga dikenal sebagai sistem tanam bioponik. Lalu bagaimana dengan nutrisi organik ?

nutrisi organik

Mungkin bagi Anda yang hobi berkebun atau biasa menerapkan sistem hidroponik pada kebun pertanian akan sedikit bingung bagaimana cara mendapatkan nutrisi organik yang digunakan untuk budidaya Tanaman. Pupuk atau nutrisi organik mungkin bisa diperoleh di toko-toko pertanian tapi teryata nutrisi berbahan organik bisa dibuat sendiri dirumah. Selain lebih ekonomis, nutrisi hidroponik yang dibuat sendiri tentu lebih ramah lingkungan. Untuk membuatnya simak caranya berikut ini

Cara Membuat Nutrisi Organik

Pada dasarnya, nutrisi hidroponik harus mengandung unsure makro dan unsur mikro. Unsur makro adalah unsur yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar yakni Nitrogen, Potassium, dan Kalium, sementara unsur mikro adalah unsure yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit seperti zat besi, kalsium, mangan, magnesium dan lainnya. Semua unsur tersebut terkandung dalam bahan-bahan alami yang mudah didapatkan asal diramu dengan cara yang tepat.

Alat dan bahan yang diperlukan :

  • Kotoran kambing atau ayam 6 Kg
  • Bekatul atau pakan ayam 2 kg
  • Belerang 6 kg
  • Arang sekam 2 kg
  • Daun sirsak 120 gram
  • Daun lamtoro 300 gram
  • Gula pasir 50 gram
  • Jerami 10 kg
  • Bioaktivator atau cairan M4 20 ml
  • Air secukupnya
  • Wadah untuk menampung pupuk
  • Aerator beserta selang, gunakan aerator dengan kecepatan 45 liter permenit

 

Langkah-langkah pembuatan :

  1. Haluskan dedaunan yang ada pada bahan yakni daun sirsak dan lamtoro dengan cara ditumbuk atau diblender
  2. Setelah halus campurkan daun tersebut dengan kotoran kambing, bekatul, biokativator, gula pasir, belerang, arang sekam, mikroorganisme dan bahan lainnya. Aduk hingga rata.
  3. Tuangkan air pada campuran tersebut hingga terendam dengan sempurna.
  4. Pasang selang aerator pada wadah tersebut dan nyalakan aerator untuk memberikan oksigen pada campuran. Oksigen dibutuhkan agar proses fermentasi berlangsung secara aerob atau dengan bantuan udara.
  5. Diamkan larutan tersebut selama kurang lebih 30 hari
  6. Setalah 30 hari larutan hidroponik organik tersebut dapat disaring dan diendapkan. Selanjutnya bagianlarutan yang berada diatas endapan dapat digunakan untuk proses budidaya tanaman secara organik. Endapan yang ada pada bagian bawah larutan sebaiknya jangan dibuang karena bisa digunakan untuk pupuk tanaman yang ditanam dalam pot atau yang ditanam dengan menggunakan media tanah.

Cara Menggunakan Nutrisi Organik

Setelah proses fermentasi berlangsung selama 30 hari dan nutrisi sudah dapat digunakan, maka aplikasikan nutrisi tersebut dengan takaran yang benar. Untuk perbandingannya, Anda dapat mencampurkan 1 liter nutrisi hidroponik organik pada 10 liter air atau dengan perbandingan 1 : 10. Nutrisi organik tersebut akan cocok diterapkan pada sistem hidroponik yang menggunakan sistem wick atau sistem sumbu dan sistem dutch bucket maupun water culture atau sistem raft. Selain diletakkan dalam tangki nutrisi, campuran larutan nutrisi organik tersebut juga dapat digunakan dengan cara menyemprotkannya pada tanaman atau dengan menggunakan sistem fogponik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *