Makanan Organik Dapat Mengatasi Depresi, Juga Mencegahnya

Makanan Organik Dapat Mengatasi Depresi, Juga Mencegahnya

Urbanina.com – Makanan organik sering menjadi perbincangan karena kualitasnya yang berada diatas produk makanan non-organik. Dan juga, banyak konsumen makanan non-organik yang beralih untuk memilih makanan organik karena fakta tersebut. Kualitas yang lebih baik dari makanan organik ini dipengaruhi oleh kesehatan tanaman yang ditangani oleh para petani. Petani dengan jeli merawat tanaman organik yang mereka tanam demi mendapat produk yang dapat dipanen dan dapat menyehatkan konsumen. Para petani merawat tanaman tanpa harus memberi pestisida terhadap tanaman tersebut sehingga tanaman bersih dari zat-zat kimia. Produk yang dihasilkan oleh para petani organik ini selain menyehatkan, makanan organik dapat mengatasi depresi. Hal ini telah teruji oleh ilmuwan yang ahli dibidang itu.

makanan organik dapat mengatasi depresi

Makanan yang kita konsumsi sehari-hari dapat mempengaruhi perilaku kita, serta kesehatan kita. Dan makanan organik dapat mengatasi depresi bagi mereka yang menderita depresi. Untuk diketahui, depresi adalah suasana hati yang buruk dan berlangsung selama kurun waktu tertentu. Ketika mengalami depresi seseorang akan merasa sedih berkepanjangan, putus harapan, tidak punya motivasi untuk beraktivitas, kehilangan ketertarikan pada hal-hal yang dulunya menghibur, dan menyalahkan diri sendiri. Saking parahnya penyakit tersebut, tak jarang penderita yang dilarikan kepada dokter agar dapat mengobati penyakit parah yang dia alami tersebut. Seorang yang menangani orang-orang yang depresi inilah yang tahu-menahu mengenahi pengaruh makanan organik dapat mengatasi depresi.

Berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan para ilmuwan, ada keterkaitan antara ADD, depresi, Skizofrenia dan Alzheimer’s dengan kurangnya vitamin, lemak penting, dan mineral dalam makanan yang dikonsumsi. Penelitian inilah yang mengawali dikemukakannya makanan organik dapat mengatasi depresi, serta mencegahnya. Disebutkan berdasarkan laporan penelitian bahwa makanan dapat mempunyai efek langsung dan lama pada kesehatan mental dan perilaku manusia. Hal itu berdasar pada contoh suatu kondisi dimana di negara yang penduduknya memakan sedikit ikan, mereka memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi. Sehingga, bukti ini menjadi dasar bagi para dokter yang akan mengobati pasien penderita depresi dengan menggunakan makanan sebagai semacam obat atau terapi.

Para dokter yang berkewajiban untuk mengobati pasiennya yang terkena depresi, kemudian bergerak cepat untuk melakukan penanganan dengan cara mereka ini. Mereka merawat pasiennya dengan cara mengubah pola makan. Asupan gizi yang diperoleh pasien sekurang-kurangnya harus mengandung lemak omega 3, ikan, multivitamin, kacang-kacangan dan sayuran hijau. Dan bagaimana hasilnya? Dari pengobatan tersebut, maka pasien berhasil mendpatkan peningkatan mood yang baik, peningkatan energi, dan tentunya tingat deprei mereka dapat menurun. Sebuah hasil yang diharapkan dan ditunggu-tunggu tentunya. Dengan begitu, fakta bahwa makanan mempengaruhi kesehatan mental bisa menjadi lebih jelas lagi.

Hal ini menjadikan tingkat kewaspadaan terhadap mekanan yang tidak sehat menjadi lebih ditingkatkan. Pasalnya, makanan yang tidak sehat selain membuat kesehatan tubuh menurun, juga dapat membuat kesehatan mental menurun. Sehingga para dokter juga memperingatkan kita semua agar dapat menjaga kesehatan mental kita dengan mengkonsumsi makanan yang sehat pula. Kesehatan mental yang dikenal disebabkan oleh lingkungan sekitar yang tidak baik rupanya bisa juga dikarenakan konsumsi makanan yang tidak baik oleh dirinya sendiri. Ditambahkannya, otak membutuhkan campuran karbohidrat kompleks, asam lemak penting, vitamin dan air agar dapat berfungsi dengan baik. Dan juga faktor utama yang dapat memberi pengaruh buruk terhadap makanan adalah banyaknya zat pestisida yang tertinggal pada tanaman sehingga dapat membawa racun ke dalam tubuh jika dikonsumsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *