Humus, si Nenek Moyang Pupuk Kompos

Humus, si Nenek Moyang Pupuk Kompos

Urbanina.com – Humus dikenal sebagai tanah yang sangat subur. Jenis tanah ini telah terbukti mampu menjadi lahan yang sangat baik jika untuk ditanami tanaman untuk tumbuh. Tingkat kesuburan yang sangat tinggi pada tanah jenis ini adalah dikarenakan proses pembentukannya. Tanah jenis ini terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang telah lama mengalami perombakan oleh organisme dalam tanah. Selain berada pada waktu yang lama, tanah jenis ini juga berada pada keadaan yang stabil. Untuk warnanya adalah coklat kehitaman. Tanah jenis ini tentu tidak mudah ditemui, karena menurut penelitian tanah jenis ini berada di hutan hujan tropis yang sangat lebat.

humus

Lalu, apa hubungannya dengan judul diatas? Mungkin judul diatas terlalu berlebihan, karena masa pupuk kompos memiliki nenek, dia saja lahir bukan dari rahim ibu kok? Namun, judul diatas dikaitkan dengan kualitas yang dimiliki tanah humus dibandingakan dengan puuk kompos ini. Keduanya memiliki kemiripan yang tidak dimiliki oleh tanah jenis yang lain. Kedua benda tersebut sama-sama mampu membuat tanaman yang ditumbuhkan menjadi tumbuh baik serta menghasilkan hasil panen yang memuaskan. Kemiripan yang dimiliki antara keduanya ini dikarenakan kepintaran manusia dalam melakukan penelitian untuk mendapat hasil penelitian yang bermanfaat. Pada proses pembuatan pupuk kompos, ada proses untuk membuat kandungan unsur hara pada pupuk yang diselaraskan dengan kandungan unsur hara pada humus. Sehingga, pupuk kompos yang meneladani kualitas kesuburan tanah humus mampu memberikan nutrisi yang baik pada tanaman bahkan dapat menyuburkan tanah yang menjadai lahan tanaman tersebut.

Pada proses pembentukan tanah yang menjadi nenek moyang pupuk kompos ini, terdapat hubungan yang sangat erat antara unsur Carbon (C) dan Nitrogen (N). Pada proses pembentukan tanah nenek moyang pupuk kompos ini, tidak hanya membutuhkan Karbohidrat untuk sumber energi dan bertumbuhnya mikroba, tetapi juga Nitrogen (N) dan Protein (P). Kadar N dan P ini akan dijadikan bahan tumbuhnya. Dalam hal ini, protein tumbuhan akan diubah dijadikan protein mikroba. Dengan senyawa yang tersusun tersebut, maka kadar C/N akan dapat terhitung.

Humus memiliki kandungan karbon sebesar 56.24 persen. Di bagian lain, kandungan kadar Nitrogen dalam protein adalah sebesar 16 persen, dan total protein pada nenek moyang pupuk kompos ini sebesar 35 persen. Oleh karena itu, dapat dihitung menjadi jumlah N pnya, yaitu 35 x 0.16 = 5.6 persen. Jadi, hasil dari pembagian rasio C/N adalah 56.24 / 5.6 = 10.04 persen. Dan hasil dari rasio C digabi N pada humus ini berada dalam keadaan hampir konstan, berada di nilai 10 sampai 12. Maka dari itu, nilai rasio 10 – 12 ini kemudian dijadikan pedoman dalam pembuatan pupuk kompos.

One Comment

  1. Kami produsen Langsung yang menjual Humus Murni galian 6 meter. produk kami 100% remahan-remahan organik,Humus yang kami tawarkan adalah Hasil Tambang Humus Hutan gunung sawal Asli. Berbentuk butiran granule, Sebagai Pupuk Hayati yang mengandung unsur Hara Lengkap untuk tanaman Kesayangan Anda. Humus bukan kompos rekayasa.(bukan pupuk buatan) Humus yang kami jual adalah Humus yang tidak berbau dan sudah matang. dan Benar Benar tidak Berbau, dan Produk ini sudah Melalui uji coba untuk Pemupukan berbagai macam jenis tanaman antara lain tanaman jenis Karnivora-Anggrek-Anturium-Aglonema-Sanseveria- dengan cara ditaburkan dan berfungsi sebagai pupuk slow reales berbentuk granule remahan remahan Kayu dan butiran Organik yang siap di gunakan.
    silakan Mengunjungi toko online kami.
    https://www.tokopedia.com/hidroponikbasic/media-tanam-superhumus-hutanmedia-tanampupuk-organik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *