Cara Menanam Seledri Secara Organik Di Pekarangan Rumah

Cara Menanam Seledri Secara Organik Di Pekarangan Rumah

Urbanina.com - Seledri yang dalam bahasa ilmiah disebut Apium graveolens ini tergolong ke dalam keluarga Umbelliferae yang kerap dibuat jadi herba atau tanaman yang memiliki khasiat obat. Daun seledri sering dijadikan penghias hidangan dan biasa dikonsumsi jadi lalapan. Seledri bisa ditanam di halaman atau pekarangan rumah. Bagaimana cara menanam seledri secara organik di pekarangan rumah kita? Seledri bisa tumbuh ideal di dataran tinggi pada ketinggian 1000-1200 mdpl. Namun seledri juga masih dapat ditanam di daerah dataran rendah dengan menggunakan sistem hidroponik. Cara menanam seledri secara organik di pekarangan rumah dapat dilakukan dengan menggunakan pot atau polibag. Media tanam yang dapat digunakan adalah media tanam yang kaya akan bahan organik dan gembur. Cara Menanam Seledri Secara Organik Di Pekarangan Rumah [ ] Pada dasarnya ada 2 cara menanam seledri yakni dengan cara generatif dan vegetatif. Budidaya seledri secara generatif dengan biji untuk pemula sering mengalami kegagalan karena bijinya tidak bisa tumbuh. Cara ini umumnya digunakan pada budidaya seledri skala komersial. Budidaya seledri dengan cara vegetatif tentunya lebih gampang dan lebih cocok untuk skala rumahan dimana Anda dapat menanamnya di dalam beberapa pot atau polibag. Cara paling mudahnya yakni dengan memotong bagian batang bawah serta akar tanaman seledri tersebut dan anakannya ditanam di pot (polibag). Berikut ini cara menanam seledri secara organik di pekarangan rumah dengan menggunakan anakan (vegetatif). Media Tanam Media tanamnya mesti media tanam yang banyak mengandung unsur hara dan gembur berupa campuran arang sekam (sekam padi, jerami padi, serbuk gergaji), kompos dan tanah dengan proporsi 1:1:1. Usahakan bahan-bahan yang digunakan bebas dari segala hama dan penyakit serta bahan kimia. Penyiraman Penyiraman dilakukan secara rutin pada setiap pagi dan sore hari sampai tanaman berusia 1 minggu. Bisa juga cukup disiram 1 kali saja pada pagi hari saja atau sore hari saja. Sesudah 1 minggu intensitas penyiraman dikurangi menjadi 3 kali dalam seminggu. Pokoknya upayakan media tanam tetap lembab. Pemupukan Pemupukan dilakukan dengan memakai pupuk organik, baik pupuk kimia (NPK Mutiara) maupun pupuk buatan sendiri dari bahan-bahan hayati/nabati. Pemberian pupuk organik cair amat ampuh diberikan untuk pupuk susulan. Pupuk organik cair saat ini sudah banyak dipasarkan di toko-toko pertanian. Sebelum disiramkan pada tanaman encerkan terlebih dulu pupuk organik cair tersebut. Ikuti aturan pakainya seperti yang tertera dalam kemasan. Namun biasanya untuk pupuk organik pemakaiannya dilakukan setiap seminggu sekali. Hama dan Penyakit Tungau, kutu, keong dan ulat tanah merupakan hama yang sering mengganggu tanaman seledri. Langkah paling mudah untuk mengatasi serang hama itu yakni dengan dipungut langsung pakai tangan. Jagalah sanitasi lahan dan lakukan pemupukan yang baik untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Anda dapat melakukan penyemprotan dengan menggunakan pestisida organik jika serangan hama dan penaykit tidak dapat dikendalikan dan diatasi secara manual. Panen Pada budidaya seledri dapat dilakukan panen berkali-kali. Pemanenan pertama umumnya dilakukan sesudah seledri berusia 1-3 bulan setelah masa tanam.  Pemanenan dilakukan dengan cara memotong bagian pangkal batangnya secara berkala. Anda bisa memanen kembali sekitar 2 minggu sekali hingga tanaman seledri itu tidak produktif lagi dan harus dilakukan pergantian dengan tanaman baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *