Cara Menanam Beras Hitam Organik

Cara Menanam Beras Hitam Organik

Urbanina.com – Cara menanam beras hitam organik tentu sedikit berbeda dengan beras biasa. Budidaya beras hitam secara intensif dapat dilakukan dengan teknik perakaran berdasarkan pengelolaan air, tanaman dan tanah. Dengan teknik ini hasil panen tanaman padi/beras hitam menjadi lebih tinggi walau  memakai metode budidaya organik.

Cara menanam beras hitam organik seperti ini berbeda dengan biasanya sebab perakaran tanamannya tidak akan terendam air dan dalam satu lubang bibit tanamannya tidak ditanam dalam jumlah banyak, tetapi cuma satu bibit setiap lubangnya.

Cara Menanam Beras Hitam Organik []

Berikut ini cara menanam beras hitam organik secara singkat dan sederhana.

Persemaian

Sediakan wadah atau besek (kotak dari anyaman bambu) yang memiliki ukuran 15 x 15 cm dan benihnya sebanyak 60-70 benih per 100 bata. Masukkan media tumbuh ke dalam besek berupa tanah dan pupuk organik dengan proporsi 1:1. lalu persemaian tersebut disimpan di halaman rumah.

Cara Tanam

Bibit yang ditanamkan pada lahan sawah ialah benih semai yang sudah berumur 7-10 hari. Lakukanlah teknik tanam tunggal, yaitu dalam setiap lubang tanam ditanami satu bibit saja supaya tidak berebut utnuk memperoleh sinar matahari, oksigen dan nutrisi.

Jarak Tanam

Jarak tanam yang digunakan yaitu 25 x 25 cm, 27 x 27 cm dan 30 x 30 cm sehingga bisa menambah jumlah anakan produktif sebab persaingan dalam mendapatkan sinar matahari, oksigen dan nutrisi/makanan semakin sedikit.

Pemupukan

Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk organik yang terbuat dari bahan-bahan organik berbentuk hijauan(batang pisang, jerami dan lainnya), kotoran binatang (ayam, sapi, kambing dan kelinci ). Pupuk organik diberikan sebanyak 1 – 2 ton per hektare. Boleh juga mempergunakan pupuk cair yang dibuat sendiri sebanyak 5 liter per hektare. Pupuk organik diberikan sebelum bibit ditanam.

Pengelolaan Air dan Penyiangan

Pada usia 7-10 hari setelah tanam dilakukan penyiangan rumput. Namun sebelumnya genangi lahan dengan air  setinggi 2 – 3 cm selama beberapa jam guna memudahkan proses penyiangan. Penyiangan dilakukan selang waktu sekitar 10 hari.

Pada waktu berusia 47-55 hari sesudah ditanamkan di lahan, ada baiknya lahan dalam keadaan kering sepanjang 10 hari. Metode ini dilakukan untuk menekan pertumbuhan vegetatif dan mengirit pemakaian nutrisi supaya tak dipergunakan untuk membuat tunas yang tak produktif dan mencegah tanaman supaya tidak tumbuh terlampau tinggi.

Sesudah 10 hari dikeringkan, keadaan lahan dibasahi lagi tapi tidak boleh terendam selama waktu pertumbuhan mula sampai bernas. Kemudian air dikeringkan lagi sampai waktunya panen. Bila dengan teknik budidaya biasa cuma menghasilkan panen kira-kira 5 – 10 ton/hektare, maka dengan cara menanam beras hitam organik seperti ini dapat menghasilkan padi kira-kira 8 – 14 ton setiap hektare.

Pengendalian Hama

Pengendalian hama terpadu bisa dilakukan dengan cara penyemprotan memakai pestisida organik dengan dosis kira-kira 3 – 5 cc setiap 1 liter air yang diberikan 1 kali dalam seminggu atau musuh alaminya dari hama padi tersebut seperti capung jarum, kepik atau laba-laba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *