Apa Saja Media Tanam Organik Yang Bisa Anda Gunakan?

Urbanina.com - saat ini hasil tanam organik terkenal sebagai salah satu hasil tanaman yang memiliki kualitas terbaik. Tidak heran kalau anda jalan-jalan ke supermarket dan melihat daftar harga sayuran maupun buah organik yang memiliki harga yang diatas sayuran dan buah biasa pada umumnya. Pada supermarket tertenntu, produk organik tersebut juga ditempatkan di tempat khusus yang ditata dengan baik serta yang bisa dengan mudah dipilih oleh pembeli. Karena memang biasanya hasil organik ini memiliki kualitas gizi yang lebih baik dan memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi. Tetapi, sebenarnya anda juga bisa sendiri menghasilkan hasil tanam organik sendiri dengan cara menanam sendiri di rumah. Tentu saja dengan media tanam organik yang bisa digunakan. Nah, apa saja media tanam organik yang bisa anda gunakan? media tanam organik Untuk menghasilkan hasil tanam organik yang benar-benar baik kualitas gizinya, maka harus dimulai dengan hanya menggunakan bahan-bahan organik saja. Mulai dari pupuk dan juga media tanam yang digunakan. Dengan menggunakan bahan-bahan yang organik, maka anda bisa menghasilkan sendiri hasil tanam organik sesuai keinginan anda. Yang perlu diingat, jangan pernah menambahkan bahan-bahan selain organik pada penanaman anda jika anda tidak ingin penanaman anda gagal. Penambahan bahan lain seperti pestisida non-organik tidak boleh digunakan. Nah, berikut ini adalah media tanam organik yang bisa anda gunakan untuk penanaman tanaman organik anda. 1. Tanah Humus Media tanam organik pertama yang bisa anda gunakan adalah tanah humus. Tanah humus adalah tanah yang sangat subur yang terbentuk dari daun dan batang pohon di hutan tropis yang lebat. Tanah humus ini merupakan salah satu jenis tanah yang berperan besar dalam menyuburkan tanaman. Dilihat dari proses pembentukannya, tanah humus ini terbentuk karena aktifitas organisme didalam tanah. Sedangkan dilihat dari ciri-cirinya, tanah humus ini memiliki warna coklat kehitaman. Kalau anda menggunakan tanah humus sebagai media untuk bertanam tanaman organik anda tidak hanya mendapatkan hasil tanam yang sehat saja. Akan tetapi, kualitas kesuburan tanah anda juga akan terjaga kualitas kesuburannya, karena tidak bersifat merusak kualitas tanah. 2. Kohe (kotoran hewan) Saat ini mungkin anda belum bisa menemukan humus di sekitar anda dikarenakan lokasi anda yang mungkin jauh dari lokasi tanah humus tersebut. Nah, anda bisa mencoba untuk menggunakan media yang kedua yaitu kohe. Kohe adalah akronim dari kotoran hewan. Kotoran hewan juga memiliki kualitas yang baik untuk menyuburkan tanaman organik. Nah, salah satu kohe yang disarankan untuk dipakai adalah kohe dari kambing. Selain mudah mudah didapatkan, kualitas dari kohe untuk bertanam organik juga tidak perlu lagi diragukan. Karena kohe kambing memiliki baik itu unsur mikro dan unsur mikro yang cukup untuk tanaman organik. 3. Sekam Bakar Dan media lain yang bisa anda gunakan adalah sekam bakar. Bagi sebagian orang mungkin masih awam dengan nama sekam bakar ini. Namun, mungkin bagi sebagian anda masih awam juga. Nah, sekam sendiri adalah bagian kulit luar dari biji padi. Jadi, sekam bakar adalah sekam yang dibakar kemudian dimanfaatkan untuk media tanam tanaman organik. Sebenarnya semua tanaman bisa ditanam dengan media tanam yang organik ini. Akan tetapi, biasanya kebanyakan hobiis lebih memilih untuk menanam sayuran organik karena lebih mudah ditanam di rumah. Nah, bagi anda yang mau order bibit atau benih sayuran ini, anda bisa order sekarang dengan cara klik disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *