Durian Merah Banyuwangi, Fakta dan Khasiatnya

Durian Merah Banyuwangi, Fakta dan Khasiatnya

Urbanina.com – Selama ini mungkin Anda hanya pernah makan durian yang warnanya kuning atau putih saja. Padahal sekarang sudah ada durian yang berwarna merah berasal dari daerah Banyuwangi. Durian merah asal Banyuwangi ini kian terkenal, malahan popularitasnya tersebut telah mencapai taraf dunia. Hal ini sudah dibuktikan dengan banyaknya peneliti dari sejumlah negara yang tertarik untuk meneliti budidaya durian merah Banyuwangi ini.

Nama durian merah atau durian abang (dubang), menurut bahasa lokal, tentunya mengundang rasa penasaran di hati para peneliti luar negeri untuk menikmatinya, termasuk untuk para penggemar durian domestik sendiri. Durian abang semakin banyak penggemarnya dari hari ke hari. Banyak alasan orang untuk memburu durian merah Banyuwangi. Kecuali lantaran masih sangat terbatasnya jumlah yang bisa dihasilkan dari pohon ini, durian merah Banyuwangi memiliki warna yang sangat eksotis dan rasanya yang lezat, termasuk pula khasiatnya.

Durian Merah Banyuwangi [ ]

Durian merah yang menjadi ikon durian di Indonesia ini nyatanya memiliki sejarah yang cukup panjang terkait zaman kerajaan di negeri kita. Awal mulanya durian merah ini cuma tumbuh dan hidup di hutan-hutan di Pulau Kalimantan. Durian ini menyebar di Banyuwangi saat di sana berdiri Kerajaan Blambangan dimana para petingginya pernah menjelajah ke wilayah Kalimantan dan membawa pulang oleh-oleh berupa durian. Ketika Banyuwangi diduduki oleh Inggris buah ini pernah nyaris punah.

Berikut beberapa fakta tentang durian merah Banyuwangi yang barangkali saja belum Anda ketahui.

Durian merah memiliki aroma yang harum dan rasanya yang lezat. Ukuran durian merah memang cukup kecil dibandingkan dengan ukuran durian kebanyakan. Durian merah memiliki berat maksimal hanya sekitar 2 kg. Tetapi walaupun kecil, daging durian merah ini lebih lembut dan lebih tebal sebab bijinya pun lebih kecil daripada durian-durian yang lainnya.

Di daerah Banyuwanginya sendiri durian merah ini tidak tersedia di seluruh wilayah, namun cuma tumbuh di beberapa daerah yakni Giri, Licin, Kalipuro, Glagah dan Songgon. Durian merah Banyuwangi bisa tumbuh optimal dengan syarat harus mendapatkan sinar matahari penuh, nutrisi garam dari air laut, dan sulfur yang terlarut di aliran sungai dan tanah.

Durian merah Banyuwangi memiliki kandungan vitamin lebih lengkap dibandingkan dengan durian berwarna kuning atau putih yang cuma mengandung glukosa dan karbohidrat. Vitamin yang terdapat pada durian merah terdiri atas afrodisiak yang mampu meningkatkan vitalitas laki-laki, fitohormon yang bisa mencegah terjadinya penuaan dini, dan fitosterol yang membantu relaksasi.

Disamping itu, serat yang terdapat dalam durian merah dapat menyembuhkan sembelit, kandungan potasium dan kalsiumnya bermanfaat untuk kesehatan tulang dan persendian, vitamin C di dalam kandungannya berfungsi selaku antioksidan dan anti-penuaan dini serta meremajakan kulit.  Selain itu, kandungan alkoholnya juga lebih rendah.

Durian merah biasanya dipanen pada bulan Maret, April dan Mei, serta puncaknya umumnya berlangsung pada bulan April.

Harga durian merah ini memang istimewa, tergolong mahal untuk ukuran kelas durian lokal Indonesia pada umumnya. Namun harganya yang istimewa tersebut benar-benar cocok dengan cita rasanya yang juga istimewa. Untuk bisa menikmati bagaimana lezatnya durian merah Banyuwangi, Anda mesti rela mengeluarkan uang sebanyak Rp. 150.000 – 250.000 per buah, bergantung pada beratnya.

BTW, jika Anda mau memulai urban farming, menanam sayuran hidroponik, sayuran organik, mau menanam sistem akuaponik, sebaiknya Anda berkunjung ke www.store.urbanina.com di sini tersedia berbagai starterkit dan juga alat serta bahan untuk Anda yang mau mulai menanam. Atau bisa  konsultasi ke 082227639118.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *