Dedi beromset ratusan juta / bulan dari menanam tomat hidroponik

Dedi beromset ratusan juta / bulan dari menanam tomat hidroponik

Urbanina.com – hari minggu kemarin kami tim urbanina.com berkunjung ke petani hidroponik sukses  yang menanam komoditas tomat. Pak Dedi namanya, dia menanam total sekitar 100 rb tomat dengan 2 jenis tomat yaitu tomat cherry dan tomat beef. Memang dari awal beliau meneempuh pendidikan di SMK pertanian di salam magelang dan setelah itu melanjutkan kuliah di Jakarta juga mengambil jurusan pertanian. Setelah lulus beliau mencoba peruntungan di dunia pertanian khususnya hidroponik. Di awal pak dedi membudidayakan paprika namun dengan berbagai alasan akhirnya pindah ke tomat. Pak dedi merasa harga tomat lebih stabil dan saat ini persaingan juga belum terlalu banyak.

Pertanian hidroponik tomat yang dikembangkan menggunakan system fertigasi atau irigasi tetes. Kemarin saat kami kunjungan di ajak ke kebun yang saat itu sedang panen tomat beef. total tanaman di kebun yang kami kunjungi adalah 20 rb tanaman dengan total pegawai 10 orang, atau Pak Dedi menakar setiap pekerja dengan 2000 tanaman tomat. Sistem upah dari pegawainya pun cukup menggiurkan, karena dapat bagi hasil sebesar 20%. Penampung nutrisi yang digunakan untuk menyiram tanaman tomat terdiri dari 3 tendon air yang masing masing kapasitas 3000 liter. dari 3000 liter ini pak Dedi menambahkan 10 liter pekatan larutan A dan B.

dedi-1-edit

Pak dedi mulai mengembangkan pertanian hidroponik sejak tahun 1998, sudah cukup lama ya? Namun demikian diawal tentu saja banyak perjuangan yang dia lakoni, mulai dari memilih nutrisi yang baik sampai implementasi di lapangan, belum lagi tentang banyaknya kemungkinan penyakit yang menyerang tanaman tomat, namun pak Dedy tetap semangat belajar dan terus berinovasi untuk membuat perkebunan tomat yang dia kembangkan memiliki produktivitas yang baik dan menguntungkan. Selain menguntungkan Pak Dedi sebagai petani, pegawai dibawahnya dan juga investor yang menanam saham di kebun miliknya.

Investor? iya pak Dedi mengelola 7 lokasi perkebunan dengan total 7 investor dengan jumlah tanaman 100 rban. Setiap kali panen Pak Dedi bisa memanen 1-2 ton tomat baik tomat beef maupun tomat Cherry. Wuih mantab kan, Di perkebunan tomat yang dia kelola panen setiap 2 hari sekali.

Pak Dedi mengembangkan juga nutrisi khusus tomat untuk memenuhi kebutuhan tomat di 7 lokasi perkebunan tomat miliknya, dulunya dia membeli di berbagai produsen nutrisi, namun karena harga yang menurut dia cukup tinggi akhirnya dia membuat formulanya sendiri. Walaupun diawal tidak mudah katanya, karena dulu referensi untuk pembuatan nutrisi hidroponik ini masih berbahasa inggris semua, namun demikian tentu saja Pak Dedi tidak patah semangat. Dia mencoba dan mencoba sampai ditemukan racikan yang pas yang sampai saat ini dia pakai untuk perkebunan tomat hidroponik system fertigasi miliknya.

Untuk menjual tomat hasil panen pak Dedi juga tidak kesulitan, karena banyak supplier yang datang ke lokasi kebun jika kebun sedang jadwal panen.

Nah kami tim urbanina.com juga bertanya pada pak Dedi kiat untuk petani muda yang ingin meniru kesuksesan Dia, Pak Dedi menjawab,  ” jadi petani hidroponik itu susah ” ia susah kata dia, karena petani hidroponik selalu diposisi yang tidak diuntungkan.Petani mau rugi atau dipaksa rugi sedangkan supplier dan toko retail gak  mungkin mau rugi, betul juga ya..

industri tomat hidroponik

Dia ber pesan bagi anda pemuda pemudi yang mau menjadi petani hidroponik maupun petani konvensional anda semua harus jeli, inovatif, bisa melihat peluang dan tentu saja tidak mudah menyerah. Itu pesan dari Petani hidroponik dengan omset 450 jt / bulan.

demikian liputan urbanina.com semoga menginpirasi anda .

http://urbanina.com

lahan sempit jadi duit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *