Mangga Mahatir, Mangga Jumbo Rajin Berbuah Dari Malaysia

Mangga Mahatir, Mangga Jumbo Rajin Berbuah Dari Malaysia

Urbanina.com – Mangga mahatir memang memiliki buah dengan ukuran yang besar sesuai namanya ‘maha’. Akan tetapi masyarakat Indonesia menjulukinya mangga esmo. Ukuran buahnya yang besar ini amat terkenal, bobotnya dapat mencapai 2,5–3 kg setiap buahnya. Disamping ukurannya yang menonjol, rasa buahnya pun amat manis tak berserat, teksturnya lembut. Tanaman buah yang datang dari Malaysia ini tergolong jenis mangga genjah sehingga bisa mudah berbuah. Mangga jenis ini mulai bisa menghasilkan buah saat berumur 3 tahun. Ciri istimewa dari tanaman mangga mahatir ini salah satunya ada pada bagian daunnya yang panjang, lebar dan bergelombang dengan tulang daunnya yang nampak menonjol. Bila diremas daunnya akan menimbulkan aroma sengir yang tidak dipunyai jenis mangga yang lain kebanyakan.

Mangga Mahatir

Disamping berbagai kelebihan di atas, buah mangga mahatir inipun memberikan manfaat untuk para penyantapnya, diantaranya mangga ini memiliki kandungan antioksidan yang menyajikan efek baik guna melindungi tubuh dari berbagai penyakit kanker (darah, payudara, usus);  memelihara kesehatan mata sebab mengandung vitamin A; mengandung vitamin C yang berperan aktif dalam memelihara daya tahan tubuh supaya tidak gampang sakit; dan masih banyak manfaat lainnya untuk kesehatan tubuh.

Pemeliharaan tanaman mangga mahatir ini termasuk tidak sulit, tanpa ada perlakuan istimewa seperti pada mangga jenis yang lainnya. Tanaman ini bisa secara alami tumbuh dengan mudah dan baik dengan adanya penyiraman dan mendapatkan sinar matahari seharian. Mangga mahatir dapat tumbuh maksimal di daerah berdataran rendah pada ketinggian kira-kira 700 meter dpl, dengan iklim tropis sampai sub tropis. Tanaman ini cocok sekali ditanam pada tanah yang gembur dan agak berpasir. Setelah berumur 3-4 tahun sejak tanam di polybag atau lahan mangga mahatir telah mulai berbuah dengan ukuran yang besar.

Mangga mahatir relatif mudah dibudiayakan, baik dari segi penanaman ataupun pemeliharaannya. Lubang tanam dibuat berukuran 50 x 50 x 50 cm, dan masukkanlah campuran berupa tanah, fermentasi pupuk kandang, dan sekam sebagai nutrisi ekstra untuk tanaman. Kemudian bibit mangga mahatir ditanam pada lubang yang telah disediakan dan ditutup dengan campuran tanah. Selanjutnya penyiraman dilakukan secukupnya sehari 1 kali. Selain itu pemupukan dilakukan sebulan 1 kali, pergunakan pupuk NPK buah dan pupuk kandang. Bibit tanaman mangga mahatir yang diperbanyak dengan cara okulasi ini mulai bisa menghasilkan buah ketika berumur 1,5 tahun setelah bibit ditanam.

Tanaman mangga mahatir inipun dapat ditanam di dalam pot (tabulampot). Pot yang dipergunakan upayakan pot yang berukuran besar, minimal berdiameter 60 cm. Media tanamnya masih sama seperti penanaman pada lahan yakni campuran pupuk kandang dan tanah. Sesudah bibit mangga ditanam di dalam pot dengan campuran pupuk dan tanah, rawatlah tanaman dengan menyiramnya cukup sehari 1 kali dan lakukan pemupukan dengan pupuk NPK daun sebulan 1 kali. Letakkan bibit tanaman mangga di tempat yang terkena sinar matahari seharian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *