Mangga Chokanan Tawarkan Peluang Bisnis Menjanjikan

Mangga Chokanan Tawarkan Peluang Bisnis Menjanjikan

Urbanina.com – Belakangan ini mulai banyak yang tertarik pada budidaya mangga chokanan. Disamping karena keistimewaan rasa dan warnanya, budidaya mangga yang berasal dari Thailand ini cukup mudah. Sama seperti halnya mangga kio jay, mangga ini pun diperkenalkan dari Thailand. Mangga Chokanan atau sering disebut dengan julukan Chauk Anan (Chooke Anan) adalah mangga idola untuk dikonsumsi sebagai mangga hijau lantaran rasanya tidak masam. Malah akan terasa amat manis jika dikonsumsi pada keadaan yang telah matang.

Buah mangga chokanan berbentuk lonjong asimetris dimana ujung buahnya runcing, lekukannya dangkal, dan terkadang memiliki paruh. Buahnya yang masih muda memiliki warna hijau muda, sedang buahnya yang telah tua (masak) memiliki warna kuning merata.

Mangga Chokanan Tawarkan Peluang Bisnis Menjanjikan

Mangga chokanan adalah jenis yang mudah sekali menghasilkan buah (genjah). Sifatnya yang genjah dan mudah sekali dibuahkan menjadikan mangga chokanan digelari selaku miracle manggo. Cuma dengan mempercayakan pada campuran media tanam dan penyinaran sinar matahari yang cukup membuat tabulampot mangga chokanan telah bisa berbuah.

Hal lainnya yang disenangi dari mangga unggul ini ialah relatif mudah dan gampang berbuah, entah waktu musim kemarau maupun musim penghujan. Karakternya yang cukup tahan pada serangan penggerek batang juga menyebabkan mangga chokanan makin digemari untuk ditanam, entah untuk ditanam di dalam pot (tabulampot) atau di lahan kebun.

Pada umumnya bibit tanaman mangga chokanan dikembangkan dengan metode penyambungan (okulasi). Pada metode penyambungan ini batang bawahnya dapat mempergunakan batang mangga lokal yang dikenal lebih kuat jika dibandingkan dengan batang chokanan. sementara itu pada bagian batang atasnya ialah varietas chokanan.

Sebaiknya penanaman batang dari hasil penyambungan diberikan jarak antar-tanaman kira-kira 5 – 6 meter. Jarak antar-tanaman mesti dicermati untuk menangani lebatnya daun. Hal ini bertujuan supaya peredaran udara dan cahaya pada setiap tanaman tetus terawat. Mangga chokanan biasanya akan mulai belajar menghasilkan buah sesudah berusia 3 – 4 bulan setelah dilakukan penyambungan.

Kalangan pembudidaya yang lainnya mempergunakan metode okulasi/penempelan mata tunas buat menambah banyak tanaman. Dengan mempergunakan sistem okulasi dapat dibilang lebih menjanjikan lantaran dalam satu batang dapat menjadi berbagai mata tempel, hasilnya dapat lebih banyak ketimbang sistem sambung.

Proses pembibitan teknik okulasi terjadi selama 6 – 9 bulan sampai bibit mencapai tinggi 50 – 70 cm. Pada umur kira-kira 2 tahun sesudah okulasi maka tanaman bisa memproduksi buah dengan cara normal. Keuntungan dari budidaya tanaman dengan teknik okulasi ini disamping pembuatan bibit jadi lebih banyak, juga tajuk tanaman lebih baik dan kuat ketimbang teknik budidaya dengan disambung sehingga lebih kuat dalam melawan terjangan angin.

Mangga chokanan mempunyai kualitas buah yang baik dan  cepat menghasilkan buah. Hal  ini pulalah yang membuat mangga ini amat prospektif untuk dijadikan peluang bisnis, baik untuk dibudidayakan di lahan/perkebunan atau hanya sekedar tabulampot.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *