Jambu Mutiara, Jambu Biji yang Nikmat Rasanya

Jambu Mutiara, Jambu Biji yang Nikmat Rasanya

Urbanina.com – Jambu biji telah akrab dalam keseharian masyarakat Indonesia. Buah ini dapat dibilang buah lokal, walau kenyataannya ada beberapa jenis yang asalnya dari negara lain. Tetapi pada dasarnya, Indonesia adalah salah satu negara dimana tanaman jambu biji dapat tumbuh dengan suburnya. Salah satu jenis jambu yang banyak diperbincangkan ialah jambu mutiara.

Jambu mutiara adalah salah satu jenis jambu biji, walau kenyataannya ia hampir tidak mengandung biji sama sekali. Indonesia menjadi tempat beberapa negara lainnya memungut jenis jambu biji lalu membudidayakannya sehingga menjadi jenis jambu biji baru yang lainnya.

Jambu Mutiara [ ]

Jambu mutiara sering disebut juga dengan julukan jambu mutiara karawang karena pertama kalinya diketemukan di daerah Karawang (Jawa Barat). Tetapi sebetulnya, varietas jambu ini berasal dari Taiwan yang selanjutnya dikawinsilangkan dengan bibit jambu lokal.

Hasil kawin silang antara jambu asal Taiwan dan jambu lokal ini menghasilkan varietas jambu mutiara yang unggul. Disamping rasanya yang manis dengan bijinya yang sedikit, jambu jenis ini pun gampang ditanam. Sejak dikembangkan tahun 2009, jambu mutiara ini disambut baik oleh masyarakat Indonesia. Dari hari ke hari permintaan terhadap jambu ini semakin bertambah. Hal inilah yang memebut petani tertarik untuk menanam jambu mutiara.

Sebenarnya apa yang jadi daya tarik utama dari jambu mutiara ini? Alasan terpenting tentunya ialah rasanya yang amat manis, kandungan airnya yang lebih banyak ketimbang varietas jambu biji yang lainnya, dan jumlah bijinya yang sedikit sekali bahkan hampir tidak ada. Sedangkan jambu tidak berbiji yang lainnya, seperti jambu kristal, sebenarnya masih mempunyai biji walau hanya 3% saja. Hal lainnya yang menyebabkan orang tertarik pada jambu unggukan ini ialah sifatnya yang cepat menghasilkan buah. Bila Anda menanamnya di dalam pot maka jambu ini akan mulai mengeluarkan buah saat berumur 7 bulan setelah tanam.

Selain itu yang membuat jambu mutiara menimbulkan kesan di pikiran para konsumen ialah bentuknya yang berbeda walau berasal dari tanaman yang sama. Biasanya bentuk buah jambu dipengaruhi oleh tempat buah tersebut muncul. Jika ia berada pada bagian cabang muda maka biasanya permukaannya buahnya menjadi tidak rata atau bergelombang. Sedangkan bila timbul pada bagian cabang tanaman yang tua maka tampilan buahnya menjadi lebih mulus atau tidak bergelombang.

Disamping segala hal yang sudah diungkapkan diatas jambu mutiara merupakan jambu unggulan di kalangan para petani karena perawatan dan cara menanamnya yang jauh lebih sederhana dan mudah. Cuma ditanam, rutin diberi pupuk 2 kali seminggu dan disiram 2 kali sehari (pagi dan sore hari). Alhasil tanaman jambu ini akan dengan sendirinya tumbuh dan sering memproduksi buah.

Kelebihan yang lainnya yaitu pada bagian kulit luar buahnya yang memiliki warna hijau muda ada lapisan lilin mengkilau yang menjadi proteksi alamiah jambu biji terhadap gangguan serangga. Dengan begitu, jambu biji yang kerap dibilang mempunyai rasa seperti apel ini lebih sehat dan kuat. Jambu mutiara menjadi jarang sekali terkena serangan penyakit sehingga risiko membudidayakan jambu inipun semakin menjadi lebih kecil.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *