Cara Bercocok Tanam Dengan Botol Bekas

Cara Bercocok Tanam Dengan Botol Bekas

Urbanina.com - Air minum merupakan hal yang utama untuk manusia. Manusia perlu minum setiap hari. Tapi apa jadinya bila botol bekas air minum mineral menimbun di rumah? Janganlah dibuang! Gunakan saja botol bekas air minum tersebut menjadi media bercocok tanam dengan cara hidroponik. Lalu bagaimana cara bercocok tanam dengan botol bekas? Ada beberapa jenis tanaman, khususnya tanaman sayur yang dapat ditanam di botol bekas secara hidroponik seperti selada, sawi, tomat, bayam, kangkung dan lain sebagainya. Bila Anda ingin bercocok tanam hidroponik di botol bekas untuk budidaya sayuran pada dasarnya ialah sama. Alhasil informasi mengenai cara bercocok tanam dengan botol bekas ini tentu bermanfaat bagi Anda. Pada umumnya teknik hidroponik yang dipergunakan untuk bercocok tanam dengan botol bekas yaitu sistem hidroponik wick (sistem sumbu). Cara Bercocok Tanam Dengan Botol Bekas 1   Berikut ini kami paparkan cara bercocok tanam dengan botol bekas. Alat dan bahan yang diperlukan:
  • Botol bekas air mineral.
  • Alat pemotong (cutter).
  • Kain bekas, sumbu dapur (kain flanel).
  • Bibit sayuran yang telah tumbuh daun (selada, sawi, bayam, kangkung).
  • Sekam bakar.
  • Nutrisi untuk bibit tanaman (AB Mix, pupuk hidroponik).
  • Alat semprot tangan (hand sprayer).
Cara bercocok tanam dengan botol bekas:
  1. Botol bekas dipotong menjadi 2 bagian. Bagian bawah sebesar 60% (B) dan bagian atasnya sebesar 40% (A).
  2. Kain bekas (kain flanel atau sumbu dapur) dipotong secara horizontal kira-kira 15 - 30 cm, sesuaikanlah dengan tinggi bagian B.
  3. Kain tersebut dimasukkan ke lubang tutup botol A. Bagian A ialah pot yang akan dipergunakan untuk menaruh bibit tanaman.
  4. Ikatlah kain tersebut di bagian dalam A. Ikatannya tidak boleh terlampau kencang supaya kainnya tidak jatuh ketika dilakukan proses penanaman. Biarkanlah kain tersebut menjuntai dari lubang tutup botol A.
  5. Bagian A diisi dengan sedikit sekam.
  6. Letakkan akar tanaman di tengah-tengah bagian A.
  7. Akar-akarnya ditutup dengan memberi sekam lagi ke dalam A.
  8. Sekam ditekan-tekan secara pelan-pelan supaya lebih padat.
  9. Masukkanlah A pada B yang sudah diberi air dan larutan nutrisi.
  10. Simpanlah bibit tanaman tersebut di tempat terlindung/teduh selama kira-kira 3 - 5 hari supaya bibit tanaman sayuran bisa beradaptasi.
  11. Guna mempercepat proses adaptasi semprotlah dengan mempergunakan sprayer.
Dalam cara bercocok tanam dengan botol bekas tentu saja diperlukan perawatan supaya tanaman bisa tumbuh dengan pesat. Perawatan tanamannya relatif mudah yaitu dengan cara menambahkan air yang diimbuhi sedikit pupuk. Janganlah mempergunakan pupuk NPK, TSP dan urea, tetapi pupuk alami atau organik seperti arang dan kompos. Pemberian pupuk dilakukan cukup sebulan sekali saja. Demikianlah cara bercocok tanam dengan botol bekas secara hidroponik memanfaatkan botol bekas air mineral.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *