Variasi Hidroponik dengan Metode Kultur Air

Variasi Hidroponik dengan Metode Kultur Air

Urbanina.com – Pada dasarnya jika dasar-dasar hidroponik kultur air telah dikenal maka untuk menciptakan variasi lainnya nyaris tidak ada halangan lagi. Demikian juga pada variasi hidroponik dengan metode kultur air, Anda juga dapat mengaplikasikannya dalam berbagai sistem/metode, bergantung dari keuangan dan kebutuhan Anda.

Ada 3 metode yang biasa dilakukan. Ketiga variasi hidroponik dengan metode kultur air ini pun mudah dan  tidak mahal, hanya sedikit cukup merepotkan dan memerlukan kejelian. Proses kerja ketiga variasi hidroponik dengan metode kultur air tersebut ialah sebagai berikut :

Variasi Hidroponik dengan Metode Kultur Air

Metode Aliran Bersambung

Metode ini memerlukan 3 kontainer (tabung) atau lebih. Penempatan ketiga tabung itu diatur sedemikian rupa dengan ketinggian yang berbeda-beda. Tabung yang tertinggi posisinya digunakan selaku tempat menyalurkan larutan mineral ke tabung berikutnya. Demikian seterusnya. Pipa ini mesti disambungkan tepat pada dasar tabung pertama dan lalu disambungkan tepat juga di tepi atas tabung yang kedua. Tabung kedua inipun dibuatkan lubang tepat pada dasarnya. Dari lubang inilah dibuatkan pipa lagi yang disambungkan dengan tabung yang ketiga tepat di tepi atas tabung.

Prinsip kerja metode aliran bersambung ini yaitu tabung pertama yang mengandung larutan campuran pupuk disalurkan ke tabung kedua. Dari tabung kedua sesudah membasahi akar tanaman akan dialirkan ke tabung ketiga melewati saluran yang sudah dibuat tepat di dasarnya. Dari tabung ketiga ini larutan dapat ditampung terlebih dulu pada wadah khusus dan dapat kembali dipergunakan dengan mengembalikannya pada tabung pertama.

Metode ini tidak praktis untuk di rumah, kecuali memiliki halaman luas atau kebun.

Hidroponik Metode Swiss

Metode Swiss populer pula disebut “Plantanova”, yaitu memakai tabung berbentuk bundar, misalnya drum atau tong. Bagian atas tabung dipotong 1/4 bagian dan dapat dibuka tutup. Di bagian tengah tabung dipasangkan kasa atau rajutan kawat dan di bawah kasa tersebut diisi dengan larutan mineral, sedangkan di bagian atas kasanya diisi dengan media porous untuk menahan berdirinya tanaman.

Tanaman ditanam di atas kasa dengan bantuan alat penopang. Jika tanaman tumbuh maka akarnya menelusup melewati kasa lalu menyerap larutan mineral yang berada di bawahnya. Di bagian tengah tutup yang dipotong tersebut diberi lubang supaya tanaman mendapatkan sinar.

Hidroponik Metode Gericke

Metode model ini disempurnakan oleh Gericke dan sekaligus memperkenalkan hidroponik kepada masyarakat luas. Metode ini mempergunakan baskom atau tangki yang tahan air dengan  ukuran sedikit luas tetapi tidak terlampau dalam. Pada baskom tersebut dipasang kasa kawat lalu diisi larutan mineral tetapi tidak boleh menyentuh kasa. Di atas kasa dibubuhkan serbuk kayu untuk alat bantu tanaman supaya bisa berdiri sekalian berguna menjaga larutan dari paparan langsung sinar matahari.

Tanaman yang sudah ditanam di atas kasa tersebut akan tumbuh dan akarnya akan menelusup menyerap larutan mineral yang terletak di bawahnya. Adanya jarak antara kasa dan larutan di bawahnya bermanfaat untuk mempermudah pertumbuhan dan gerak akar serta untuk mendapatkan oksigen. Alhasil yang pertamakali dimasukkan yaitu larutan mineralnya, lalu campuran kompos dan serbuk kayu. Metode yang satu ini dikenal mudah dan nyata sukses sehingga banyak digunakan di daerah yang mendapatkan penuh sinar matahari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *