Sirkulasi Udara Indoor Garden Hidroponik

Sirkulasi Udara Indoor Garden Hidroponik

Urbanina.com – Sirkulasi udara yang baik adalah jantung dari kesuksesan metode tanam indoor garden. Tanpa adanya sirkulasi udara indoor garden yang segar dan baik, tanaman bisa dipastikan tidak dapat tumbuh secara optimal. Hal ini tentu saja berbeda dengan kondisi tanaman yang ditanam diluar ruangan atau outdoor. Tanaman yang ditanam dengan metode hidroponik khususnya dalam indoor garden seringkali mengalami masalah sirkulasi udara. Jika tanaman ditanam diluar ruangan atau outdoor dimana udara tersedia secara melimpah dan sirkulasi udara terjaga dengan baik. Tidak hanya itu Co2 atau karbondioksida yang dibutuhkan oleh tanaman juga tersedia dengan baik diluar ruangan. Angin yang bertiup akan memberikan udara segar bagi tanaman sementara hujan akan membersihkan udara dari debu dan zat-zat polutan yang bisa mengganggu penyerapan udara oleh tanaman, jadi bisa dikatakan ekosistem tanaman yang tumbuh diluar ruangan selalu bergerak dan ini sangat baik untuk pertumbuhan tanaman.

sirkulasi udara indoor garden

Lain halnya dengan tanaman yang tumbuh secara indoor atau dalam ruangan, udara tidak bergerak secara normal sehingga dibutuhkan pengaturan ventilasi dan sirkulasi udara yang baik untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Udara segar tidaklah mahal dan bisa didapatkan dengan menggunakan sebuah kipas atau alat lain yang digunakan untuk mengalirkan dan membuat udara bergerak.

Untuk mendapatkan aliran udara yang berkualitas  dalam lingkungan tanam indoor garden, ventilasi dan sirkulasi udara indoor garden yang cukup sangat diperlukan. Pembudidaya tanaman yang sudah berpengalaman pasti tahu betul pentingnya menjaga sirkulasi tanaman yang ditanam secara hidroponik dalam suatu indoor garden. Selain itu ada beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan atau aliran udara, diantaranya stomata, ventilasi dan sirkulasi udara indoor garden.

  • Stomata

Stomata adalah lubang mikroskopis pada permukaan bawah daun yang juga disebut mulut daun. Lubang atau pori-pori ini berfungsi sebagai pintu keluar masuknya udara dari dan menuju tanaman begitu juga dengan pertukaran Co2 atau karbondioksida dengan o2 atau oksigen. Jika udara tidak mengalir dengan baik maka pori-pori atau stomata tersebut bisa tersumbat oleh debu, kotoran, serbuk sari dan lain sebagainya. Oleh sebab itu sangatlah penting menjaga aliran air agar stomata tidak mengalami masalah.

  • Sirkulasi udara

Jika sirkulasi udara terhambat dan udara tidak mengalir, tanaman akan menggunakan karbondioksida yang ada didekat permukaan daunnya dan hal ini akan berlangsung terus menerus dan menimbulkan “dead air space” atau ruang hampa udara yang berada dekat stomata. Stomata yang tidak mendapatkan cukup aliran udara bisa menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat. Oleh sebab itu pastikan sirkulasi udara terjaga dengan baik dengan melakukan beberapa cara diantaranya membuka jendela, pintu dan memasang kipas angin agar udara bergerak. Sirkulasi udara indoor garden yang baik juga bisa membantu menghilangkan bibit penyakit dan mikroorganisme yang ada diudara.

  • Ventilasi

Indoor garden atau kebun dalam ruangan pastinya memerlukan ventilasi udara yang baik. Perlu diingat bahwa saat menanam tanaman dengan menggunakan metode hidroponik dalam ruangan, air yang ada dalam tangki nutrisi akan menguap keudara dan mempengaruhi kelembaban udara dalam ruangan. Jika tidak ada ventilasi udara maka uap air akan menghalangi proses transpirasi tanaman dan penyerapan karbon dioksida oleh stomata. Oleh sebab itu pastikan ruangan indoor garden mendapatkan cukup ventilasi udara agar uap air bisa mengalir keluar.

Memang dalam menanam tanaman dalam ruang banyak aspek yang perlu diperhatikan dan salah satunya adalah aliran udara sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya. Sebelum memasang perangkat kipas dalam ruangan perhatikan dan hitung dengan baik jumlah kipas yang dibutuhkan dalam riangan dengan luas tertentu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *