Pertanian Hidroponik VS Pertanian Organik

Pertanian Hidroponik VS Pertanian Organik

Urbanina.com – Saat ini banyak metode pertanian yang dikembangkan demi memproduksi bahan makanan dengan kualitas dan kuantitas yang terjamin. Diantara metode budidaya tanaman tersebut antara lain sistem pertanian hidroponik dan sistem pertanian organik. Beberapa kalangan terutama para petani dan pembudidaya tanaman mungkin masih memiliki perbedaan pendapat tentang mana metode tanam yang lebih baik untuk digunakan apakah hidroponik ataukah organik. Selain itu pertanyaan yang mungkin sering muncul adalah apakah tanaman hasil panen hidroponik bisa dikategorikan atau diberi label sebagai tanaman organik?

pertanian hidroponik

Perbedaan Hidroponik Dan Organik

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut maka kita harus mengetahui terlebih dahulu pengertian hidroponik dan organik yang sebenarnya dan perbedaan yang mendasarinya. Sistem pertanian hidroponik adalah sistem budidaya tanaman yang tidak menggunakan media tanah sebagai sumber nutrisi melainkan menggunakan media air dan nutrisi terlarut. Sementara itu, pertanian atau budidaya tanaman organik adalah metode pertanian yang menggunakan tanah serta bahan-bahan alami dan siklus biologis organisme untuk menmbudidayakan tanaman serta tidak menggunakan pupuk maupun pestisida kimia. Jadi dapat disimpulkan perbedaan yang mendasari pada kedua jenis sistem tanam tersebut adalah media tanam dan cara pemberian nutrisi serta perawatannya.

Mana yang lebih baik?

Selama ini kita menganggap bahwa pertanian organik tentunya lebih baik dibandingkan jenis pertanian lainnya oleh sebab itu segala produk yang berlabel organik memiliki harga yang cukup tinggi dipasaran. Selain itu metode ini dianggap lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan metode hidroponik. Untuk mengetahui perbandingan kedua sistem tanam tersebut, ada hal-hal yang dapat diperhatikan antara lain

  • Nutrisi

Perbedaan budidaya tanaman organik dengan hidroponik yang pertama terletak dari cara pemberian nutrisi. Pada pertanian organik, tanaman mendapatkan nutrisi atau mineral yang diperoleh dari dalam tanah dan untuk menambah kadar mineral dalam tanah, petani menambahkan pupuk organik misalnya kompos pada tanah. Berbeda dengan sistem hidroponik, tanaman memperoleh nutrisi dari air yang telah dicampur dengan larutan nutrisi khusus hidroponik yang telah ditakar secara khusus dan diberikan dengan kadar yang tepat. Mungkin sebagian dari kita mengira bahwa nutrisi pada pertanian hidroponik adalah bahan kimia sehingga tidak baik untuk tanaman. Anggapan ini adalah salah karena tanaman pada dasarnya menggunakan mineral atau nutrisi dalam bentuk ion sehingga tidak ada bedanya apakah tanaman mendapatkannya dari tanah atau dari larutan nutrisi. Mineral adalah mineral tidak penting darimana ia berasal, hasilnya tetap akan mempengaruhi fisiologi tanaman. Selain itu, dalam hal nutrisi hidroponik justru lebih baik dibandingkan pertanian organik karena pada sistem hidroponik tanaman mendapat kadar nutrisi dengan tepat sedangkan pada pertanian organik biasanya salah satu atau beberapa unsur lebih mendominasi.

  • Hasil panen

Hasil panen organik dianggap lebih baik karena memiliki rasa yang lebih segar, enak dan bebas bahan kimia pestisida. Nyatanya saat ini banyak budidaya tanaman hidroponik yang menggunakan pestisida alami dan tidak menggunakan bahan kimia. Selain itu hasil pertanian organik juga rasanya lebih enak, segar dan lebih cepat matang karena tumbuhan mendapatkan nutrisi dengan takaran yang tepat. Selain itu nutrisi dan media tanam pada pertanian hidroponik bersifat steril sehingga lebih bebas dari kontaminasi bakteri maupun hama yang biasanya menyerang tanaman organik. Suatu kasus di Amerika menyebutkan bahwa sayuran organik pernah terkontaminasi bakteri Salmonella yang berasal dari pupuk kotoran ayam yang digunakan.

  • Ramah lingkungan

Dari segi keramahan lingkungan, hidroponik sering dianggap tidak ramah lingkungan karena bisa meneybabkan pencemaran dengan nutrisi dan peralatan yang digunakan akan sulit diuraikan oleh lingkungan. Faktanya hidroonik justru salah satu metode tanam yang ramah lingkungan dan tidak merusak tanah karena tentu saja metode ini tidak menggunakan tanah sama sekali. Selain itu air yang digunakan dalam sistem pertanian hidroponik juga lebih hemat dibandingkan dengan penggunaan air dalam metode tanam konvensional.

Jadi bisa disimpulkan bahwa sebenarnya baik hasil panen tanaman organik maupun hidroponik sama-sama memiliki kualitas dan aman dikonsumsi bahkan di Negara-negara maju seperti Amerika, Inggris, Prancis, Itali dan sebagainya tanamah hasil pertanian hidroponik yang memenuhi standar bisa diberi label sebagai produk organik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *