Pentingnya TDS Meter Dalam Hidroponik

Pentingnya TDS Meter Dalam Hidroponik

Urbanina.com – Sistem hidroponik menawarkan banyak kelebihan bagi para petani dan pembudidaya. Sistem ini dianggap lebih efisien dan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan sistem tanam konvensional. Tidak hanya itu tanaman yang ditanam dengan metode hidroponik dapat tumbuh besar lebih cepat dan lebih cepat masak dibandingkan dengan metode tanam lainnya karena nutrisi didapatkan secara langsung dengan takaran yang pas. Berbeda dengan sistem tanam konvensional dimana nutrisi harus didapakan dari dalam tanah dan menunggu konversi zat hara menjadi unsur atau ion yang bisa langsung diserap, pada metode hidroponik, tanaman bisa mendapatkan nutrisi secara langsung tanpa harus menunggu, namun memerlukan TDS meter. Apa itu TDS meter?

TDS meter

Nutrisi Hidroponik

Nutrisi yang diperoleh tanaman yang ditanam secara hidroponik tidak berbeda jauh dengan tanaman yang dibudidayakan dengan metode lainnya. Unsur yang diperlukan oleh tanaman terdiri dari unsur makro dan mikro. Kedua jenis unsur tersebut didapatkan dari larutan hidroponik, biasanya menggunakan nutrisi yang siap pakai seperti nutrisi AB Mix atau lainnya. Menggunakan nutrisi khusus hidroponik sangat dianjurkan karena tanaman dapat tumbuh dengan lebih optimal, meskipun dalam metode hidroponik nutrisi lain seperti nutrisi organik bisa digunakan. Selain pemilihan jenis nutrisi, pemberian nutrisi dalam kadar yang tepat juga bisa mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Kelebihan dalah satu unsur bisa mencegah atau mengurangi penyerapan unsur lainnya sehingga tanaman lebih rawan menderita defisiensi suatu unsur.

TDS Meter Dalam Sistem Hidroponik

TDS atau Total Dissolve Solid adalah suatu ukuran yang digunakan untuk mengetahui kadar nutrisi atau kekuatan nutrisi yang terlarut dalam air pada sistem hidroponik. TDS tersebut biasanya diukur dengan sinyal konduktifitas elektrik yang ditangkap oleh perangkat pengukur TDS atau yang dikenal dengan sebutan TDS meter. Ada beberapa standar yang digunakan dalam TDS dan biasanya tergantung pada jenis alat yang digunakan meskipun hasil pengukurannya sama saja. TDS digunakan sebagai acuan kadar nutrisi yang terlarut dalam air dan hal ini bisa digunakan sebagai petunjuk apakah tanaman mendapatkan cukup nutrisi atau tidak. Ketepatan penggunaan TDS meter untuk mengukur kekuatan nutrisi mencapai 85% dengan 15% kemungkinan kesalahan.

Dalam TDS meter biasanya digunakan satuan ppm atau part per million dan ppm biasanya lebih lumrah digunakan daripada satuan lainnya yakni m5/cm. ppm atau part per million tersebut setara dengan milligram per liter jadi jika suatu larutan menunjukkan kadar 300 ppm maka artinya dalam satu liter air terkandung 300 miligram mineral terlarut.

Pentingnya Mengukur TDS

Mengapa pengukuran TDS adalah salah satu hal yang penting dalam sistem hidroponik? Hal ini dikarenakan setiap tanaman membutuhkan kadar nutrisi yang berbeda-beda misalnya tanaman sayur berdaun hijau membutuhkan nutrisi dengan kadar sekitar 800 hingga 900 ppm dan tanaman bunga atau buah memerlukan nutrisi dengan kadar 1000 hingga 1100 ppm. Ketersediaan nutrisi atau kadar nutrisi yang terlarut dalam air tentunya akan berkurang seiring pertumbuhan tanaman karena nutrisi tersebut diserap oleh tanaman. Sehingga sangat penting untuk mengukur dan mengecek kadar nutrisi secara rutin agar petani bisa menambahkan nutrisi jika kadarnya berkurang dan menghindari terjadinya defiesiensi pada tanaman.

Kondisi air juga akan mempengaruhi kadar nutrisi yang terlarut dan pengukuran TDS oleh sebab itu sebaiknya gunakan air murni untuk mengairi tanaman karena air yang mengandung mineral tinggi akan mempengaruhi pengukuran TDS suatu larutan nutrisi. Selain itu, pastikan nutrisi ditambahkan dengan kadar ayng tepat sebelum memuilai proses penanaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *