Menyemai Benih Dengan Media Tanam Rockwool

Menyemai Benih Dengan Media Tanam Rockwool

Urbanina.com – Sebelum menanam dengan metode Aquaponic maupun hidroponik, beberapa jenis tanaman sayur maupun buah harus disemai terlebih dahulu. Menyemai benih dapat dilakukan pada berbagai macam media tanam seperti tanah halus, pasir, sekam, Rockwool dan sebagainya. Salah satu media yang cocok digunakan dalam sistem tanam Aquaponik dan hidroponik adalah Rockwool.

menyemai benih

Apa itu Rockwool?

Rockwool adalah salah satu media tanam yang biasa digunakan dalam sistem tanam Aquaponic atau hidroponik. Rockwool pertama kali diciptakanpadatahun 1840 di negaraInggrisolehEdward Parry. Media tanam indibuat dari batuan Basal yang dipanaskan dengan suhu tinggi hingga 1600 derajat Celsius. Batuan yang dipanaskan tersebut akan menghasilkan serat yang selanjutnya dibentuk kubus atau balok. Rockwool memiliki beberapa keunggulan dibandingkan jenis media tanam lain. Keunggulan rockwool antara lain

  • Memiliki pori-pori yang dapat menyimpan air lebih baik dari media tanam lain bahkan Rockwool mampu menyimpan air 14 kali lebih baik dibandingkan tanah.
  • Media tanam Rockwool memiliki tingkat sterilitas yang tinggi dimana bakteri tidak dapat tinggal di dalamnya. Karena steril, rockwool tidak perlu disterilisasi terlebih dahulu sebelum digunakan.

Selain itu keuntungan menggunakan media tanam Rockwool lainnya adalah saat penyemaian. Menyemai benih tanaman dengan menggunakan rockwool relatif lebih mudah dibandingkan dengan menggunakan media lainnya.

Rockwool dapat mengoptimalkan penyerapan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Selain itu menyemai benih dengan menggunakan rockwool lebih hemat karena tidak diperlukan desinfektan untuk membersihkannya dari pathogen atau bibit penyakit.

Cara menyemai benih dengan menggunakan rockwool.

Cara menyemai benih dengan menggunakan Rockwool sangat mudah. Untuk memulai, maka Rockwool terlebih dahulu harus dipotong dengan ukuran tertentu. Biasanya rockwool dipotong dengan ukuran 2x2cm. Setiap potongan Rockwool dilubangi bagian tengahnya.

Benih yang telah dipersiapkan sebelumnya kemudian diletakkan di bagian tengah dan letakkan potongan-potongan rockwool tersebut ditempat yang terlindung dari cahaya. Jika diperlukan, bagian atas wadah yang digunakan untuk meletakkan rock dapat ditutup dengan menggunakan plastik berwarna gelap selama masa perkecambahan.

Saat disemai benih tidak memerlukan tambahan nutrisi jadi tidak perlu menambahkan larutan nutrisi dalam rockwool. Cukup basahi Rockwool sesekali dengan air untuk mempercepat proses perkecambahan. Perlu diketahui bahwa saat benih disemai, bibit akan tumbuh dengan menggunakan nutrisi yang diperoleh dari cadangan makanan yang tersimpan dalam biji. Setelah beberapa hari biji atau benih akan berkecambah menjadi bibit tanaman kecil. Tunggulah hingga tanaman memiliki beberapa helai daun sejati sebelum siap dipindahkan pada media atau perangkat tanam hidroponik maupun Aquaponik.

Keuntungan lain dari menggunakan rockwool sebagai media semai adalah saat proses transplantasi, bibit tanaman yang telah tumbuh dapat langsung dipindah dalam wadah media tanam atau netpot tanpa harus dicabut atau dipisahkan dari media semaunya. Dengan kata lain Rockwool dapat berfungsi ganda sebagai media semai dan sekaligus sebagai media tanam.

Hal ini berbeda dengan menyemai menggunakan media tanah atau pasir maupun media semai lain dimana bibit harus diambil dan akarnya harus dibersihkan terlebih dahulu dari agregat tanah atau kotoran yang menempel ada akar karena hal tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan akar dan menyebabkan pembusukan akar.

Menyemai menggunakan rockwool memang lebih mudah tapi segala hal yang menyangkut cara semai dan faktor yang dibutuhkan harus di perhatikan dan diatur dengan baik. Jika Anda menyemai benih berbeda dalam satu waktu, tandai rockwool dengan menggunakan tusuk gigi yang telah diberi label nama tanaman untuk memudahkan identifikasi bibit tanaman.

Selamat mencoba.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *