Menghindari Resiko Menanam Dengan Metode Hidroponik

Menghindari Resiko Menanam Dengan Metode Hidroponik

Urbanina.com – Metode hidroponik adalah salah satu alternatif membudidayakan tanaman dan bisa digunakan siapa saja baik petani maupun mereka yang hobi berkebun. Dalam sistem hidroponik, tanaman tidak tumbuh pada media tanah melainkan tumbuh pada media tanam lain yang dialiri larutan nutrisi. Saat menanam ada banyak hal yang harus diperhatikan baik perangkat maupun sistem pengairan itu sendiri. Menanam dengan metode ini bukannya tanpa resiko oleh sebab itu perhatikan hal-hal berikut agar beberapa resiko bisa dihindari.

resiko

  • Listrik dan Air

Aliran listrik dan air adalah sebuat kombinasi yang cukup beresiko dan berbahaya jika diganbungkan dan beberapa model dalam sistem tanam hidroponik memiliki perangkat yang menggabungkan kedua hal tersebut. Sangatlah penting menjaga keduanya agar tetap berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan bahaya bagi petani maupun orang lain yang terlibat dalam budidaya tersebut. Pastikan tangan atau tubuh sedang tidak dalam keadaan basah saat menyentuh perangkat yang dialiri listrik. Menggunakan pakaian dan alas kaki yang tepat juga bisa membantu Anda terhindar dari masalah tersengat listrik.

  • Perangkat yang bocor

Dalam sistem hidroponik yang menggunakan air sebagai media sumber nutrisi, kebocoran adalah salah satu resiko dan masalah yang kerap kali terjadi. Kebocoran pada tangki atau wadah nutrisi bisa berakibat pada pertumbuhan tanaman sekaligus menyebabkan masalah lainnya misalnya ruangan yang basah dan becek. Untuk menghindari hal ini periksa tendon atau tangki air secara teratur dan pastikan tidak ada lubang didalamnya.

  • Penggunaan plastik non-foodgrade

Keamanan perangkat tanam dan wadah sayuran harus diperhatikan dengan baik karena hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas tanaman. Terkadang petani atau pembudidaya tanaman menggunakan plastik non-food grade untuk menghemat modal atau pengeluaran yang diperlukan untuk membangun sistem hidroponik. Menggunakan jenis plastik tersebut bisa mempengaruhi hasil panen dan menyebabkan terjadinya kontaminasi. Oleh sebab itu selalu gunakan wadah tanam plastik yang tersertifikat aman dan memiliki label food grade jika Anda ingin menghasilkan sayuran dan buah yang sehat.

  • Bakteri Salmonella

Memang pada kebanyakan sistem hidroponik seperti sistem Nutrient Film Techique (NTF), EBB and Flow, dan lainnya, air selalu mengalir aktif namun pada sistem hidroponik pasif dimana air hanya diam dan mengendap, bakteri salmonella bisa tumbuh dalam air dan mempengaruhi kualitas tanaman itu sendiri. Sebaiknya perhatikan pH dan kondisi air dengan baik jika menanam tanaman dengan metode hidroponik pasif.

  • Serangan Hama

Sistem hidroponik memang lebih tahan hama karena terbebas dari hama yang tumbuh di dalam tanah. Meskipun demikian tidak berarti sistem ini bebas hama sama sekali. Beberapa hama yang bisa menyerang tanaman diantaranya kutu daun dan laba-laba kecil serta beberapa jenis jamur. Gunakan pestisida organik untuk mengusir hama tersebut dan jika memang harus menggunakan pestisida kimia, gunakanlah dengan bijak.

  • Manajemen waktu

Dalam sistem tanam hidroponik, air dialirkan secara otomatis dalam jangka waktu tertentu. Oleh sebab itu, petani atau pembudidaya tanaman harus memperhatikan waktu pengairan dengan baik termasuk kapan waktu menyalakan dan mematikan pompa air. Jika tidak diatur dengan baik, tanaman bisa kekurangan nutrisi dan akibatnya hasil panen tidak akan maksimal.

Itulah beberapa resiko yang mungkin terjadi jika membudidayakan tanaman dengan metode hidroponik. Ada baiknya kita memiliki pengetahuan dan belajar lebih banyak jika ingin mulai menanam tanaman dengan metode hidroponik. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *