Mengenal Tanaman Microgreens Di Sekitar Kita

Mengenal Tanaman Microgreens Di Sekitar Kita

Urbanina.com –¬†Dewasa ini kita sering mendengar istilah atau menemukan sayuran dengan kategori micro greens disupermarket atau swalayan. Lalu apa sebenarnya Microgreens tersebut? Microgreens adalah jenis tanaman sayur yang dapat dipanen dalam usia yang sangat muda tapi berbeda dengan kecambah. Tanaman Microgreens biasanya ditanam dengan cara hidroponik maupun organik dan dipanen setelah 7 atau 14 hari setelah penyemaian. Meskipun masih muda, sayuran microgreens mengandung unsur nutrisi yang tidak kalah dengan sayuran yang telah dewasa.

tanaman microgreens

Tidak hanya kaya akan nutrisi, tanaman microgreens juga kaya akan antioksidan dan enzim-enzim yang diperlukan oleh tubuh. Mengkonsumsi microgreens setiap hari bisa membuat seseorang lebh sehat dan berstamina. Karena memiliki banyak manfaat, tanaman ini mulai dibudidayakan oleh banyak orang. Selain itu, daya jual microgreens juga cukup tinggi dipasaran dan dapat ditanam dengan mudah dalam ruangan rumah, dapur, kantor dan bahkan dalam restoran yang sering menyajikan menu sayuran. Menanam tanaman microgreens Anda sendiri akan menjamin kesegaran dan kualitasnya.

Jenis- jenis Microgreens

Ada banyak jenis atau varietas tumbuhan yang bisa ditanam dengan metode microgreens. Tanaman tersebut kebanyakan adalah tanaman sayuran yang daunnya bisa dipetik dan dikonsumsi saat masih muda terutama dalam hidangan salad. Diantara jenis-jenis microgreens yang sering dibudidayakan adalah sebagai berikut :

  • Arugula

Tanaman yang satu ini memang belum banyak dikenal masyarakat Indonesia tapi cocok ditumbuhkan sebagai microgreens karena rasanya yang khas saat daunnya masih muda dan mengandung banyak nutrisi.

  • Kale

Sayuran daun yang sedang populer karena manfaatnya luar biasa ini bisa ditanam sebagai microgreens dan dikonsumsi saat daunnya masih muda terutama untuk dibuat jus maupun sebagai bahan salad.

  • Basil

Tidak hanya sayuran daun, tanaman herbal seperti basil juga cocok ditanam dalam ruangan sebagai microgreens. Bayangkan jika Anda bisa memetiknya setiap saat didapur Anda saat sedang memasak.

  • Lobak

Siapa sangka daun tanaman lobak ternyata bisa dikonsumsi dan tidak hanya umbinya saja. Tanaman lobak bisa ditanam sebagai salah satu microgreens dengan perawatan yang lebih optimal.

  • Kol

Jika Anda suka mengkonsumsi kola tau kubis, Anda bisa menanamnya sebagai microgreens dan daun muda yang dihasilkan kol saat dipanen akan terasa lebih manis dan enak.

  • Brokoli

Tidak hanya kola tau kubis saja, Brokoli bisa menjadi salah satu alternatif jika Anda ingin mulai menanam dan mengkonsumsi microgreens.

  • Cilantro

Tanaman herbal mirip seledri ini cocok ditanam sebagai microgreens dan daunnya bisa digunakan sebagai campuran salad atau sup.

  • Beet

Seperti lobak, daun tanaman beet juga bisa dikonsumsi sebagai microgreens. Tanaman beet yang ditanam sebagai microgreens diambil dan dipetik sebelum tanaman menghasilkan umbi.

  • Kacang polong

Apakah Anda pernah mencoba mengkonsumsi tanaman kacang polong yang masih muda? Jika Anda belum pernah mencobanya, tidak ada salahnya jika Anda mulai menanam tanaman ini sebagai salah satu sayuran microgreens.

Itulah beberapa jenis tanaman microgreens yang bisa ditanam dengan metode konvensional, hidroponik maupun organik. Beberapa tanaman seperti Cilantro dan tanaman bit akan lebih cocok jika ditanam dengan mengunakan media tanah dibandingkan dengan menggunakan media lainnya. Mengkonsumsi microgreens setiap hari adalah salah satu gaya hidup sehat masa kini, dan Anda patut mencobanya. Jika ingin mulai menanamnya pelajari karakteristik dan cara menanam tanaman tersebut dari literature dan pengalaman orang lain yang sudah berhasil mempraktekkannya. Selamat mencoba.

 

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *