Menanam Tomat Beef Secara Hidroponik

Urbanina.com - Tomat beef merupakan salah sebuah jenis tomat yang sangat besar ukurannya diantara seluruh jenis tomat. Jenis ini, paling besar dan banyak mengandung daging. Meskipun dia besar, tomat jenis ini sedikit mengandung air dan biji. Sehingga berbeda sekali bila dibandingkan dengan seluruh jenis tomat yang ada. Lalu bagaimana cara menanam tomat beef secara hidroponik? Tomat Beef amat serbaguna untuk dijadikan beragam macam masakan, khususnya untuk dibuat jadi pelengkap sandwich atau begitu saja dimakan mentahnya. Tomat Beef mempunyai tekstur yang padat dan lezat rasanya. Apalagi, tomat beef mengandung banyak nutrisi sehingga banyak orang yang berminat untuk menanam tomat beef ini. Cara Menanam Tomat Beef Secara Hidroponik Tomat merupakan sumber vitamin A hingga E dan sumber kalium yang baik. Tomat amat sehat untuk dimakan sebab mengandung antioksidan dan vitamin C yang istimewa. Kandungan itu bermanfaat untuk menurunkan risiko menderita penyakit kanker dan jantung. Bila Anda tertarik ingin membudidayakan tomat beef, berikut ini cara menanam tomat beef secara hidroponik.  Agar bisa mendapatkan tomat beef berkualitas dan berproduksi tinggi maka dimulai dari pembibitan sebagai langkah pertama. Benih tomat disemai dalam media tray dengan media tanam berupa arang sekam. Bibit dipindahkan ke dalam polibag berukuran 10 x 10 cm setelah berusia satu minggu. Setiap hari sirami dengan air tapi tanpa tambahan nutrisi selama satu minggu. Minggu berikutnya selama dua minggu sebelum dipindahkan kembali ke polibag berukuran 30 x 30 cm dengan media berisi arang sekam sebaiknya tanaman diberi larutan nutrisi AB Mix dengan kepekatan 0,5 mS. Ketika menyusun polibag di dalam greenhouse (greenhouse perlu guna menurunkan risiko terserang hama dan penyakit), jarak antarpolibagnya diatur seluas 60 x 40 cm. Batang tanaman dirambatkan pada seutas tali dengan cara vertikal supaya memudahkan panen saat tinggi tanaman sampai 1 meter. Batang tanaman itu perlu juga dilengkungkan sebab tinggi batang bisa hingga 4-5 meter. Setelah 1,5 bulan atau kira-kira 40 hari dari polibag, tandan buah akan tumbuh  pertamakali pada ruas tanaman. Masing-masing tandan akan keluar berjarak 3 ruas. Penyerbukan mempunyai fungsi penting. Penyerbukan dikerjakan manual dengan mengguncangkan tandan menggunakan tongkat yang dibelit busa. Maksudnya agar serbuk sari jatuh di kepala putik. Saat paling baik melakukan penyerbukan manual itu antara pukul 09.00-10.00. Pada saat itu kelopak bunga mekar secara sempurna. Ketika tanaman telah berbuah seukuran kelereng, lakukanlah seleksi supaya buah tumbuh optimal, tidak saling menghimpit, dan seragam. Sisakanlah 4-5 buah setiap tandan. Budidaya hidroponik memerlukan perlakuan yang tepat, termasuk pemberian nutrisi. Umumnya pemberian nutrisi ini dijalankan dengan metode irigasi tetes. Dalam keadaan suhu normal 26oC  pemberian nutrisi dilakukan sebanyak sehari tiga kali. Ketika cuaca panas hingga 31oC, nutrisi diberikan sampai sehari lima kali. Pastikanlah juga media selalu lembab. Tingkat kepekatan nutrisi sebelum tanaman mengeluarkan buah sekitar 1-2 mS dan 3-5 mS ketika menghasilkan buah. Dengan cara itu produksi tomat beef bisa mencapai 3-4 kg per tanaman. Produksi tersebut relatif tinggi sebab kebanyakan produksi tomat di dataran tinggi kira-kira 2-3 kg per tanaman dan di dataran rendah 1-2 kg per tanaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *