Keuntungan Budidaya Tanaman Hidroponik Komersil Bagi Lingkungan

Keuntungan Budidaya Tanaman Hidroponik Komersil Bagi Lingkungan

Urbanina.com – Sistem hidroponik adalah suatu sistem budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah. Dalam ssistem hidroponik berbagai model, metode, media tanam dan faktor lainnya dapat dikendalikan oleh petani dan pembudidaya. Banyak keuntungan yang didapat dari membudidayakan tanaman dengan metode hidroponik salah satunya adalah keuntungan budidaya bagi lingkungan. Memang budidaya tanaman komersil dengan menggunakan metode hidroponik memerlukan biaya dan modal yang tidak sedikit namun dengan melihat keuntungannya bagi lingkunga, metode ini layak dijadikan sebagai metode budidaya tanam masa depan yang ramah lingkungan.

keuntungan budidaya

Berikut ini adalah beberapa keuntungan ekosistem atau lingkungan yang dapat diperoleh dengan membudidayakan tanaman dengan menggunakan metode hidroponik :

  1. Keuntungan budidaya mengurangi penggunaan bahan kimia

Metode hidroponik yang dilakukan dengan skala komersil atau besar biasnya tidak menggunakan bahan kimia atau pestisida buatan yang berbahaya bagi lingkungan dan dapat mencemari kondisi tanah dan udara serta mencemari air. Memproduksi tanaman dengan cara hidroponik tentunya bisa meminimalisir pencemaran lingkungan dengan tidak menggunakan pestisida kimia. Sebagai gantinya budidaya tanaman komersil dengan metode hidroponik menggunakan pupuk dan pestisida organik yang terbuat dari bahan alami.

  1. Keuntungan budidaya tanaman tumbuh lebih cepat dan lebih banyak

Jumlah penduduk yang semakin besar dan meningkat dan harga kebutuhan yang semakin melonjak merupakan salah satu alasan metode hidroponik harus dikembangkan dalam memproduksi tanaman pangan. Sebagaimana kita tahu bahwa tanaman yang ditanam dengan metode hidroponik dapat tumbuh dan menghasilkan panen yang lebih cepat dibandingkan dengan metode tanam konvensional. Selain itu dalam luas lahan yang sama tanaman yang ditanam dengan menggunakan metode hidroponik bisa menghasilkan hasil panen empat kali lebih banyak dibandingkan media konvensional.

  1. Keuntungan budidaya menghemat penggunaan air

Air adalah salah satu hal yang paling penting dalam kehidupan, sementara  kebutuhan air dunia saat ini semakin meningkat. Budidaya tanaman komersil sangat berpengaruh pada penggunaan dan usaha penghematan air. Meskipun menggunakan air sebagai media tanam, ternyata metode hidroponik dapat mengurangi konsumsi air 90% dari pertanian atau budidaya tanaman konvensional. Perlu diketahui bahwa pertanian konvensional yang menggunakan tanah setidaknya menghabiskan 70% dari persedian air dunia.

  1. Membantu pengelolaan sampah

Membangun suatu sistem perangkat hidroponik dengan menggunakan barang bekas seperti sisa sampah plastic botol air mineral atau hasil daur ulang plastik dapat membantu mengurangi sampah yang dihasilkan dari proses pertanian. Selain itu beberapa media tanam hidroponik dapat digunakan berulang kali dan didaur ulang.

  1. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil

Bahan bakar fosil adalah salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dan cenderung menyebabkan pencemaran lingkungan. Penggunaan sistem hidroponik dalam budidaya tanaman komersil dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil karena budidaya tanaman ini tidak banyak menggunakan mesin misalnya traktor untuk mengolah tanah. Sebaliknya sistem hidroponik dapat menggunakan sumber listrik yang berasal dari sumber yang ramah lingkungan seperti panel surya.

  1. Meningkatkan fungsi lahan mati

Lahan yang tidak subur atau tidak mengandung unsur hara tentu saja tidak bisa dijadikan sebagai lahan budidaya. Tapi, dengan adanya metode hidroponik yang tidak menggunakan media tanah sebagai media tanamnya bisa mengatasi masalah tersebut. Nutrisi dalam budidaya tanaman hidroponik dapat ditambahkan sendiri oleh petani sehingga lahan mati yang tidak subur sekalipun bisa dimanfaatkan seperti halnya menanam tanaman digurun pasir atau pada area perkotaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *