Kadar Karbon Dioksida Dalam Kebun Hidroponik

Kadar Karbon Dioksida Dalam Kebun Hidroponik

Urbanina.com – Kita semua tahu bahwa tanaman membutuhkan karbon dioksida untuk pertumbuhannya. Oleh sebab itu, kadar karbon dioksida yang ada dalam sistem tanam khususnya hidroponik harus diperhatikan dengan baik. Kadar karbondioksida yang terlalu tinggi atau terlalu rendah tidak baik bagi tanaman. Jika tanaman kekurangan karbon dioksida maka tanaman tidak dapat melakukan proses fotosintesis dengan optimal dan tidak dapat menghasilkan bunga tauapun buah. Tidak hanya itu, kadar karbon dioksida yang tinggi justru tidak baik bagi tanaman karena dapat mengganggu fungsi dan penyerapan nutrisi yang dibutuhkan. Tidak hanya itu kadar karbondioksida yang tinggi dapat menyebabkan fotosintesis tanaman terganggu dan zat gizi yang terkandung dalam tanaman menjadi berkurang. ┬áSegala sesuatu yang terkait dengan kebin hidroponik memang harus diperhatikan dengan baik agar tanaman dapat tumbuh dengan maksimal.

kadar karbon dioksida

Kadar Karbon Dioksida Normal

Udara normal mengandung karbon dioksida dengan kadar tertentu dan seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kadar karbon tersebut yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Kadar normal karbondioksida yang diperlukan dalam suatu kebun hidroponik adalah 1000 hingga 2000 ppm. Jika tanaman tidak mendapatkan cukup karbon dioksida maka dapat ditambahkan suplementasi karbon untuk merangsang pertumbuhan tanaman, namun jika kadar atau level karbon dioksida dalam sistem hidroponik masih dalam level normal sebaiknya tidak perlu menambahkan suplementasi karbon dioksida tersebut.

Kadar karbon dioksida yang terlarut dalam udara dapat diukur dengan menggunakan beberapa alat yang dirancang untuk mengetahui hal tersebut. Seperti halnya Co2 atau sistem kontrol karbon dioksida yang dapat diperoleh dari supplier bahan dan alat-alat hidroponik. Setelah mengukur kadar dan level karbon dioksida yang terkandung dalam tanaman maka anda dapat memutuskan apakah perlu menambahkan suplemen karbon dioksida pada tanaman atau tidak.

Mengontrol kadar karbondioksida dalam sistem tanam

Telah disebutkan sebelumnya bahwa karbon dioksida adalah salah satu faktor yang perlu diperhatikan keberadaannya dalam sistem hidroponik. Pembudidaya tanaman dapat menjaga kadar karbondioksida normal dalam sistem dengan member beberapa perlakuan. Normalnya, kadar karbon dioksida dalam sistem adalah konstan namun jika karbon dioksida berada pada kadar terlalu rendah maka sebaiknya anda menambahkan kabon dioksida pada tanaman dengan menggunakan beberapa cara. Hal ini dibutuhkan karena tidak seperti metode tanam konvensiobal, tanaman yang tumbuh pada sistem hidroponik tidak secara alami memperoleh karbon dioksida yang cukup dalam udara.  Meskipun demikian, jika anda memang perlu menambahkan suplementasi karbon dioksida pada perangkat hidroponik anda, maka perhatikan empat hal berikut ini terlebih dahulu

  • Kondisi Lingkungan tumbuh

 

Sebelum menambahkan suplemen karbon dioksida pada perangkat atau sistem, anda perlu memperhatikan segala faktor atau kondisi lingkungan tempat tanaman tumbuh misalnya ventilasi dan sirkulasi udara, cahaya, temperatur dan sebagainya. Faktor-faktor tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan jika tidak terpenuhi dapat mempengaruhi keberadaan atau kadar Co2 di udara.

 

  • Mengukur kadar karbon dioksida di udara

 

Jika anda menanam tanaman dengan metode hidroponik, khususnya di dalam ruangan atau indoor maka sebelum menambahkan suplementasi karbon, ukur terlebih dahulu kadar karbon di udara, dan jika kadarnya terlalu rendah maka anda dapat menambahkan suplementasi tersebut

 

  • Tingkatkan kadar karbon dengan benar

 

Saat memberikan suplementasi karbon dioksida, perhatikan dengan baik jenis karbon dioksida atau CO2 generator yang digunakan. Pastikan alat peningkat kadar CO2 tersebut berfungsi dengan baik.

 

  • Kontrol suplementasi karnon dioksida

 

Setelah CO2 generator dihidupkan untuk menambah kadar karbon dioksida dalam udara, maka jaga kadarnya dan bila perlu gunakan timer untuk memberitahu anda kapan harus mematikan generator saat kadar Co2 sudah pada kadar normal.

Demikian informasi mengenai kadar dan peran karbon dioksida serta bagaimana menambahkan suplementasi karbon dioksida pada sistem perangkat tanam hidroponik. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *