Hidroponik Kangkung Skala Industri Beserta Tipsnya

Hidroponik Kangkung Skala Industri Beserta Tipsnya

Urbanina.com – Kangkung atau disebut juga Ipomoea  spp dalam bahasa Latinnya adalah salah satu jenis sayuran yang hidup di daerah beriklim tropis. Di Indonesia ada dua jenis kangkung yang sering dibudidayakan yakni kangkung air (Ipomoea aquatica) dan kangkung darat (Ipomoea reptans). Perbedaan dari kedua jenis kangkung ini terletak pada warna bunga dan bentuk  daunnya. Tanaman kangkung merupakan salah satu jenis sayur daun yang sangat mudah dibudidayakan dengan menggunakan sistem hidroponik apa saja. Sudah banyak yang sukses menanam kangkung hidroponik, entah untuk skala hobi maupun skala industri. Namun, bagaimana cara budidaya hidroponik kangkung skala industri?

Hambatan utama yang kerap ditemui dalam industri pertanian ialah ketersediaan lahan yang terus menyusut. Tetapi masalah ini dapat diatasi dengan menggunakan teknik budidaya tanaman hidroponik. Akhir-akhir ini penerapan sistem hidroponik mendapatkan sambutan yang baik sekali dari masyarakat, khususnya yang hobi bertanam atau berkebun dan menekuni usaha agroindustri. Bila ditilik dari kacamata bisnis, hidroponik kangkung skala industri benar-benar mempunyai prospek yang bagus sekali dan menguntungkan. Terlebih untuk pelaku usaha yang sebelumnya telah mempunyai kegemaran menanam tanaman tetapi tidak mempunyai lahan yang cukup luas, hidroponik kangkung skala industri adalah jawabannya.

Hidroponik Kangkung Skala Industri

Apabila Anda ingin mencoba melakukan budidaya hidroponik kangkung skala industri, tidak usah bingung sebab secara garis besarnya kangkung dapat tumbuh dengan maksimal menggunakan sistem hidroponik saja, termasuk menggunakan teknik hidroponik dengan sistem sumbu yang amat sederhana.

Memilih Benih Kangkung

Anda mesti mempunyai benih kangkung unggul yang dapat diperoleh di toko pertanian terdekat dengan rumah Anda. Anda dapat memilih jenis kangkung air atau kangkung darat. Kedua jenis kangkung tersebut sama-sama bagus jika dibudidayakan menggunakan teknik hidropnik.

Menyiapkan Media Tanam

Banyak pilihan untuk media tanam kangkung ini mulai dari penggunaan rockwool hingga sekam. Kesemuanya dapat dipergunakan menjadi media tanam yang baik, malahan Anda dapat bercocok tanam kangkung tanpa menggunakan media tanam.

Menyemai Benih Kangkung

Benih kangkung yang telah dipersiapkan sebelumnya  langsung disemai di media tanam. Tiap-tiap media tanam ditaburi benih kangkung kira-kira 6-10 benih kangkung. Jika menggunakan rockwool ukuran memotongnya sedikit lebar supaya cukup untuk menampung biji kangkung yang jumlahnya 6-10 biji. Jika menggunakan metan (media tanam) lainnya seperti sekam, tentunya dapat dengan mudah menampung semua benih itu.

Memindahkan Kangkung ke Instalasi Hidroponik

Tindakan ini dilakukan jika saat menyemai benih terdahulu diletakkan di tempat terpisah, tetapi jika menyemai benihnya langsung di netpot yang ditempatkan di instalasi hidroponik tentunya tidak usah memindahkannya kembali. Sistem instalasi hidroponik apa yang cocok untuk kangkung? Secara keseluruhan kangkung dapat hidup dengan baik pada seluruh sistem hidroponik yang saat ini ada.

Pemeliharaan Tanaman Kangkung

Anda mesti memperhatikan beberapa hal berikut ini supaya kangkung yang ditanam tumbuh maksimal:

  • Pastikanlah pH nutrisi ada di kisaran 5.5-6.5.
  • Pastikanlah eC nutrisi ada diantara 2.0-2.1 atau angka TDS pada rentang 1050-1400 PPM.
  • Tambahkanlah oksigen dengan menggunakan aerator.
  • Tanaman kangkung sebaiknya memperoleh sinar matahari penuh.

Apabila semua faktor tersebut bisa dipenuhi dengan baik, maka Anda telah dapat membuat tumis kangkung pada hari yang ke-21 sejak masa tanam. Silakan mencobanya langsung dan semoga berhasil!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *