Cara Pindah Tanam Tomat Dengan Sistem Dutch Bucket

Urbanina.com – berkebun menjadi hobi yang kini banyak dilakukan oleh masyarakat untuk mengisi waktu luang. Apalagi di zaman yang sudah modern ini banyak rutinitas yang terkadang terlihat membosankan dan membutuhkan waktu tertentu untuk menyalurkan hobi dan hobi berkebun adalah salah satu hobi yang bisa dilakukan. Ada banyak jenis tanaman yang bisa ditanam melalui hobi berkebun tersebut. Mulai dari tanaman lokal hingga tanaman impor. Bagi yang hanya memiliki lahan sempit, bertanam sayuran menjadi salah satu alternatif yang tepat seperti sayuran bayam, sawi sampai sayuran buah tomat. Proses penyemaian, cara pindah tanam tomat pun bukanlah yang yang sulit untuk dilakukan. Seingga, menanam tomat menjadi salah satu tanaman yang cocok untuk dilakukan sebagai salah satu cara untuk menyalurkan hobi.

cara pindah tanam tomat

Selain bisa menjadi salah satu cara untuk menyalurkan hobi, berkebun tanaman tomat juga menghadirkan banyak manfaat yang bisa didapatkan. Salah satu manfaat yang bisa didapatkan adalah untuk menghijaukan kebun, karena kita tahu bahwa di zaman global warming ini penting untuk melakukan langkah menghijaukan kembali. Apalagi cara semai maupun cara pindah tanam tomat tersebut bisa dilakukan dengan cukup mudah, sehingga tidak menjadi halangan untuk ikut menghijaukan bumi kembali. Selain itu, buah tomat yang didapatkan dari pemanenan juga bisa digunakan untuk berbagai keperluan seperti untuk memasak maupun untuk diolah menjadi menu olahan yang disukai keluarga.

Untuk bisa menanam tanaman tomat tersebut, penanam bisa menggunakan sistem dutch bucket pada sistem penanaman hidroponik. Mulai dari penyemaian, cara pindah tanam tomat, perawatan dan panen. Adapun alasan menggunakan sistem dutch bucket tersebut adalah dikarenakan tanaman toamt termasuk tanaman dengan batang yang besar sehingga dibutuhkan media tanam yang kuat pula. Oleh karena itu, memilih sistem dutch bucket adalah pilihan yang tepat dengan menyesuaikan karakteristik tanaman tersebut. Selain itu, menanam dengan sistem dutch bucket juga akan lebih mudah dalam hal perawatan tanaman. Berikut adalah langkah demi langkah untuk cara pindah tanam tomat dengan sistem dutch bucket tersebut.

  • Pertama-tama siapkan terlebih dahulu sistem dutch bucket hidroponik yang akan digunakan untuk pindah tanam.
  • Rangkai sistem dutch bucket tersebut sehingga siap untuk diberi aliran larutan nutrisi.
  • Larutkan nutrisi buah yang terdapat pada paket sistem, lalu masukkan ke bak nutrisi pada sistem dutch bucket.
  • Setelah itu, sistem bisa langsung dihubungkan ke arus listrik untuk mengalirkan larutan nutrisi.
  • Siapkan semaian tanaman tomat yang akan dipindah tanam ke sistem dutch bucket.
  • Pilih semaian tomat yang sudah siap untuk dipindah tanam ke sistem dutchbucket. Adapun salah satu ciri-ciri semaian tomat yang sudah siap pindah tanam adalah yang sudah tumbuh daun sejati.
  • Ambil semaian yang sudah siap tersebut, lalu angkat dan pindahkan ke netpot yang terdapat pada sistem dutch bucket.
  • Sebelum ditanam ke netpot tersebut, usahakan untuk membuat lubang tanam di hidroton yang berada didalam netpot dan baru tanaman ditanam melalui lubang tanam tersebut.
  • Tutup kembali lubang tanam dengan hidroton, dan tanaman buah tomat siap tumbuh di sistem dutch bucket.

Demikian adalah langkah demi langkah yang bisa dilakukan untuk melakukan pindah tanam pada tanaman buah tomat menggunakan sistem dutch bucket. Pindah tanam tanaman buah tomat tersebut bisa dilakukan di kebun sendiri dengan menggunakan sistem dutch bucket. Adapun untuk perawatan tanaman tomat di sistem dutch bucket tersebut pun bisa dikatakan cukup mudah salah satunya adalah dengan terus mengecek larutan nutrisi yang ada pada sistem dutch bucket tersebut. Nah, bagi anda yang mau oder sistem dutch bucket, anda bisa order dengan cara klik disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *