Cara Menanam Green Lettuce Secara Hidroponik

Urbanina.com – Green lettuce atau masyarakat Indonesia sering menyebutnya selada hijau merupakan sayuran yang termasuk ke dalam keluarga Compositae. Tanaman yang dalam bahasa ilmiah dinamakan Lactuca sativa L ini cocok ditanam pada daerah bersuhu optimal sekitar 20oC pada waktu siang hari dan 10oC pada waktu malam hari. Bahkan bisa ditanam dengan sistem hidroponik. Namun bagaimana cara menanam green lettuce secara hidroponik?

Green letrtuce merupakan tanaman setahun yang polimorf, yakni memiliki tidak sedikit bentuk, khususnya dalam hal bentuk daunnya. Green lettuce mudah menghasilkan akar tunggang dalam yang disertai dengan penebalan dan pertumbuhan ekstensif akar lateral. Daun green lettuce kerap berjumlah banyak dan umumnya dengan posisi duduk, terstruktur memiliki bentuk spiral dalam susunan solid. Bentuk daunnya berlainan dengan berbagai warna, bentuk, tekstur dan tepian daunnya. Meskipun terkesan sayuran murahan, namun green lettuce memiliki prospek bagus untuk dijadikan ladang bisnis karena permintaan pasarnya tidak pernah sepi sehingga wajar jika banyak orang yang ingin tahu cara menanam green lettuce secara hidroponik agar hasilnya semakin berkualitas.

Cara Menanam Green Lettuce Secara Hidroponik []

 

Cara menanam green lettuce secara hidroponik biasanya menggunakan teknik hidroponik sistem terapung yakni teknik budidaya tanaman dengan cara hidroponik dan hasil pengembangan dari water culture. Langkah yang pertama kali dilakukan adalah membangun kolam tanam yang dibuat dari cor beton yang berukuran lebar 3 meter x panjang 20 meter x tinggi/dalam 60 cm.

Kolam itu terletak di dalam greenhouse dengan dinding kasa, atapnya UV plastik berketebalan 0.02 mm. Panel tanamnya berupa sterofoam berketebalan 4 cm dengan ukuran panelnya 40 x 60 cm. Selain itu, celah tanamnya dibuat dengan diameter 2.5 cm dimana jarak antar pusat celah tanamnya sebanyak 12.5 cm, maka total celah tanam setiap panelnya yaitu 15.

Benih dibuat kecambah dalam tray plastik yang dibasahi dan dikasih kertas tisu. Setelah memiliki kecambah (sekitar 3 hari), bibit dipindahkan ke panel semai dan dirawat selama 3 minggu sebelum diapungkan. Media yang dipergunakan dalam panel semai ialah rockwool. Selama dalam tahap perawatan, bibit tanaman disemprot menggunakan pupuk daun tiap-tiap 4 hari sekali dengan dosis 2 gram/liter.

Penanaman dilakukan dengan memidahkan bibit dari panel semai ke panel tanam. Kemudian panel tanam tersebut diapungkan di dalam kolam tanam di atas larutan berisi unsur hara. Pemanenan bisa dilakukan ketika green lettuce berumur 4 – 6 minggu setelah ditanam. Usia panen/pemetikan green lettuce berbeda-beda sesuai dengan musim dan kultivar. Pada umumnya sekitar 30 – 85 hari setelah tanaman dipindahtanamkan. Panen yang terlampau awal membuat hasil panen menjadi rendah dan panen yang terlambat dapat mengurangi nilai.

Penanganan setelah panen merupakan bagian dari produksi tanaman yang dilakukan sesaat sesudah pemanenan. Aktivitas pasca panen mencakup kegiatan pendinginan, pembersihan, sortasi serta grading. Dalam praktiknya setelah panen dilakukan tidak ditemui adanya tindakan yang dapat meningkatkan nilai pasca panen sebuah produk. Adapun yang dapat dilakukan ialah hanya memelihara nilai produk itu. Keadaan optimal untuk penyimpanan green lettuce (selada hijau) ialah suhu 0-2oC pada kelembaban relatif berkisar 90-98%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *