Cara Membuat Perlite untuk Budidaya Hidroponik

Urbanina.com - Dari waktu ke waktu perlite sudah terbukti keistimewaannya dalam mencukupi keperluan petani komersial dan petani rumahan. Begitu pula untuk keperluan budidaya hidroponik. Selaku media tanam perlite lebih unggul ketimbang rockwool. Perlite memiliki daya tarik kapiler yang kuat terhadap air sehingga secara otomatis menyerap larutan dari sumbernya. Lalu bagaimana cara membuat perlite untuk kebutuhan budidaya tanaman? Pelite mempunyai sifat bebas dari kekeringan artinya ia menghambat kira-kira setengah jumlah air ini. Akar pada perlite selalu memperoleh udara dan air dengan cara baik. Berlainan dengan perlit, kadar air rockwool mengalami naik turun dari terlampau basah (sesudah penyiraman) hingga terlampau kering (sewaktu sebelum penyiraman). Cara Membuat Perlite untuk Budidaya Hidroponik [] Sebelum mengetahui cara membuat perlite atau menggunakannya, ada baiknya Anda  mengenali beberapa kelebihan perlite antara lain: Pupuk dan biaya air Untuk mencegah risiko pemborosan air ketika penggunaan rockwool, rockwool mesti diiris untuk menyalurkan larutan nutrisi yang berlebihan. Pemborosan air dan pupuk yang kontinu ini bisa meambah anggaran menjadi lebih dari 2X lipat ketimbang perlite dimana sistem reservoirnya juga bisa dengan gampang disesuaikan. Perlite dapat digunakan kembali Secara fisik media tanam perlite itu stabil dan tak seperti rockwool. Perlite akan menjaga kestabilan udara/air dengan amat baik sepanjang beberapa tahun-tahun bila dipergunakan dengan hati-hati. Sebagian petani sudah memakai perlit untuk budidaya tomat selama satu musim tanam lebih dan selanjutnya dipergunakan lagi untuk mencampur pot dan pengkondisian tanah. Bila perlite dipergunakan lagi, barangkali sterilisasi dibutuhkan. Dari paparan diatas maka bisa disimpulkan kalau perlite menawarkan kondisi kelembaban yang lebih stabil di sekeliling akar sepanjang waktu terlepas dari tingkat pertumbuhan dari tanaman itu sendiri atau cuaca. Perlite menjamin lebih banyak ketersediaan air di seluruh bagian tanam. Ada kemungkinan lebih minim penggunaan air pada penggunaan perlit ini. Media tanam yang memakai perlite mencegah pemborosan nutrisi dan air. Pemakaian perlite meniadakan keperluan untuk mengevaluasi tingkat pertumbuhan dengan cara akurat. Cara Membuat Perlite Perlite tercipta lantaran terjadi pembekuan magma asam yang mendadak dengan tekanan yang tinggi dalam kondisi basah. Susunan utamanya ialah mineral silikat berbutir amat halus, tersusun oleh beberapa steroida kecil dan ringan berwarna abu-abu muda sampai abu-abu kehitaman. Perlite ada pada hasil letusan/lelehan di bagian bawah atau tengah. Hal ini diinterpretasikan kalau terbentuknya perlite dikarenakan proses pertilisasi selama atau pada saat pembekuan. Proses itu terjadi pada suhu  tertentu yang dikarenakan bobot lapisan di atasnya berat. Sepanjang pertilisasi terjadi peningkatan air yang bersumber dari bebatuan di sekitarnya maupun post magmatic hydration. Beberapa pecahan perlite berupa kulit bawang (union skin fracture), barangkali dikarenakan  (strain) pada saat terjadi proses pendinginan. Tebal lapisan perlite hingga ratusan meter. Umumnya batuan yang mengandung itu adalah batuan piroklastik atau sediment tufaan yang terkadang memiliki kandungan kerakal (pebbles). Perlite yang ada pada batuan intrusi  di dekat permukaan biasanya berupa sill, retas (dike), dan kubah (dome). Perlite jika dipanaskan secara bertahap sampai mencapai suhu antara 9500-10500 derajat Celcius akan mengembang dimana isinya tetap dan maksimum. Berdasarkan hasil riset, perlit yang bagus memiliki kandungan K dan Na sebanyak 5-8%, air 2-5%, dan SiO2 70%. Tingginya air yang dikandungnya akan berdampak pada pemuaian. Perlite memiliki berat jenis sekitar 1,10-2,50, sebelum diolah/dipanaskan dan antara 0,11-0,15 setelah dipanaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *