Cara Budidaya Tanaman Kentang Di Hidroponik

Cara Budidaya Tanaman Kentang Di Hidroponik

Urbanina.com – Bercocok tanam di rumah adalah salah satu hal yang sangat menyenangkan. Tetapi bagaimana bila Anda tidak mempunyai lahan yang cukup luas untuk menanamnya? Don’t worry, selain ditanam di sawah atau kebun, kentang di hidroponik juga bisa. Hidroponik adalah sistem budidaya tanaman yang memakai media tanam/tumbuhnya bukan dari tanah. Media yang biasa digunakan yaitu pasir, kerikil, sekam bakar, rockwool atau lainnya. Sementara itu untuk cara tanamnya dapat dilakukan di lahan-lahan kecil, seperti botol bekas, ember bekas atau pot.

Kentang di hidroponik cocok sekali untuk masyarakat urban yang ingin berkebun karena hemat tempat dan ramah lingkungan. Selain kentang, jenis tanaman lainnya yang cocok untuk urban farming ialah kangkung, kol, sawi, wortel atau seledri.

Cara Budidaya Tanaman Kentang di Hidroponik [ ]

Kentang (Solanum tuberosum) merupakan jenis tanaman family umbi-umbian yang datang dari Amerika dan sudah menyebar ke berbagai belahan dunia lantaran penanaman plus perawatannya cukup mudah. Banyak sekali manfaat yang dikandung oleh kentang untuk kecantikan dan kesahatan tubuh. Berikut ini cara budidaya tanaman kentang di hidroponik yang bisa Anda praktekan sendiri di rumah..

Memilih Bibit

Langkah awal yang mesti dilakukan untuk menanam kentang di hidroponik ialah memilih bibit. Bibit dapat Anda beli di toko pertanian atau toko bibit. Pilih bibit yang benar-benar berkualitas baik. Bibit kentang bisa langsung ditanam di media tanam, namun sebelumnya bibit kentang harus dipotong terlebih dahulu dan memiliki mata tunas. Potongan bibit kentang diletakkan kira-kira 3 cm di dalam media tanam yang sudah dipersiapkan.

Membuat Media Tanam

Anda dapat menentukan media dan wadah yang akan digunakan nanti, seperti botol bekas atau ember bekas. Yang sangat perlu diperhatikan ialah porousitas pada media tanam tersebut supaya tanaman cepat menyerap nutrisi. Jangan lupa wadah tanaman diberi lubang dengan memakai paku atau solder. Pilihlah media tanam sesuai dengan selera Anda, seperti sekam, hidroton, rockwool, cocopeat, kerikil dan pasir.

Nutrisi dan Perawatan

Pemberian nutrisi penting sekali dilakukan untuk pertumbuhan tanaman. Untuk itu Anda dapat melakukan pemupukan pada tanaman tersebut 2 minggu sekali. Melakukan penyiraman tiap pagi hari dan sore hari secara teratur. Anda dapat mempergunakan hidroponik sistem wick (sumbu) supaya tidak repot menyiram setiap hari atau aeroponik. Untuk masalah perawatan dapat dijalankan dengan cara konvensional. Anda mesti rajin membersihkan tanaman kentang di hidroponik dari serangan hama dengan menyemprotnya memakai obat anti hama organik/hayati. Agar lebih praktis sebaiknya pergunakan saja nutrisi atau pupuk hidroponik yang beredar banyak di pasaran.

Demikianlah cara menanam kentang di hidroponik yang biasa dilakukan orang. Sistem hidroponik telah berkembang kian canggih tetapi Anda dapat memulai dari sistem yang simpel. Anda dapat mempraktekkannya dengan gampang, malahan alat-alat dan bahannya juga mudah diperoleh. Keuntungan yang lainnya yang dapat diperoleh adalah Anda dapat menikmati hasil sayur-sayuran maupun buah-buahan sehat tanpa adanya pestisida. Apakah Anda tertarik dengan cara budidaya tanaman kentang di hidroponik?

Jika Anda mau memulai urban farming, menanam sayuran hidroponik, sayuran organik, mau menanam sistem akuaponik, sebaiknya Anda berkunjung ke www.store.urbanina.com di sini tersedia berbagai starterkit dan juga alat serta bahan untuk Anda yang mau mulai menanam. Atau bisa konsultasi ke 082227639118.

4 Comments

    1. Perawatannya : lakukan pemupukan 2 minggu sekali, lakukan penyiraman secara rutin 2x sehari (pagi dan sore hari), bila menggunakan sistem wicks tidak perlu repot2 melakukan penyiraman setiap hari, jika ada serangan hama dan penyakit atasi dengan tangkap tangan (hamanya diambil/dibuang/dibunuh secara langsung dengan tangan) atau pakai pestisida organik.

  1. Nice info, hidroponik emang gak makan tempat tapi ada beberapa pertanyaan dari saya mas.

    1. Berapa lamakah dari penanaman sampai panen ?

    2. Apakah kentang cocok di dataran rendah seperti di jakarta dengan metode hidroponik ?

    Jawabab mas saya tunggu.

    Terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *