Bertanam Dengan Menggunakan Metode Fogponik

Bertanam Dengan Menggunakan Metode Fogponik

Urbanina.com – Mungkin kita sudah sering mendengar istilah hidroponik, metode budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah. Dalam membudidayakan tanaman dengan metode hidroponik tersebut, ada beberapa model dan cara yang bisa diaplikasikan seperti sistem wick, NTF, deep water culture dan lain sebagainya. Meskipun demikian mungkin metode fogponik masih cukup asing ditelingan kita terutama bagi mereka yang baru memulai hobi berkebun datau baru mempelajari metode hidroponik. Lalu apa sebenarnya fogponik dan apa keuntungan serta kelebihan yang ditawarkan oleh sistem tanam ini?

metode fogponik

Apa itu Fogponik?

Fogponik sebenarnya adalah salah satu model metode hidroponik Aeroponik dimana akar tidak langsung terpapar pada nutrisi sebagaimana metode hidroponik lainnya. Dalam sistem aeroponik tanaman dibiarkan menggantung pada suatu perangkat dan larutan nutrisi diberikan dengan cara menyemprotnya langsung pada tanaman dengan selang waktu tertentu. Sebagai salah satu metode Aeroponik, fogponik memiliki prosedur yang sama hanya saja pada fogponik, larutan nutrisi yang disemprotkan pada tanaman berupa partikel yang lebih kecil dan menyerupai asap atau kabut. Ukuran partikel larutan nutrisi yang disemprotkan pada tanaman berukuran sekitar 5 – 30 μm. Larutan nutrisi pada fogponik disemprotkan dari suatu alat yang disebut fogger.

Kelebihan dan kekurangan

Sebagai suatu teknologi yang dikembangkan oleh manusia, sistem atau metode fogponik yang merupakan salah satu model dalam metode budidaya hidroponik tentunya tidak terlepas dari kekurangan dan kelebihan. Kekurangan dan kelebihan fogponik sebagai suatu media tanam diantaranya adalah berikut ini

Kelebihan Fogponik

  • Tanaman yang dibudidayakan dalam metode fogponik lebih cepat tumbuh dibandingkan dengan tanaman yang dibudidayakan dengan metode hidroponik lainnya karena akar tanaman mendapatkan sirkulasi oksigen dan karbondioksida yang baik serta melimpah diudara.
  • Penggunaan nutrisi lebih hemat dan efisien karena nutrisi tidak perlu dilarutkan dan diendapkan pada air selain itu ukuran partikel nutrisi yang diberikan akan mempercepat proses penyerapannya oleh tanaman.
  • Dapat menghemat lahan karena fogponik bisa diaplikasikan pada ruang yang sempit sekalipun dan tanaman bisa digantungkan juga di udara.
  • Bebas hama terutama hama yang berasal dari tanah serta yang ada pada permukaan lantai dan air karena tanaman tumbuh tidak langsung terpapar pada air.
  • Perangkatnya lebih murah untuk dibangun dibandingkan metode hidroponik lain seperti sistem NTF dan lainnya.
  • Lebih hemat air dan ramah lingkungan karena air yang digunakan dalam metode fogponik lebih sedikit daripada metode hidroponik pada umumnya.

Kekurangan Fogponik

  • Pengaturan perangkat fogponik cukup rumit. Semua perangkat harus disusun dengan baik dan jika ada satu kesalahan pada salah satu perangkatnya entah pada fogger, pompa, sprinkler atau lainnya, hal tersebut bisa mengacaykan sistem dan fogponik tidak akan berhasil.
  • Perawatan ekstra terutama pembersihan sprinkler secara rutin untuk menghindari adanya penyumbatan mineral atau nutrisi didalamnya. Sterilisasi ruangan juga diperlukan mengingat sistem fogponik rawan akan gangguan bakteri.
  • Terkadang akar yang tumbuh pada tanaman fogponik lebih kecil, rapuh dan lemah dibandingkan tanaman yang dibudidayakan dengan metode aeroponik pada umumnya.

Setelah mengetahui kekurangan dan kelebihan metode tanaman fogponik tentunya sekarang Anda bisa memahami apa itu fogponik dan bagaimana sistem ini bekerja. Sistem ini memang belum banyak dipraktekkan di Indonesia dan semestinya lebih banyak dikembangkan karena bisa menjadi salah satu metode pertanian dengan efektitas yang cukup tinggi dan menghasilkan keuntungan yang lebih bagi pembudidaya tanaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *